Pengajian Bernuansa Sehat, Cara Klinik Madinah dan Muslimat NU Layani Warga Pujon

- Redaksi

Minggu, 28 Desember 2025 - 13:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket foto. Salah satu kegiatan wujud kolaborasi antara Muslimat NU dan RS Madinah Pujon berubah pengajian sehat

Ket foto. Salah satu kegiatan wujud kolaborasi antara Muslimat NU dan RS Madinah Pujon berubah pengajian sehat

Spread the love

 

Malang, pendoposatu.id – Upaya mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat dilakukan dengan cara yang tidak biasa oleh Klinik Madinah Pujon bersama Muslimat Nahdlatul Ulama (NU). Melalui pengajian rutin bulanan, dua lembaga ini menyatukan kegiatan keagamaan dengan pemeriksaan kesehatan sederhana bagi jemaah, khususnya kalangan lanjut usia di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.

Pendekatan ini dipilih untuk menjawab persoalan klasik di masyarakat, yakni masih rendahnya minat sebagian warga, terutama lansia, untuk memeriksakan kondisi kesehatannya ke fasilitas layanan formal dengan kemasan majelis dan kebersamaan, layanan kesehatan justru hadir lebih dekat dan bersahabat.

Staf Ahli Klinik NU Madinah Pujon, Ulamai Soikodin, menjelaskan bahwa inisiatif tersebut berangkat dari komitmen struktural Nahdlatul Ulama yang mendorong setiap Majelis Wakil Cabang (MWC) memiliki perhatian serius terhadap sektor kesehatan. Dari sinilah sinergi antara Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) dan Muslimat NU di tingkat kecamatan dibangun secara berkelanjutan.

“Pengajian bulanan Muslimat NU kami manfaatkan sebagai ruang pelayanan kesehatan dasar. Setiap pertemuan selalu ada pengecekan tensi dan berat badan, sementara pemeriksaan lain seperti gula darah dilakukan pada waktu tertentu,” ujarnya di RS NU Madinah Pujon, Minggu (28/12/2025).

Rangkaian kegiatan biasanya dimulai dengan istighotsah yang dipimpin Muslimat NU dari ranting setempat, setelah pengajian, para jemaah mengikuti pemeriksaan kesehatan, lalu ditutup dengan senam lansia ringan yang disesuaikan dengan kemampuan peserta. Seluruh kegiatan digelar di masjid-masjid secara bergilir agar mudah diakses masyarakat.

Program ini dilaksanakan secara konsisten dengan siklus sekitar 40 hari. Dalam satu tahun, kegiatan berlangsung sekitar 10 kali pertemuan selama 10 bulan. Beberapa pertemuan melibatkan tenaga kesehatan dari luar sebagai upaya pemerataan layanan dan peningkatan kualitas pendampingan medis.

Menurut Ulamai, peserta kegiatan mayoritas adalah anggota Muslimat NU se-Kecamatan Pujon dengan fokus utama para lansia. Melalui pola ini, layanan kesehatan diharapkan mampu melengkapi peran puskesmas, bukan menggantikannya.

“Banyak lansia yang awalnya enggan periksa, akhirnya mau datang karena merasa nyaman. Mereka datang untuk pengajian, pulangnya sudah tahu kondisi kesehatannya,” katanya.

Program kolaboratif ini telah berjalan sekitar lima tahun dan diprakarsai langsung oleh ibu-ibu Muslimat NU. Pada awal pelaksanaan, jumlah peserta masih terbatas sekitar 100 orang, namun terus bertambah seiring meningkatnya kepercayaan masyarakat.

Dari sisi fasilitas, Klinik Madinah Pujon memiliki perjalanan panjang. Berdiri sejak 1994 sebagai balai pengobatan sederhana, klinik ini berkembang menjadi fasilitas kesehatan dengan layanan rawat inap. Pada 2024, Klinik Madinah resmi dihibahkan dan berada di bawah naungan NU, tanpa menghentikan program pelayanan yang sudah berjalan sebelumnya.

Saat ini, Klinik Madinah Pujon memiliki 10 tempat tidur rawat inap yang terbagi dalam kelas VIP, Kelas I, dan Kelas II. Keberadaannya menjadi penopang layanan kesehatan masyarakat Pujon, terutama bagi warga Nahdliyin.

Ke depan, sinergi Klinik Madinah dan Muslimat NU diharapkan tidak hanya berhenti pada pemeriksaan kesehatan dasar. Pengembangan layanan kesehatan lain yang lebih komprehensif direncanakan sesuai kebutuhan jemaah dan masyarakat umum, seiring semakin kuatnya peran NU dalam bidang sosial dan kesehatan di tingkat akar rumput.

Penulis : nes

Berita Terkait

Ratusan Hewan Peliharaan di Banyuwangi Divaksin Rabies Gratis
Samsat Kepanjen Jemput Bola, Warga Malang Selatan Didorong Taat Pajak Kendaraan
Walikota Blitar Siapkan Skema Baru Dana Olahraga, Hibah Tak Lagi Lewat KONI
Viral Menu MBG Ramadan di Malang, DPRD Soroti Dugaan Harga di Bawah Rp8 Ribu dan Kualitas Gizi Dipertanyakan
Perkuat Gizi Anak dan Tekan Stunting, Pemkab Malang Resmikan Dapur MBG di Kalipare
Sepak Bola Persahabatan Antar Instansi Pererat Kebersamaan di Kabupaten Malang
Terseret Arus Sungai, Warga Kasembon Malang Tewas Terjepit Pintu Air DAM Kali Manten
Derita Preeklampsia Parah, Warga Kepanjen Kabupaten Malang Terancam Kehilangan Penglihatan, Butuh Uluran Tangan

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 20:37 WIB

Peringati HUT Pasuruan Desa Oro-oro Ombo Kulon Gelar Karnaval Budaya

Sabtu, 26 September 2026 - 00:20 WIB

Reses Saifudin Zuhri Serap Aspirasi Masyarakat Lewat Pendidikan

Jumat, 25 September 2026 - 20:02 WIB

Pembangunan Pasar Karangploso Kajian Dari Disperindag Sampai Persetujuan Bupati Malang

Jumat, 25 September 2026 - 19:39 WIB

Tujuh Penari Gandrung Hiasi Perjalanan Kereta Api Sangkuriang Menuju Banyuwangi

Jumat, 25 September 2026 - 18:11 WIB

‎HUT Pasuruan KORMI Gelar Senam Bersama di Taman Candra Wilwatikta

Jumat, 25 September 2026 - 17:18 WIB

Ketum JMSI Dukung Penuh HPN 2027

Jumat, 25 September 2026 - 17:01 WIB

Dinas Pertanian dan Pangan Gelar Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan ‘Gizi Untuk Banyuwangi’

Jumat, 25 September 2026 - 14:08 WIB

Polsek Muncar Terjunkan Personel Guna Amankan Kejurwil X Pagar Nusa

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page