Malang, pendoposatu.id – Sedikitnya 50 kepala keluarga (KK) terdampak banjir akibat luapan sungai di perbatasan Desa Saptorenggo dan Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Sabtu (28/2/2026) malam. Hujan deras selama hampir tiga jam memicu debit air meningkat drastis hingga meluber ke permukiman warga.
Data lapangan menyebutkan, genangan mulai masuk ke rumah warga sekitar pukul 19.19 WIB setelah hujan mengguyur wilayah tersebut sejak pukul 17.30 WIB hingga sekitar pukul 20.00 WIB. Di Desa Saptorenggo, tercatat tujuh KK terdampak. Sementara di Desa Mangliawan, banjir menggenangi sejumlah RT dengan total 43 KK terdampak. Total keseluruhan mencapai 50 KK.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menegaskan pihaknya langsung merespons laporan warga. Informasi awal diterima oleh Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) pada pukul 19.10 WIB.
“Begitu laporan masuk, kami segera melakukan koordinasi cepat dengan personel di lapangan untuk memastikan kondisi riil serta menentukan langkah awal penanganan,” tegas Sadono.
Ia menjelaskan, laporan perkembangan situasi disampaikan kepada pimpinan pada pukul 20.20 WIB sebagai dasar pengambilan keputusan lanjutan. Tim BPBD bersama unsur terkait menjadwalkan pembersihan dan penanganan lanjutan pada Minggu (1/3/2026) mulai pukul 07.00 WIB.
“Fokus kami memastikan genangan cepat surut dan aktivitas warga dapat kembali berjalan normal,” ujarnya.
Hingga laporan terakhir yang dihimpun pada Minggu (1/3/2026) pukul 01.10 WIB, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kondisi cuaca masih terpantau hujan ringan hingga sedang, sehingga tim tetap siaga mengantisipasi potensi kenaikan debit susulan.
Sementara itu, pendataan kerusakan dan estimasi kerugian masih dalam proses asesmen oleh tim BPBD Kabupaten Malang bersama perangkat desa dan unsur terkait lainnya. Pemerintah daerah mengimbau warga di sekitar bantaran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan selama intensitas hujan masih tinggi.
Penulis : nes











