Malang, pendoposatu.id – Percepatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Malang Raya menjadi fokus utama Gabungan Pengusaha Makan Bergizi (GAPEMBI) Jawa Timur. Usai pelantikan pengurus Koordinator Wilayah (Korwil) Malang Raya di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jumat (24/4/2026), instruksi tegas langsung dikeluarkan agar seluruh jajaran segera bergerak cepat menjalankan program strategis tersebut.
Ketua GAPEMBI Jawa Timur, H. Makhrus Sholeh, menegaskan bahwa pengurus yang baru dilantik tidak boleh menunggu lama. Ia meminta langkah taktis segera dilakukan dengan mengedepankan kolaborasi lintas sektor guna memastikan program berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Pengurus Korwil Malang harus segera take action. Kolaborasi dengan pemerintah daerah dan stakeholder menjadi kunci agar program ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.
Dalam pelaksanaannya, GAPEMBI menargetkan pembentukan sekitar 400 Satuan Pelayanan Persiapan (SPP) di wilayah Malang Raya. Meski angka tersebut masih dinamis, proyeksi ini dinilai cukup untuk mengakomodasi kebutuhan program yang terus berkembang, termasuk rencana perluasan sasaran hingga kelompok lansia.
Di tingkat provinsi, Jawa Timur diproyeksikan memiliki sekitar 4.100 SPP yang akan menopang distribusi program MBG sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan dan peningkatan gizi nasional.
Selain percepatan struktur layanan, pengawasan di lapangan juga menjadi perhatian serius. GAPEMBI menginstruksikan seluruh pengelola dapur dan SPP untuk memperketat kontrol di setiap tahapan, mulai dari penerimaan bahan baku, proses pengolahan, hingga distribusi makanan kepada penerima manfaat.
Langkah ini diambil untuk memastikan kualitas gizi tetap terjaga serta meminimalisir kendala teknis yang berpotensi menghambat pelaksanaan program.
Di sisi lain, tantangan mulai muncul dari fluktuasi harga bahan pangan. Sejumlah komoditas seperti sawi, jeruk, dan salak mengalami kenaikan signifikan. Meski demikian, GAPEMBI tetap berkomitmen memberdayakan petani lokal sebagai mitra utama penyedia bahan baku.
“Meski ada kenaikan harga komoditas, kami tetap optimis. Kami dorong keterlibatan petani lokal agar kebutuhan besar program ini bisa terpenuhi sekaligus menggerakkan ekonomi daerah,” imbuh Makhrus.
Antusiasme masyarakat terhadap program MBG pun terus meningkat. Jika sebelumnya banyak sekolah masih bersikap menunggu, kini justru muncul dorongan dari siswa agar program segera diterapkan di sekolah mereka.
“Dulu beberapa sekolah masih wait and see. Sekarang justru banyak yang dituntut oleh murid-muridnya untuk segera menjalankan program ini karena mereka melihat manfaatnya di tempat lain,” ungkapnya.
GAPEMBI juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Malang yang dinilai konsisten mendukung implementasi program MBG sebagai bagian dari upaya mencerdaskan generasi bangsa.
Dengan percepatan yang dilakukan, program Makan Bergizi Gratis di Malang Raya diharapkan segera berjalan optimal dan mampu menjangkau lebih banyak penerima manfaat dalam waktu dekat.
Penulis : nes











