MALANG, pendoposatu.id – Pelepasan wisuda bersama Yayasan Shirothul Fuqoha’ di Desa Sepanjang, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, tidak sekadar menjadi seremoni kelulusan. Momentum tersebut dijadikan ajang penguatan karakter generasi muda agar mampu menghadapi tantangan era digital tanpa meninggalkan nilai-nilai pesantren dan akhlakul karimah.
Hal itu ditegaskan Wakil Bupati, Lathifah Shohib saat menghadiri wisuda 398 siswa MTs, MA, dan SMK Shirothul Fuqoha’, Sabtu (23/5/2026). Dalam kesempatan itu, Lathifah menilai pendidikan berbasis Islam memiliki peran penting dalam menjaga moral generasi muda di tengah derasnya arus informasi media sosial.
“Keberhasilan itu bukan hanya soal nilai akademik, tetapi juga bagaimana menjaga adab, kejujuran, tanggung jawab dan kepedulian terhadap sesama,” ujar Wabup Lathifah di hadapan para siswa dan wali murid.
Ratusan siswa yang diwisuda terdiri dari 274 lulusan MTs, 90 lulusan MA, dan 34 lulusan SMK. Yayasan juga memberikan penghargaan kepada sejumlah siswa berprestasi sebagai bentuk motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan.
Menurut Wabup Malang, generasi muda yang tumbuh dengan pendidikan agama dan nilai-nilai Al-Qur’an akan lebih siap menghadapi perubahan zaman sekaligus menjaga persatuan bangsa.
“Anak-anak yang tumbuh dengan nilai-nilai Al-Qur’an dan akhlak Rasulullah akan menjadi generasi penerus yang mampu membawa kedamaian dan memberi manfaat bagi masyarakat,” kata Bu Nyai Lathifah.
Pembina Yayasan Shirothul Fuqoha’, Syamsul Mu’in, turut mengingatkan para lulusan agar tidak kehilangan identitas kesantrian ketika melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.
Ia menegaskan, alumni pesantren harus tetap membawa budaya dan akhlak pondok pesantren dalam kehidupan sehari-hari, termasuk saat aktif menggunakan media sosial.
“Perkembangan informasi di media sosial sangat cepat. Karena itu harus disaring dengan tepat, cermat dan disikapi secara bijak,” ujar Gus Syam.
Sementara itu, Kepala MA Shirothul Fuqoha’, Siti Jubaidah, mengatakan pihak yayasan terus mendorong lulusan MA untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri maupun swasta.
Selain melanjutkan studi, para lulusan juga diminta tetap menjaga tradisi pesantren sebagai bekal moral dan spiritual di tengah kehidupan masyarakat modern. “Kami ingin para lulusan tetap membawa nilai-nilai pondok pesantren di mana pun berada,” pungkas Jubaidah.(NES)
Penulis : Ones
Editor : Redaksi











