Kota Batu, pendooposatu.id – Tidak semua perjuangan hidup terlihat mencolok. Ada kisah sederhana namun begitu menyentuh, seperti yang dialami oleh Sugianto atau yang akrab disapa Zaki, warga RT 1 RW 1 Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, Kota Batu. Sejak tahun 2021, ia menjalani profesi sebagai tukang tambal ban keliling (online) yang melayani pelanggan se-Malang Raya.
Berbekal sepeda motor Happy keluaran tahun 2008, Zaki setiap hari menyusuri jalanan, gang sempit, hingga perbukitan untuk membantu pengendara yang mengalami kendala pada ban kendaraannya. Apa yang ia lakukan bukan sekadar pekerjaan, melainkan bentuk ketekunan dan komitmen untuk memberi manfaat.
Zaki mengisahkan bahwa profesi ini lahir dari kondisi sulit saat pandemi COVID-19 melanda.
“Awalnya itu pada tahun 2021 saat wabah Corona. Saya hanya punya modal sekitar Rp 1.500. Saya beli kunci, pompa manual, kompor kecil, tambalan tip-top, dan sedikit demi sedikit beli box untuk menyimpan perlengkapan,” tuturnya, Selasa (11/11/2025).
Dari modal kecil dan tekad besar itulah langkahnya dimulai. Ia kemudian mencantumkan nomor WhatsApp sebagai sarana pemesanan layanan.
“Nomor WhatsApp saya 0877-5926-7084. Orang tinggal hubungi, saya langsung datang ke lokasi. Tujuannya biar pelanggan tidak repot,” jelasnya.
Melayani sejak pagi hingga larut malam adalah hal biasa bagi Zaki. Kadang ia harus menempuh jarak belasan kilometer, diterpa hujan, dingin, dan gelap malam.
“Kalau melayani pelanggan di Kota Malang tarifnya Rp 35.000. Di Kota Batu Rp 20.000, tapi tergantung jarak. Pernah jaraknya sampai 15 kilometer, apalagi kalau hujan. Tapi saya tetap jalan,” katanya.
Meski perjalanan tak selalu mudah, keluhan tidak pernah keluar dari bibirnya.
“Menolong orang itu kebaikan. Rezeki akan mengikuti selama kita berusaha dan berdoa. Jadi jangan putus asa dalam hidup,” ucapnya penuh makna.
Zaki memiliki motto yang menjadi semangat dalam profesinya:
“Buka sak tangine, tutup sak kesele.” (Artinya: Buka sejak terbangun, tutup sampai tubuh lelah.)
“Maksudnya, saya siap membantu kapan saja. Karena kalau ban bocor, orang bisa terhenti aktivitasnya. Jadi saya ingin hadir sebagai solusi,” tambahnya.
Bagi Zaki, kehadirannya bukan semata mencari nafkah, tetapi juga sebagai bentuk kehadiran sosial dan kepedulian terhadap sesama.
“Semoga apa yang saya lakukan ini bermanfaat, membantu masyarakat baik di Kota Batu maupun Kota Malang,” tutupnya.
Penulis : nes











