KOTA MALANG, pendoposatu — Kavacha Attorneys at Law turut ambil bagian dalam Brawijaya Jurist Career Expo 2026 yang diselenggarakan di Widyaloka Building, Universitas Brawijaya, Kota Malang, Senin (24 Agustus 2026).
Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari komitmen Kavacha Attorneys at Law untuk membangun koneksi yang lebih dekat dengan mahasiswa hukum sekaligus membuka ruang dialog mengenai perkembangan profesi hukum, kebutuhan industri, serta peluang karier bagi generasi muda di bidang hukum.
Brawijaya Jurist Career Expo 2026 mempertemukan mahasiswa dan lulusan bidang hukum dengan berbagai institusi serta organisasi profesional. Bagi Kavacha Attorneys at Law, momentum tersebut tidak sekadar menjadi ajang memperkenalkan firma, tetapi juga kesempatan untuk bertukar perspektif dengan calon-calon profesional hukum mengenai bagaimana profesi advokat berkembang di tengah perubahan dunia bisnis dan teknologi.
Managing Partner Kavacha Attorneys at Law, Shendy Prasetyo, S.H., M.H., CPM., CIRP., CIRM, menilai bahwa “perkembangan profesi hukum tidak dapat dilepaskan dari kualitas sumber daya manusia yang akan mengisinya” katanya saat ditemui oleh awak media, Senin (24 Agustus 2026).
Mas Sendy sapaan akrabnya meneruskan, generasi muda hukum perlu dipersiapkan bukan hanya untuk memahami norma, tetapi juga mampu membaca persoalan secara strategis, membangun argumentasi, memahami risiko, serta memiliki keberanian mengambil keputusan hukum.
“Dunia hukum membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan menghafal peraturan. Seorang profesional hukum harus mampu memahami persoalan, menyusun strategi, mempertahankan argumentasi, dan mengambil keputusan dengan konsekuensi yang jelas,” ujar Shendy dalam kegiatan tersebut.
Kavacha Attorneys at Law sendiri mengembangkan praktik hukum dengan pendekatan strategic counsel dan decisive action, dengan perhatian pada bidang litigation and dispute resolution, criminal law, corporate and commercial law, legal advisory, serta employment and industrial relations.
Pendekatan tersebut menjadi salah satu perspektif yang diperkenalkan kepada mahasiswa dalam Brawijaya Jurist Career Expo 2026, bahwa profesi hukum tidak berhenti pada kemampuan memberikan pendapat hukum, tetapi juga menuntut kemampuan untuk memahami kepentingan klien, memetakan risiko, dan menentukan langkah hukum yang paling tepat.
Bukan Sekadar Mencari Pekerjaan
Di tengah kompetisi dunia kerja yang semakin dinamis, mahasiswa hukum menghadapi tantangan untuk membangun kompetensi yang relevan dengan kebutuhan profesi. Karena itu, career expo menjadi ruang penting untuk mempertemukan dunia pendidikan dengan praktik profesional.
Kavacha melihat bahwa mahasiswa hukum perlu memperoleh gambaran yang lebih realistis mengenai dunia profesi. Pengalaman akademik merupakan fondasi, tetapi kemampuan analisis, komunikasi, legal reasoning, drafting, negotiation, advocacy, dan problem solving menjadi faktor penting ketika memasuki praktik hukum.
Dalam konteks tersebut, kehadiran firma hukum di lingkungan kampus juga memiliki arti strategis. Mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana ilmu hukum diterapkan untuk menangani persoalan konkret yang dihadapi individu maupun badan usaha. Ada adagium hukum yang berbunyi “Ubi societas ibi ius” di mana ada masyarakat, di situ ada hukum.
Adagium tersebut menunjukkan bahwa hukum selalu bergerak mengikuti dinamika masyarakat. Demikian pula profesi hukum. Perubahan teknologi, model bisnis, perkembangan ekonomi, hingga munculnya bentuk-bentuk sengketa baru menuntut profesi hukum untuk terus beradaptasi.
Karena itu, regenerasi profesi hukum bukan sekadar persoalan pergantian generasi. Ia merupakan proses memastikan bahwa profesi hukum tetap memiliki kapasitas untuk menjawab persoalan zaman.
Membangun Generasi Profesional Hukum
Bagi Kavacha Attorneys at Law, hubungan antara firma hukum dan institusi pendidikan tidak semestinya berhenti pada kegiatan rekrutmen. Lebih jauh, hubungan tersebut dapat menjadi bagian dari ekosistem pengembangan profesi hukum melalui pertukaran pengetahuan, diskusi mengenai praktik hukum, pengenalan dunia kerja, hingga pemberian ruang bagi mahasiswa untuk memahami karakter profesi secara lebih dekat.
Keterlibatan dalam Brawijaya Jurist Career Expo 2026 menjadi salah satu langkah Kavacha untuk membangun konektivitas tersebut. Di tengah perubahan lanskap profesi hukum, firma hukum juga dituntut untuk memiliki perspektif yang lebih terbuka terhadap generasi muda.
Talenta hukum masa kini tumbuh dalam lingkungan yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Mereka berhadapan dengan teknologi digital, artificial intelligence, kompleksitas transaksi bisnis, serta bentuk-bentuk kejahatan dan sengketa yang semakin sophisticated.
Hal tersebut membuat profesi advokat membutuhkan kombinasi antara legal knowledge, analytical thinking, technological awareness, strategic thinking, dan professional integrity.
Sebagaimana adagium klasik “Fiat justitia ruat caelum” — keadilan harus ditegakkan sekalipun langit runtuh — profesi hukum pada akhirnya tetap memiliki satu fondasi utama: keberanian untuk memperjuangkan hukum dan keadilan.
Namun, keberanian tersebut harus berjalan bersama kompetensi. Kavacha Attorneys at Law memandang bahwa generasi baru profesi hukum perlu dibentuk dengan keseimbangan antara keduanya: kompeten dalam keilmuan, tajam dalam analisis, strategis dalam bertindak, dan berintegritas dalam menjalankan profesi.
Melalui partisipasinya dalam Brawijaya Jurist Career Expo 2026, Kavacha tidak hanya memperkenalkan peluang karier di dunia firma hukum, tetapi juga membawa pesan bahwa masa depan profesi hukum dibangun mulai dari ruang-ruang pertemuan antara kampus, dunia profesi, dan generasi muda.(Red)












