Anak Yatim Piatu Curi Kotak Amal Masjid, Cermin Kelalaian Sosial di Tengah Kesalehan Simbolik

- Redaksi

Minggu, 25 Januari 2026 - 20:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penulis artikel: Ketua Komunitas Noto Roso Tumpang Kabupaten Malang, Habib Abdullah bin Idrus bin Agil Assegaf

Penulis artikel: Ketua Komunitas Noto Roso Tumpang Kabupaten Malang, Habib Abdullah bin Idrus bin Agil Assegaf

 

Malang, pendoposatu.id – Sebuah kisah pilu mengetuk nurani publik. Seorang anak yatim piatu terpaksa mencuri uang dari kotak amal sebuah masjid megah yang selalu ramai jamaah. Uang itu bukan untuk kesenangan, melainkan untuk membeli sebungkus nasi demi bertahan hidup.

Ironisnya, masjid tersebut berdiri anggun tepat di samping gubuk reyot tempat anak itu tinggal. Di tengah limpahan sedekah dan rutinitas ibadah, masih ada perut kecil yang kelaparan.

Dalam tidurnya, setelah menghabiskan nasi bungkus yang ia beli dari uang hasil curian itu, anak tersebut terlintas sebuah pertanyaan sederhana namun menghantam batin: “Siapakah yang paling berdosa di antara mereka, ya Tuhan?”

Peristiwa ini tidak bisa dilihat semata sebagai tindakan kriminal. Lebih dari itu, ini adalah potret kegagalan empati sosial.

Jika sebuah masjid memiliki kas yang penuh, jamaah yang melimpah, dan bangunan yang megah, namun di sekitarnya masih ada anak yatim yang kelaparan, maka persoalannya bukan hanya hukum—melainkan moral kolektif. Anak itu memang bersalah karena mencuri. Namun ia tidak sedang rakus. Ia sedang lapar.

Sementara di sisi lain, ada kemungkinan sebagian jamaah merasa telah menunaikan kewajiban hanya dengan shalat dan sedekah simbolik, tanpa benar-benar peduli siapa yang hidup di sekeliling mereka.

Fenomena ini menyingkap realitas yang kerap luput disadari: Ada sedekah yang diberikan sambil dipamerkan, ada ibadah yang rajin namun minim kepedulian, ada masjid yang megah secara fisik, tapi miskin empati. Kesalehan yang berhenti pada ritual, tanpa kepedulian sosial, berisiko melahirkan ketimpangan.

Bahkan, dosa yang dibungkus ibadah sering kali lebih berbahaya, karena tidak terasa sebagai kesalahan.

Zakat, infak, dan sedekah sejatinya bukan sekadar pelengkap pahala, melainkan instrumen keadilan sosial. Ketika fungsi itu gagal dijalankan, maka rumah ibadah kehilangan makna substansialnya.

Baca Juga :  Kitfess Basika MAN 1 Malang Tampilkan Eksotisme Budaya Jawa Timur, Perkuat Prestasi Akademik dan Seni Pelajar

Kisah anak yatim piatu ini seharusnya menjadi alarm bagi semua pihak.

Bukan untuk membenarkan pencurian, tetapi untuk mengingatkan bahwa kemiskinan ekstrem adalah kegagalan bersama.

Pertanyaannya kini bukan lagi soal siapa yang paling berdosa, melainkan: Di posisi mana kita berdiri dalam cerita ini?

Apakah kita merasa aman karena tidak mencuri, padahal membiarkan kelaparan di sekitar kita?

Apakah kita merasa cukup dengan ibadah, namun lupa bahwa kepedulian adalah perintah? Karena bisa jadi, anak itu mencuri karena lapar, sementara kita berdosa karena kenyang tapi lupa berbagi.

Penulis artikel: Ketua Komunitas Noto Roso Tumpang Malang, Habib Abdullah Bin Idrus Bin Agil Assegaf.

Penulis : nes

Berita Terkait

Menelisik Anggaran Perjalanan Dinas DPRD Kabupaten Malang: Antara Kebutuhan, Efisiensi, Dan Diamnya APH
Peringati Hari Kucing Sedunia 8 Agustus, Masyarakat Diajak Peduli Kesejahteraan Kucing Jalanan
Mini Kompetisi E-katalog v.6 Mulai Diterapkan di Kabupaten Malang, Proyek Konstruksi Masuk Persaingan Ketat
Seleksi JPTP Kabupaten Malang: Ujian Sistem Merit di Tengah Isu “Titipan” dan Resistensi Internal OPD
Seleksi Terbuka JPT Pratama Pemkab Malang 2026: Hentikan Sandiwara, Bongkar Mafia Jabatan Jika Masih Ada
Red Valley Tunjukkan Kelasnya di MCC Melalui Lagu Marah Hingga Merah
Angkat Isu Korupsi dan Ketidakadilan, Teater Hitam Putih FEB UM sajikan Drama berjudul “Tangis”
Melodi Penuh Kesedihan : Eastcape di Dalbo Fest 2024

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:22 WIB

BNNK Gelar Sosialisasi Bahaya Narkoba Bentuk Sinergitas Jogo Tulungagung

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:12 WIB

Banjir Rob Pantai Sidem Tulungagung, 4 Rumah Warga Terdampak

Selasa, 11 Agustus 2026 - 14:55 WIB

Kapolres Pasuruan Berikan Klarifikasi Pasca Insiden Pengerusakan Mapolsek Sukorejo Oleh Kelompok Massa

Selasa, 11 Agustus 2026 - 09:50 WIB

Miris! Seorang Pria Tewas Kesetrum di Kandang Ayam

Senin, 10 Agustus 2026 - 23:10 WIB

Parade Sound Horeg Gambiran STOP Jam 10 Malam Wajib Berhenti

Senin, 10 Agustus 2026 - 22:29 WIB

Kapolresta Banyuwangi Beri Penghargaan Kepada Personel Berprestasi

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:09 WIB

Akibat Gagal Mendahului Mobil MBG Seruduk Truk Fuso

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:33 WIB

Polres Malang Pastikan Kawasan Jemplang Aman Dihari Ke Tujuh Karhutla

Berita Terbaru

Rumah warga daerah pesisir pantai Sidem yang terkena banjir rob (Foto: Hanik pendoposatu.id)

Daerah

Banjir Rob Pantai Sidem Tulungagung, 4 Rumah Warga Terdampak

Selasa, 11 Agu 2026 - 18:12 WIB

Bupati Malang, HM Sanusi di dampingi Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka foto bersama dengan 34 anggota Pramuka sebelum berangkat ke bumi perkemahan Cibubur (Foto: Seno pendoposatu.id)

Kabupaten Malang

34 Pramuka Kabupaten Malang Siap Tunjukkan Kemampuan di Jamnas XII Cibubur

Selasa, 11 Agu 2026 - 12:48 WIB