Program Bongkar Ratoon Diharap Selamatkan Petani Tebu

- Redaksi

Sabtu, 23 Mei 2026 - 20:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket foto. Usai tanam perdana bersama Gubernur Jawa Timur program Bongkar Ratoon secara zoom di Desa Sukoraharjo Kecamatan Kepanjen

Ket foto. Usai tanam perdana bersama Gubernur Jawa Timur program Bongkar Ratoon secara zoom di Desa Sukoraharjo Kecamatan Kepanjen

Spread the love

MALANG, pendoposatu.id – Bupati Malang, HM.Sanusi menyoroti menurunnya keuntungan petani tebu di Kabupaten Malang akibat tingginya biaya produksi dan rendahnya rendemen tebu. Kondisi tersebut disampaikan usai kegiatan tanam perdana Program Bongkar Ratoon bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa melalui Zoom di lahan tebu Kelompok Tani Makmur 2 Bloboh, Desa Sukoraharjo, Kecamatan Kepanjen, Sabtu (23/5/2026).

Menurut Bupati Malang, kondisi petani tebu saat ini jauh berbeda dibanding beberapa tahun lalu. Jika dulu hasil bertani tebu masih mampu meningkatkan kesejahteraan petani, kini banyak petani hanya mampu menutup biaya operasional. “Kalau dulu petani punya 10 hektare, setiap tahun masih bisa beli tanah lagi 1 hektare di Gondanglegi. Sekarang kondisinya berbeda. Dari informasi para petani, sekarang ini bisa dikatakan tidak untung,” ujar Sanusi.

Ia mengungkapkan pendapatan petani dari satu hektare lahan tebu saat ini rata-rata sekitar Rp.40 juta. Namun angka tersebut belum dipotong biaya produksi maupun biaya sewa lahan yang terus naik setiap tahun. “Pendapatan Rp 40 juta itu belum dipotong biaya produksi dan biaya sewa. Sekarang biaya sewa lahan per hektare bisa mencapai Rp.30 juta. Jadi sisanya sangat kecil,” kata Abah Sanusi.

Bupati menilai salah satu persoalan utama yang harus segera dibenahi adalah rendahnya rendemen tebu di wilayah Kabupaten Malang yang masih berada di kisaran 7 hingga 8 persen. “Hari ini rendemen masih bertahan di angka 7 sampai 8. Ini yang harus ditingkatkan karena sangat berpengaruh terhadap penghasilan petani,” tegas Sanusi.

Pemerintah Kabupaten Malang, lanjut Sanusi, terus mendorong inovasi melalui Program Bongkar Ratoon agar produktivitas dan kualitas tebu meningkat. Program tersebut juga mendapat dukungan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian.

“Kementerian Pertanian sudah mulai melakukan kajian untuk peningkatan rendemen dengan pola penanaman yang benar. Jadi bukan hanya produktivitas yang ditingkatkan, tetapi kualitas tebunya juga harus naik,” jelasnya. Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malang, Avicenna Medisica Saniputera mengatakan target program Bongkar Ratoon tahun 2026 tetap dipatok sebesar 7.500 hektare.

Menurutnya, saat ini potensi lahan yang sudah terdata mencapai sekitar 5.200 hektare dan sebagian telah memasuki tahap verifikasi administrasi serta ground checking. “Tahun ini kami optimistis target bisa tercapai karena dukungan petani dan koperasi semakin besar. Bahkan beberapa koperasi di bawah pabrik gula Kebon Agung dan Krebet Baru sudah bergabung dalam program ini,” katanya.

Avicenna menambahkan keterlibatan sejumlah pabrik gula di Kabupaten Malang diperkirakan mampu menambah luasan program hingga 2.500 hektare. “Kalau semua berjalan sesuai rencana, produktivitas tebu Kabupaten Malang diperkirakan bisa meningkat signifikan,” pungkasnya.(NES)

Penulis : Seno

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Aset Hibah 13 Hektare Kampus IV UIN Malang di Turen Dipersoalkan, DPRD Minta Pemkab Bertindak
DPRD Kabupaten Malang Sepakat Batasi Sound Horeg, Zia Ulhaq: Tak Perlu Perda Baru
Pastikan Bantuan Tepat Sasaran Dinsos Tulungagung Perkuat Validasi Data Penerima BLT DBHCHT 2026
BLK Tulungagung Gunakan DBHCHT Untuk Pelatihan Barista Dan Desain Grafis
Mediasi Greenfields Atas Dugaan Pencemaran Limbah Tetap Dikawal
Pohon Tumbang Timpa Mobil Dan Motor, 2 Pelajar Terluka
Kuasa Hukum Lima Pokmas Tulungagung Soroti Dugaan Mafia Tanah Program TORA
Petani Mangga ‘Putar’ Pasuruan Tembus Pasar Sumatera Sehari Raup Omzet Rp 5 Juta

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:53 WIB

Aset Hibah 13 Hektare Kampus IV UIN Malang di Turen Dipersoalkan, DPRD Minta Pemkab Bertindak

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:39 WIB

DPRD Kabupaten Malang Sepakat Batasi Sound Horeg, Zia Ulhaq: Tak Perlu Perda Baru

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:49 WIB

Pastikan Bantuan Tepat Sasaran Dinsos Tulungagung Perkuat Validasi Data Penerima BLT DBHCHT 2026

Jumat, 16 Oktober 2026 - 00:02 WIB

BLK Tulungagung Gunakan DBHCHT Untuk Pelatihan Barista Dan Desain Grafis

Kamis, 15 Oktober 2026 - 22:58 WIB

Mediasi Greenfields Atas Dugaan Pencemaran Limbah Tetap Dikawal

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:11 WIB

Kuasa Hukum Lima Pokmas Tulungagung Soroti Dugaan Mafia Tanah Program TORA

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:44 WIB

Petani Mangga ‘Putar’ Pasuruan Tembus Pasar Sumatera Sehari Raup Omzet Rp 5 Juta

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:50 WIB

Kolaborasi Program Gotong Royong DPR RI Dan DPD PDI Perjuangan Jatim Buat Kabupaten Malang

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page