Jakarta, pendoposatu.id – Baru-baru ini Kontingen Korps Brimob Polri memperoleh prestasi dalam ajang 4th FAI European Indoor Skydiving Championships & 6th FAI World Cup of Indoor Formation Skydiving di Lesquin, Prancis membuat publik bangga.
Salah satu yang menjadi sorotan, yakni kehadiran Brigadir Nurfauziah, jumpmaster tandem perempuan pertama di Indonesia. Kehadirannya tak hanya memperkuat tim, tetap menjadi jadi simbol perempuan Indonesia yang bisa bersinar di olahraga ekstrem.
Dalam kejuaraan tersebut, Indonesia mencatatkan hasil sebagai berikut, tim 4-Way VFS putra peringkat 9, tim 4-Way FS putra peringkat 7, tim 4-Way FS putri peringkat 11. Hasil tersebut diraih dari total 26 tim yang berasal dari 24 negara peserta.
Kehadiran atlet muda ini menjadi bagian penting dalam proses pembinaan jangka panjang olahraga dirgantara Indonesia, khususnya pada nomor Formation Skydiving (FS) Putri dan Vertical Formation Skydiving (VFS) Putra.
Menurut Ketua Kontingen Timnas Indoor Skydiving Indonesia, Irjen. Pol. Almas Widodo Kolopaking S.I.K, S.E, keberhasilan itu melalui pola pembinaan atlet yang ketat. Yakni berlatih secara rutin berkesinambungan, pembentukan fisik, karakter dan mental perorangan dan tim. Dan mendatangkan pelatih-pelatih Juara Dunia.
Menurut Perwira Tinggi Polri asal Malang ini, meski melawan tim hebat dunia, namun delegasi Indonesia menargetkan lima besar dunia. Namun hasilnya Indonesia masih di luar target karena tim yang ikut merupakan Tim Terkuat di Eropa dan Amerika.
“Atlet kita tetap memiliki semangat juang yang ulet pantang menyerah dengan hasil yang maksimal di dapat,” tegasnya selaku Ketua Delegasi, Kamis, (16/4/2026).
Kini setelah tugas di Perancis, tim Indonesia akan menargetkan Kejuaraan Asia. Secara keseluruhan, tim Indonesia (khususnya Brimob Polri) mendominasi posisi atas di Asia bersama dengan Tiongkok untuk kategori Indoor Skydiving per awal 2026.
“Target di Kejuaraan Asia minimal kami mencapai posisi 3 besar di semua Tim,” imbuh Almas. Indonesia, lanjut Sang Jendral, memiliki kans menjadi tuan rumah Kejuaraan Asia blan September nanti. Adapun keunggulan Indonesia adalah dari alat wind tunnel yang kita miliki. “Kita sudah melaksanakan tiga kali kejuaraan tingkat Nasional dan Internasional dari tahun 2023 sampai dengan 2025,” tegasnya.
Sementara itu berdasarkan hasil kompetisi Indoor Skydiving terbaru di awal tahun 2026, timnas Indonesia menunjukkan performa impresif di tingkat Asia, dengan beberapa atlet Brimob Polri meraih posisi teratas.
Berikut adalah poin-poin penting ranking/prestasi atlet Skydiving Indonesia (per April 2026), Kejuaraan Dunia & Asia 2026 (Prancis & Macau), Timnas Indoor Skydiving Indonesia berhasil menempati posisi 7 besar dunia dalam kompetisi di Prancis pada April 2026.
4-Way Formation Skydiving (FS) Female: Timnas Indonesia (Polwan Brimob) konsisten menjadi salah satu yang terbaik di Asia, seringkali berada di belakang Tiongkok (peringkat 1 Asia/Dunia). 4-Way FS Open: Timnas Putra (Brimob POLRI) berhasil menempati posisi peringkat 3 Asia (medali perunggu) pada kejuaraan Asia di Macau.4-Way VFS Open: Timnas Indonesia berhasil menempati posisi ke-9 dunia.
Dynamic 2-Way: Timnas Indonesia menempati peringkat 4 Asia. Prestasi Khusus (2024-2026), Tim Putri 4-Way FS (Polwan Brimob Polri): Meraih medali Perak (Juara 2 Asia) dan Peringkat 5 Dunia.
Damar Tetuko Harimurti: Atlet Paralayang Indonesia peringkat 4 dunia untuk kelompok U26 dan peringkat 1 Indonesia (per Desember 2025).
Secara keseluruhan, tim Indonesia (khususnya Brimob Polri) mendominasi posisi atas di Asia bersama dengan Tiongkok untuk kategori Indoor Skydiving per awal 2026.(Red)
Penulis : Red











