MALANG, pendoposatu.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang mendorong percepatan pengembangan Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo, sebagai desa wisata berbasis potensi lokal. Selain memiliki kawasan Pantai Sipelot, desa tersebut dinilai memiliki kekuatan di sektor pertanian, perikanan, perkebunan, hingga kampung nelayan yang perlu dikembangkan melalui hilirisasi produk agar mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.
Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Budiar Anwar, mengatakan pengembangan desa tidak cukup hanya mengandalkan potensi alam, tetapi juga harus diikuti dengan industri pengolahan hasil pertanian dan perikanan agar memiliki nilai tambah.
“Pantainya bagus, jalannya juga sudah baik, pertaniannya dan perikanannya luar biasa, ada kopi, cengkeh, dan pisang. Yang masih kurang adalah industri olahan seperti pabrik keripik pisang. Kalau itu dikembangkan tentu akan menambah pendapatan masyarakat,” ujar Budiar saat menghadiri peringatan HUT ke-94 Desa Pujiharjo.
Menurutnya, keberadaan Kampung Nelayan juga menjadi potensi strategis yang dapat memperkuat sektor ekonomi sekaligus mendukung pengembangan wisata pesisir. Pemerintah pusat, kata dia, telah memberikan dukungan melalui pembangunan akses jalan dan normalisasi muara untuk memperlancar aktivitas nelayan. Selain mendorong sektor ekonomi, Pemkab Malang juga memastikan program bantuan sosial tetap menyasar masyarakat yang membutuhkan, termasuk bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
“Khusus masyarakat yang membutuhkan bedah rumah, terutama janda kurang mampu, silakan didata. Pemerintah Kabupaten Malang siap membantu dan mengawal agar program tersebut bisa diterima masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” tegasnya.
Budiar juga menyampaikan ucapan selamat atas Hari Jadi ke-94 Desa Pujiharjo. Menurutnya, sejarah panjang desa tersebut memiliki nilai penting dan layak didokumentasikan sebagai bagian dari wisata sejarah desa.
“Saya sudah sering datang ke sini sejak tahun 2015. Sejarah Desa Pujiharjo yang tadi disampaikan sangat luar biasa dan layak dibukukan sebagai bagian dari wisata sejarah desa,” katanya.
Peringatan HUT ke-94 Desa Pujiharjo digelar bertepatan dengan tradisi Tasyakuran Bersih Desa atau Encek-Encek yang menjadi agenda tahunan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Budiar turut menyerahkan bantuan pribadi sebesar Rp5 juta kepada Pemerintah Desa Pujiharjo sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Desa Pujiharjo, Hendik Arso, menjelaskan peringatan hari jadi desa menjadi momentum mengenang sejarah berdirinya Desa Pujiharjo yang bermula dari kedatangan empat nelayan pada 1925 hingga resmi menjadi desa pada 1932.
Saat ini Desa Pujiharjo dihuni sekitar 7.200 jiwa atau 2.300 kepala keluarga. Sekitar 60 persen penduduk bekerja sebagai petani dan 40 persen lainnya berprofesi sebagai nelayan.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah mengenang lahirnya Desa Pujiharjo sekaligus memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar desa kami selalu diberi keberkahan, hasil pertanian dan laut yang melimpah serta dijauhkan dari berbagai musibah,” ujar Hendik.
Di sisi lain, Camat Tirtoyudo, Nita Dwi Prasetyaningtyas, menilai tradisi Bersih Desa Encek-Encek bukan sekadar kegiatan budaya, tetapi juga menjadi sarana memperkuat persatuan masyarakat sekaligus melestarikan nilai-nilai warisan leluhur.
“Yang paling penting lagi, kegiatan ini menjadi sarana mempererat persatuan dan kebersamaan masyarakat. Kekompakan warga Desa Pujiharjo sangat luar biasa dan inilah budaya yang harus terus dilestarikan,” katanya.
Rangkaian HUT ke-94 Desa Pujiharjo dimeriahkan kirab budaya, tasyakuran Bersih Desa, serta lomba musik patrol yang diikuti puluhan RT. Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang pelaksanaan kegiatan yang setiap tahun menjadi tradisi sekaligus penguat identitas budaya desa tersebut.(Nes)
Penulis : Ones
Editor : Redaksi










