Malang, pendoposatu.id – Pendaftaran Calon Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Malang yang resmi dibuka sejak 1 Februari 2026 terpantau minim peminat. Hingga pertengahan masa pendaftaran, baru satu nama yang secara resmi mendaftarkan diri untuk maju dalam Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) yang dijadwalkan digelar pada 14 Februari 2026.
Satu-satunya pendaftar tersebut adalah Ketua DPRD Kabupaten Malang, Darmadi, yang secara langsung datang ke Kantor KONI Kabupaten Malang di kawasan Stadion Kahuripan, Kecamatan Turen, pada Rabu (5/2/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.
Darmadi hadir didampingi Muhammad Sharoni, Kepala Desa Mendalanwangi, Kecamatan Wagir. Kehadiran Sharoni menyita perhatian publik, mengingat sebelumnya ia sempat menyatakan kesiapan untuk maju dalam bursa Ketua KONI. Namun faktanya, Sharoni tidak mendaftarkan diri dan hanya bertindak sebagai pendamping Darmadi.
Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar di kalangan insan olahraga, lantaran hingga kini belum muncul figur penantang lain yang berani maju dalam kontestasi strategis organisasi olahraga tertinggi di Kabupaten Malang tersebut.
Usai mendaftar, Darmadi secara terbuka mengklaim telah mengantongi dukungan dari 40 cabang olahraga (Cabor). Jumlah tersebut, menurutnya, masih berpotensi bertambah hingga Musorkablub digelar.
“Sejauh ini sudah ada 40 Cabor yang memberikan dukungan, dan angka itu masih bisa bertambah,” ujar Darmadi kepada awak media.
Lebih jauh, Darmadi tidak menutup mata terhadap kondisi internal KONI Kabupaten Malang yang dinilainya belum tertata dengan baik. Ia secara tegas menyebut bahwa tata kelola organisasi masih carut-marut, bahkan berujung pada persoalan hukum yang menyeret pengurus sebelumnya.
“Manajemen KONI harus dibenahi total agar tidak terulang seperti sebelumnya. Fakta hari ini, ada saudara kita yang berurusan dengan hukum akibat pengelolaan kegiatan KONI,” tegasnya.
Darmadi menegaskan, bila dipercaya memimpin KONI Kabupaten Malang, dirinya akan melakukan pembenahan menyeluruh, terutama dalam aspek manajemen, transparansi anggaran, dan tata kelola organisasi yang profesional serta akuntabel.
Ia juga menyatakan telah menyiapkan visi dan misi secara matang, dengan fokus utama pada pembinaan atlet sebagai prioritas yang tidak bisa ditawar.
“Pembinaan atlet adalah harga mati. Tanpa pembinaan yang serius dan berkelanjutan, mustahil prestasi olahraga Kabupaten Malang bisa meningkat,” katanya.
Menanggapi posisinya sebagai Ketua DPRD Kabupaten Malang, Darmadi menegaskan komitmennya untuk menjaga independensi baik lembaga legislatif maupun KONI, meskipun keduanya sama-sama bersentuhan dengan anggaran APBD.
“Saya akan menjaga marwah DPRD dan juga independensi KONI. Walaupun sumber anggaran dari APBD, KONI harus tetap profesional, independen, dan tidak boleh diseret ke kepentingan lain,” pungkas Darmadi.
Dengan kondisi pendaftar tunggal hingga saat ini, dinamika Musorkablub KONI Kabupaten Malang 2026 menjadi sorotan tajam publik. Minimnya calon dinilai mencerminkan tantangan serius dalam dunia olahraga daerah, sekaligus menjadi ujian besar bagi komitmen reformasi dan transparansi di tubuh KONI Kabupaten Malang ke depan.
Penulis : nes











