Malang, pendoposatu.id – Pemerintah Kabupaten Malang menegaskan komitmennya dalam melindungi perempuan dan anak melalui penekanan angka pernikahan dini serta pencegahan stunting. Komitmen tersebut disampaikan Bupati Malang, H.M Sanusi saat menghadiri puncak Peringatan Hari Ibu ke-97 bertema “Perempuan Berdaya dan Berkarya, Menuju Indonesia Emas 2045” di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Senin (22/12/2025).
Bupati Malang, H.M Sanusi, menekankan peran strategis kaum ibu sebagai pendidik pertama dalam keluarga sekaligus penjaga masa depan generasi bangsa.
“Kami mengajak para ibu untuk terus menjaga dan mendampingi putra-putrinya agar tumbuh menjadi generasi terbaik dan terhindar dari pernikahan usia dini,” ujar Bupati Sanusi.
Bupati mengungkapkan, angka pernikahan dini di Kabupaten Malang masih menjadi tantangan serius meski menunjukkan tren penurunan. Saat ini tercatat sekitar 600 kasus, menurun dibanding tahun sebelumnya.
“Tahun 2024 jumlah pernikahan dini mencapai 800 kasus. Tahun ini turun menjadi 600 dan kami menargetkan penurunan bertahap hingga nol pada akhir 2026,” tegas Sanusi.
Menurutnya, pada 2025 angka tersebut ditargetkan turun 200 kasus, kemudian kembali berkurang 200 kasus pada 2026 sehingga target akhir nol pernikahan dini dapat tercapai melalui kolaborasi semua pihak.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Malang, Arbani Mukti Wibowo, menyoroti pentingnya penyediaan ruang laktasi di fasilitas publik sebagai bagian dari strategi menekan angka stunting.
“Penyediaan ruang laktasi sangat penting agar ibu dapat memberikan ASI eksklusif. Ini menjadi salah satu kunci pencegahan stunting menuju Indonesia Emas 2045,” jelas Arbani.
Ia menyebutkan, Pemkab Malang telah mewajibkan penyediaan ruang laktasi di lima pasar rakyat, yakni Pasar Tumpang, Dampit, Sumedang, Karangkoso, dan Wajak. Selain pasar, pihaknya juga mendorong perusahaan dan tempat wisata yang mempekerjakan banyak perempuan untuk menyediakan fasilitas serupa.
“Ruang laktasi bukan sekadar fasilitas tambahan, tetapi kebutuhan dasar bagi ibu dan anak,” katanya.
Arbani memastikan, seluruh ruang laktasi di lima pasar tersebut telah selesai dibangun dan ditargetkan mulai beroperasi 1 Januari 2026, setelah proses serah terima administrasi dari kontraktor kepada pemerintah daerah rampung.
Melalui momentum Hari Ibu ke-97, Pemkab Malang berharap penguatan peran perempuan dapat mendorong terwujudnya generasi yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.
Hadir pada acara puncak peringatan Hari Ibu ke 97, Sekretaris Daerah, Budiar Anwar, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Malang Anis Zaidah Sanusi, perwakilan Forkopimda, OPD, Camat dan perwakilan Kepala Desa.
Penulis : nes











