NU Satu Abad, Prabowo dan Ujian Persatuan Bangsa

- Redaksi

Minggu, 8 Februari 2026 - 16:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket foto. Pidato Kenegaraan Presiden RI, Prabowo Subianto pada satu abad lahirnya NU di Stadion Gajayana Kota Malang

Ket foto. Pidato Kenegaraan Presiden RI, Prabowo Subianto pada satu abad lahirnya NU di Stadion Gajayana Kota Malang

 

Tajuk, pendoposatu.id – Peringatan Hari Lahir (Harlah) 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana, Kota Malang, Minggu (8/2/2026), bukan sekadar perayaan usia sebuah organisasi keagamaan. Kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto di hadapan puluhan ribu warga NU menjadikan forum itu sebagai panggung penting penegasan arah kebangsaan di tengah tantangan serius persatuan nasional.

NU genap berusia satu abad dengan rekam jejak panjang sebagai penjaga keseimbangan antara Islam, tradisi, dan negara. Dalam sejarah Republik, NU tak pernah absen saat bangsa ini berada di persimpangan jalan. Dari masa revolusi, transisi demokrasi, hingga era kontemporer yang ditandai polarisasi sosial dan politik, NU konsisten memainkan peran peneduh. Maka, pesan persatuan yang disampaikan Prabowo di hadapan warga NU bukan sekadar retorika, melainkan tuntutan sejarah.

Pidato Presiden yang menekankan prinsip mikul dhuwur mendem jero patut dibaca sebagai peringatan keras terhadap menguatnya politik kebencian dan dendam di ruang publik. Indonesia hari ini menghadapi ancaman fragmentasi sosial yang kian nyata—perbedaan pilihan politik, tafsir agama, hingga identitas kerap dipelihara menjadi alat konflik. Dalam konteks ini, NU kembali ditempatkan sebagai jangkar moral bangsa.

Namun, persatuan tidak cukup hanya diserukan. Ia harus dibuktikan melalui kebijakan dan keteladanan. Komitmen Prabowo untuk menurunkan biaya haji dan membangun Kampung Haji Indonesia di Makkah menjadi ujian nyata keberpihakan negara kepada umat. Jika terealisasi, kebijakan ini bukan hanya terobosan pelayanan ibadah, tetapi juga simbol kehadiran negara dalam menjawab problem struktural yang selama ini dikeluhkan jutaan calon jemaah.

Pernyataan bahwa Indonesia memperoleh izin kepemilikan lahan di Makkah—yang disebut sebagai pertama kali dalam sejarah Arab Saudi—merupakan klaim besar yang menuntut pembuktian konkret. Publik berhak menagih transparansi, kepastian waktu, serta dampak langsung kebijakan tersebut terhadap biaya dan kualitas penyelenggaraan haji. Di titik inilah pidato kenegaraan harus bertransformasi menjadi kerja pemerintahan yang terukur.

Baca Juga :  Interpelasi atau Pengalihan Isu? Ketika Mutasi Dan Uji Kompetensi JPT Pratama Lebih Mendesak Diusut

Harlah 1 Abad NU juga mengingatkan bahwa toleransi bukan jargon kosong. Kisah keterlibatan gereja di Kota Malang dalam mendukung kegiatan keagamaan NU menegaskan bahwa kebhinekaan Indonesia masih hidup di akar rumput. Warisan pemikiran Gus Dur tentang kemanusiaan dan keberagaman menemukan relevansinya kembali, justru ketika ruang publik sering dipenuhi suara eksklusif dan saling meniadakan.

Bagi Prabowo, NU bukan hanya mitra strategis, tetapi cermin. Di dalamnya tercermin harapan akan Islam yang ramah, nasionalisme yang inklusif, serta kepemimpinan yang merangkul, bukan membelah. Seratus tahun NU adalah pengingat bahwa bangsa ini hanya bisa bertahan jika perbedaan dikelola dengan kearifan, bukan dipertajam demi kepentingan sesaat.

Tajuk ini menegaskan satu hal: NU telah membuktikan perannya selama satu abad. Kini, bola ada di tangan negara. Persatuan yang diserukan di Stadion Gajayana harus dijaga konsistensinya dalam kebijakan, sikap, dan keberanian menolak politik perpecahan. Sebab sejarah akan mencatat, bukan siapa yang paling lantang berbicara tentang persatuan, melainkan siapa yang sungguh-sungguh merawatnya.

Penulis : nes

Berita Terkait

Peringati Hari Kucing Sedunia 8 Agustus, Masyarakat Diajak Peduli Kesejahteraan Kucing Jalanan
Pasca Pelantikan ASN Pemkab Malang Terpecah Beberapa Golongan
Saatnya BUMD Kota Blitar Berbenah, Jangan Biarkan Kekosongan Kepemimpinan Berlarut
Interpelasi atau Pengalihan Isu? Ketika Mutasi Dan Uji Kompetensi JPT Pratama Lebih Mendesak Diusut
Kursi KONI Kabupaten Malang dalam Pusaran Kepentingan
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:22 WIB

BNNK Gelar Sosialisasi Bahaya Narkoba Bentuk Sinergitas Jogo Tulungagung

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:12 WIB

Banjir Rob Pantai Sidem Tulungagung, 4 Rumah Warga Terdampak

Selasa, 11 Agustus 2026 - 14:55 WIB

Kapolres Pasuruan Berikan Klarifikasi Pasca Insiden Pengerusakan Mapolsek Sukorejo Oleh Kelompok Massa

Selasa, 11 Agustus 2026 - 09:50 WIB

Miris! Seorang Pria Tewas Kesetrum di Kandang Ayam

Senin, 10 Agustus 2026 - 23:10 WIB

Parade Sound Horeg Gambiran STOP Jam 10 Malam Wajib Berhenti

Senin, 10 Agustus 2026 - 22:29 WIB

Kapolresta Banyuwangi Beri Penghargaan Kepada Personel Berprestasi

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:09 WIB

Akibat Gagal Mendahului Mobil MBG Seruduk Truk Fuso

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:33 WIB

Polres Malang Pastikan Kawasan Jemplang Aman Dihari Ke Tujuh Karhutla

Berita Terbaru

Rumah warga daerah pesisir pantai Sidem yang terkena banjir rob (Foto: Hanik pendoposatu.id)

Daerah

Banjir Rob Pantai Sidem Tulungagung, 4 Rumah Warga Terdampak

Selasa, 11 Agu 2026 - 18:12 WIB

Bupati Malang, HM Sanusi di dampingi Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka foto bersama dengan 34 anggota Pramuka sebelum berangkat ke bumi perkemahan Cibubur (Foto: Seno pendoposatu.id)

Kabupaten Malang

34 Pramuka Kabupaten Malang Siap Tunjukkan Kemampuan di Jamnas XII Cibubur

Selasa, 11 Agu 2026 - 12:48 WIB