MALANG, pendoposatu.id– Pembangunan bukan sekadar membangun infrastruktur saja melainkan mampu memberikan manfaat yang lebih baik, lebih maju, adil dan sejahtera untuk menciptakan perubahan perekonomian masyarakat yang maju dan madani. Sebab ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia) merupakan kumpulan para cendekiawan yang mampu melakukan perubahan tersebut.
Ketua ICMI Orwil Jawa Timur, Pitono Nugroho dalam Pelantikan Pengurus ICMI Orda Kabupaten Malang, Periode 2026-2031, di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Sabtu (3 Oktober 2026). Dalam sambutannya ia berharap ICMI Kabupaten Malang dapat berperan lebih baik, melalui inovasi terbaru mengingat potensi kabupaten sangat besar. Dari sektor pertanian, perkebunan maupun pariwisata dengan berbagai pantai yang dimiliki.
“Kabupaten Malang yang memiliki tiga puluh ribu hektare tanah. Mampu menghasilkan ratusan juta dari hasil pertanian. Dari pengolahan padi hingga pemanfaatan olahan jerami yang bisa dijadikan etanol. Ini peluang yang bagus dan bisa dikembangkan. Saat ini potensi dari bioetanol mencapai delapan ratus miliar per tahun,” katanya.
Jika semua hasil jerami dari sektor pertanian digarap maksimal, maka potensi pendapatan akan lebih besar. Ditambah hasil perkebunan buah-buahan musiman yang hasilnya menjanjikan untuk perbaikan ekonomi masyarakat setempat. Harapan tersebut disampaikan karena ada dua pengusaha yang dilantik sebagai anggota ICMI Kabupaten Malang.
“Untuk pemanfaatan wilayah pantai harus lebih dioptimalkan, karena kita ketahui wilayah garis pantai yang panjang dan panorama alam yang indah pantai di malang dekat tidak kalah dengan panti di luar negeri” ujarnya.
Ia membandingkan di Malaysia, dimana turis asal Arab Saudi sering berlibur ke Malaysia, pada setiap musim haji tiba. Malang selatan bisa kita kembangkan dengan inovasi dan teknologi, nantinya para cendekiawan muda mampu menarik wisatawan itu datang ke Indonesia, Kabupaten Malang khususnya. Dengan begitu mampu mendongkrak sektor pariwisata dan meningkatkan perekonomian.
“Saya berharap, jangan berhenti sebagai pengurus, jadilah penggerak. Jangan jadi saksi perubahan, jadilah aktor perubahan,” katanya.
Sementara, Ketua Orda ICMI Kabupaten Malang, Makhrus Sholeh menyampaikan, saat ini organisasi yng dipimpinnya memiliki tiga agenda kerja utama. Membumikan ilmu pengetahuan dengan mengoptimalkan hasil pertanian, peningkatan sumberdaya manusia, serta kolaborasi dan strategi pemberdayaan ekonomi kerakyatan, melalui peningkatan mutu UMKM.
“Saat ini saya sedang mengembangkan perkebunan durian. Hasilnya sangat menjanjikan, bisa panen berulang-ulang sekali tanam. Saya sudah melakukan kolaborasi dengan petani sekitar untuk pengembangan usaha bersama,” katanya saat dikonfirmasi awak media.
Selain mengembangkan perkebunan durian, ia juga mengembangkan kebun alpukat. Jenis buah tropis bernilai ekonomi tinggi yang banyak diminati di manca negara. Bentuk kerjasama dilakukan dengan penanaman pohon di kampung-kampung yang memiliki lahan kosong. Kegiatan ini melibatkan seluruh lapisan masyarakat.
Ia juga menyampaikan, sejauh ini Kabupaten Malang, salah satu wilayah lumbung pangan nasional yang hasil panennya mampu menyuplai daerah lain. Seperti beras, sayur dan buah.
“Dengan kolaborasi ini, kita ingin pengurus dan anggota bisa memberi masukan nyata. Selama ini kita sudah bekerja sama dengan pihak pemerintah kabupaten, kepolisian, kampus, tokoh masyarakat dan masih banyak lagi”ungkapnya. (Dir)












