TAJUK, PENDOPOSATU.ID — ‘Kursi’ Ketua KONI Kabupaten Malang kini berada dalam pusaran perhatian publik. Sejumlah figur bermunculan mendaftar berharap ‘mendudukinya’, termasuk mereka yang masih memegang jabatan strategis di ruang kekuasaan.
Dinamika ini menandai bahwa posisi Ketua KONI tak sekadar urusan organisasi olahraga, melainkan telah menjadi ‘kue’ yang diperebutkan.
Situasi ini tidak berdiri begitu saja. KONI Kabupaten Malang belakangan disorot akibat persoalan tata kelola yang disebut-sebut berujung pada proses hukum.
Meski detail perkara belum dipaparkan secara terbuka, bayang-bayang masalah tersebut cukup untuk menegaskan bahwa organisasi ini sedang membutuhkan pembenahan serius, bukan sekadar pergantian figur.
Dalam konteks itu, pemilihan ketua seharusnya diarahkan pada upaya memulihkan marwah organisasi. KONI membutuhkan kepemimpinan yang fokus, independen, dan berjarak dari potensi konflik kepentingan.
Beban tersebut sulit dipikul jika ‘kursi’ ketua dijalankan bersamaan dengan jabatan publik lain yang sama-sama menuntut perhatian dan kewenangan.
Masuknya pejabat aktif ke dalam kontestasi mempertebal pertanyaan kepantasan. Rangkap peran berpotensi mengaburkan batas antara kepentingan organisasi olahraga dan kepentingan institusional lain, terutama dalam pengelolaan anggaran, pengambilan keputusan strategis, serta relasi dengan pemerintah daerah.
Namun disisi lain, bisa jadi para legislator yang mencalonkan diri misal kemudian terpilih, bakal lebih gampang ‘dok palu’ terkait dana-dana hibah atau mendapatkan ‘kue-kue’.
Cabang olahraga sebagai pemilik suara berada pada posisi menentukan. Pilihan yang diambil bukan hanya soal siapa yang menang, namun arah apa yang bakal dituju KONI Kabupaten Malang.
Apakah menjadi rumah pembinaan atlet yang profesional dan bersih, atau terus terjebak dalam pusaran kepentingan yang menjauhkan organisasi dari tujuan utamanya?
Kursi KONI Kabupaten Malang lagi ramai diperbincangkan. Publik, bukan hanya melihat para calon, tetapi bagaimana tantangan calonnya berkomitmen, atas janji untuk memperjuangkan prestasi olah raga Kabupaten Malang secara baik dan berkelanjutan.
Penulis : Redaksi











