GAPEMBI Percepat Program Makan Bergizi Gratis di Malang Raya, Target 400 SPP Segera Beroperasi

- Redaksi

Jumat, 24 April 2026 - 15:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gabungan Pengusaha Makan Bergizi (GAPEMBI) Jawa Timur, Makhrus Soleh saat melantik Korwil GAPEMBI Malang raya di Pendopo Agung Kabupaten Malang

Gabungan Pengusaha Makan Bergizi (GAPEMBI) Jawa Timur, Makhrus Soleh saat melantik Korwil GAPEMBI Malang raya di Pendopo Agung Kabupaten Malang

Malang, pendoposatu.id – Percepatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Malang Raya menjadi fokus utama Gabungan Pengusaha Makan Bergizi (GAPEMBI) Jawa Timur. Usai pelantikan pengurus Koordinator Wilayah (Korwil) Malang Raya di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jumat (24/4/2026), instruksi tegas langsung dikeluarkan agar seluruh jajaran segera bergerak cepat menjalankan program strategis tersebut.

Ketua GAPEMBI Jawa Timur, H. Makhrus Sholeh, menegaskan bahwa pengurus yang baru dilantik tidak boleh menunggu lama. Ia meminta langkah taktis segera dilakukan dengan mengedepankan kolaborasi lintas sektor guna memastikan program berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Pengurus Korwil Malang harus segera take action. Kolaborasi dengan pemerintah daerah dan stakeholder menjadi kunci agar program ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.

Dalam pelaksanaannya, GAPEMBI menargetkan pembentukan sekitar 400 Satuan Pelayanan Persiapan (SPP) di wilayah Malang Raya. Meski angka tersebut masih dinamis, proyeksi ini dinilai cukup untuk mengakomodasi kebutuhan program yang terus berkembang, termasuk rencana perluasan sasaran hingga kelompok lansia.

Di tingkat provinsi, Jawa Timur diproyeksikan memiliki sekitar 4.100 SPP yang akan menopang distribusi program MBG sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan dan peningkatan gizi nasional.

Selain percepatan struktur layanan, pengawasan di lapangan juga menjadi perhatian serius. GAPEMBI menginstruksikan seluruh pengelola dapur dan SPP untuk memperketat kontrol di setiap tahapan, mulai dari penerimaan bahan baku, proses pengolahan, hingga distribusi makanan kepada penerima manfaat.

Langkah ini diambil untuk memastikan kualitas gizi tetap terjaga serta meminimalisir kendala teknis yang berpotensi menghambat pelaksanaan program.

Di sisi lain, tantangan mulai muncul dari fluktuasi harga bahan pangan. Sejumlah komoditas seperti sawi, jeruk, dan salak mengalami kenaikan signifikan. Meski demikian, GAPEMBI tetap berkomitmen memberdayakan petani lokal sebagai mitra utama penyedia bahan baku.

Baca Juga :  Gubernur Jatim Bersama JMSI Jatim Bahas Penguatan Media Berkualitas

“Meski ada kenaikan harga komoditas, kami tetap optimis. Kami dorong keterlibatan petani lokal agar kebutuhan besar program ini bisa terpenuhi sekaligus menggerakkan ekonomi daerah,” imbuh Makhrus.

Antusiasme masyarakat terhadap program MBG pun terus meningkat. Jika sebelumnya banyak sekolah masih bersikap menunggu, kini justru muncul dorongan dari siswa agar program segera diterapkan di sekolah mereka.

“Dulu beberapa sekolah masih wait and see. Sekarang justru banyak yang dituntut oleh murid-muridnya untuk segera menjalankan program ini karena mereka melihat manfaatnya di tempat lain,” ungkapnya.

GAPEMBI juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Malang yang dinilai konsisten mendukung implementasi program MBG sebagai bagian dari upaya mencerdaskan generasi bangsa.

Dengan percepatan yang dilakukan, program Makan Bergizi Gratis di Malang Raya diharapkan segera berjalan optimal dan mampu menjangkau lebih banyak penerima manfaat dalam waktu dekat.

Penulis : nes

Berita Terkait

Bupati Malang Minta ASN Tinggalkan Zona Nyaman, Pelayanan Publik dan Kinerja Jadi Tolok Ukur
Kas Hartadi Soroti Potensi Pesepak Bola Muda Lawang, Siadi Cup Dinilai Jadi Jalur Menuju Level Profesional
Karang Taruna Kabupaten Malang Siap Dobrak Ekonomi Desa, Bukan Sekadar Panitia!
Bupati Pasuruan Resmikan Open House Dan MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi Satu
AKBP Muhammad Taat Tinggalkan Polres Malang, Soroti Pengamanan Presiden Hingga Pengungkapan Curanmor
Sekda Malang: Bersih Desa Kedungsalam Bukti Budaya Dan Gotong Royong Tetap Hidup
Bakorwil Malang Dan Pemkab Malang Satukan Langkah Bangun Masa Depan Koridor Selatan Jatim
DPUBM Kabupaten Malang Petakan Titik Rawan Lereng, DPT Tangsi–Sipelot Jadi Prioritas Penguatan Jalan

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 15:06 WIB

Bupati Malang Minta ASN Tinggalkan Zona Nyaman, Pelayanan Publik dan Kinerja Jadi Tolok Ukur

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:14 WIB

Bangun Karakter Generasi Muda KORMI Kabupaten Pasuruan Resmi Buka Kejurkab Paskibra 2026

Minggu, 2 Agustus 2026 - 10:17 WIB

Perjuangan Warga Berbuah Hasil, Akses Jalan Lahor Kembali Dibuka

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 16:00 WIB

Karang Taruna Kabupaten Malang Siap Dobrak Ekonomi Desa, Bukan Sekadar Panitia!

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:11 WIB

AKBP Muhammad Taat Tinggalkan Polres Malang, Soroti Pengamanan Presiden Hingga Pengungkapan Curanmor

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:52 WIB

Sekda Malang: Bersih Desa Kedungsalam Bukti Budaya Dan Gotong Royong Tetap Hidup

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:12 WIB

Lampu Hijau, 90,9% Warga Malang Dukung Trans Jatim Koridor 2 Segera Beroperasi

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:42 WIB

Bakorwil Malang Dan Pemkab Malang Satukan Langkah Bangun Masa Depan Koridor Selatan Jatim

Berita Terbaru