Peringati Kudatuli, PDI Perjuangan Kota Malang Tegaskan Demokrasi Lahir Dari Keberanian

- Redaksi

Senin, 27 Juli 2026 - 15:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peringatan peristiwa Kudatuli di Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Malang (Foto: Setyo pendoposatu.id)

Peringatan peristiwa Kudatuli di Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Malang (Foto: Setyo pendoposatu.id)

Spread the love

 

KOTA MALANG, Pendoposatu.id – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Malang menggelar Malam Renungan dan Refleksi untuk memperingati peristiwa kerusuhan 27 Juli 1996 (Kudatuli) di Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Malang, Minggu (26/7/2026) malam.

Agenda tahunan tersebut digelar tidak hanya sekadar untuk mengenang tragedi politik masa lalu, melainkan juga untuk mempertegas bahwa demokrasi Indonesia lahir dari keberanian melawan pembungkaman, sekaligus sebagai ikhtiar mencegah terulangnya kekerasan politik di masa depan.

Demokrasi lahir dari keberanian, bukan kenyamanan

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, menegaskan bahwa peristiwa Kudatuli merupakan pengingat penting bagi seluruh kader dan masyarakat bahwa demokrasi yang dinikmati hari ini dibayar dengan pengorbanan besar.

“Peristiwa Kudatuli bukan sekadar catatan sejarah. Ini adalah pengingat bahwa demokrasi tidak lahir dari kenyamanan, melainkan dari keberanian untuk mempertahankan kebenaran,” ujar Amithya saat membuka acara.

Amithya mengutip pesan Proklamator RI, Bung Karno, bahwa bangsa yang melupakan sejarah pasti akan kehilangan arah. Oleh karena itu, ia meminta seluruh kader agar diskusi sejarah tidak berhenti pada romantisasi masa lalu semata, melainkan mampu memberikan refleksi kritis untuk menjaga kedaulatan partai dan konstitusi.

Perspektif pakar FISIP Unair: belajar sejarah untuk cegah kekerasan politik

Malam refleksi peristiwa Kudatuli PDI Perjuangan Malang ini turut menghadirkan Kepala Program Pascasarjana Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Prof. Dr. Airlangga Pribadi Kusman, S.IP., M.Si., guna memberikan pemahaman sejarah secara akademis dan objektif.

Prof. Airlangga menekankan pentingnya menjadikan pengetahuan tentang Peristiwa Kudatuli sebagai fondasi dalam membangun kehidupan politik yang lebih dewasa dan bebas dari intimidasi.

“Kita tidak hanya memutar kembali ingatan tentang apa yang terjadi 30 tahun lalu. Yang lebih penting adalah belajar dari sejarah agar demokrasi Indonesia terus berkembang tanpa kekerasan, intimidasi, dan pembungkaman,” tegas Airlangga.

Ia menambahkan, generasi muda perlu memahami bahwa dinamika pengorbanan dan perjuangan panjang merupakan harga yang harus dibayar demi terwujudnya Reformasi 1998.

Kudatuli sebagai simbol perlawanan dan penjaga konstitusi

Peristiwa Kudatuli dikenang sebagai pemicu menguatnya gerakan reformasi nasional. Bagi PDI Perjuangan, momen ini menjadi simbol perlawanan terhadap rezim pembungkaman sekaligus benteng dalam mempertahankan hak berdemokrasi, hak asasi manusia (HAM), dan kebebasan menyampaikan aspirasi.

Melalui kegiatan refleksi ini, DPC PDI Perjuangan Kota Malang berkomitmen untuk terus merawat semangat perjuangan Kudatuli agar kebebasan politik dan penghormatan terhadap konstitusi tetap terjaga.(Gus)

Penulis : Agus Setyo

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Pedagang Karangploso Murka: Uang Lapak Diduga Dibelokkan Oknum DPRD Demi Pileg
Transparansi Revitalisasi Sekolah Dipertanyakan, Wabup Malang Belum Tahu Sekolah Penerima
Perumda Tirta Kanjuruhan Raih Penghargaan CEO BUMD Terinovatif Pada Ajang 9.9 Awarding
Polemik Akses Lahor Berujung Ricuh di Gedung Dewan
Wisuda UIBU Malang ke-43 Sebanyak 941 Peserta Program Sarjana (S1) Dan Magister (S2)
Pengerjaan Ruas Jalan Strategis DPUBM Kabupaten Malang Kolaborasi Gunakan APBN Dan APBD
Wagub Jatim Ikuti Peringatan HUT ke-25 Demokrat Dan Konsolidasi Kader Blitar
Pemkab Pasuruan Gelar Pasar Murah, Sembako Dijual Mulai Dari Rp.5 Ribuan

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 19:42 WIB

Kegiatan Hiburan Dj Identik di Sekolahan SMKN 1 Beji Jadi Sorotan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 18:48 WIB

Bakorwil Malang Dorong Perpustakaan Naik Kelas Berbasis INLIS Lite 3.3

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:34 WIB

Rampungkan Struktur Ranting PDIP Kota Malang Beri Panggung Gen Z Jadi Subjek Perubahan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:57 WIB

Tanah Mangkrak 17 Tahun: Legal Tanrise Klaim SP1, BPN Ngaku Masih Mencari Berkasnya?

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:16 WIB

Bakorwil Malang Semarakkan HUT ke-81 RI Lewat Jalan Sehat, Perkuat Kebersamaan Dan Semangat Gotong Royong

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:41 WIB

Kavacha Attorneys at Law Hadir di Brawijaya Jurist Career Expo 2026, Buka Ruang bagi Generasi Baru Profesi Hukum

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:53 WIB

Lacak Legalitas Jemput Paksa Oleh Ormas: Restu Pejabat, Aksi Doxing, Dan Bumerang Pidana

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:01 WIB

Karnaval TK se-Kabupaten Pasuruan Meriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-81

Berita Terbaru

Zulham Mubarok didampingi Amarta Faza saat dirawat di RSUD Kanjuruhan Malang (Foto: Seno pendoposatu.id)

Hukum

Polemik Akses Lahor Berujung Ricuh di Gedung Dewan

Sabtu, 12 Sep 2026 - 15:35 WIB

You cannot copy content of this page