MALANG, pendoposatu.id – Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang mengeksekusi sejumlah program perbaikan jalan secara berkala setiap tiga bulan sekali, Guna memaksimalkan penyerapan anggaran dan mencegah menumpuknya pekerjaan langkah ini diambil sebagai komitmen Pemkab Malang memprioritaskan kelayakan infrastruktur.
Dalam menyukseskan perbaikan infrastruktur jalan di wilayah kabupaten Malang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui DPUBM telah menyiapkan anggaran pemeliharaan jalan sebesar Rp.50 miliar di tahun 2026 ini. Kepala DPUBM Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi Kusuma, mengatakan bahwa “alokasi dana tersebut difokuskan untuk menjaga kemantapan jalan, langkah ini bertujuan mencegah penurunan kondisi infrastruktur di wilayah setempat” katanya, Kamis (9 Juli 2026) saat dikonfirmasi via telpon.
“Anggaran sebesar Rp.50 miliar dialokasikan untuk mempertahankan kondisi jalan agar tetap mantap, penanganan kami lakukan secara bertahap sesuai titik kerusakan, baik kategori ringan, sedang, maupun berat’ tambah, Oong sapaan akrabnya. Berdasarkan data DPUBM, target pemeliharaan jalan tahun ini mencapai 1.641,62 kilometer, dari jumlah itu sekitar 80 persen di antaranya dalam kondisi mantap, sedangkan 20 persen sisanya atau sepanjang 328,32 kilometer dalam kondisi rusak.
Oong menjelaskan bahwa “progres perbaikan 15 ruas jalan strategis di wilayah Kabupaten Malang terus menunjukkan tren positif melalui metode pelapisan ulang aspal (hotmix). Beberapa titik tersebut meliputi Jalan Kendalpayak-Kepanjen, Krebet-Wajak, Gondanglegi-Clumprit, Pakisaji-Karangduren, Gampingan-Dempok, Banjararum, serta Kepuharjo sampai batas Kota Malang”jelasnya.
Sementara untuk pemeliharaan rutin Sapu Lubang (Salob), pihaknya telah menyisir 35 ruas jalan. Ruas itu mencakup Jalur Lingkar Barat (Jalibar) Kepanjen, Jalan Banjarejo-Sengguruh, Jalan Dampit-Srimulyo, Jalan Sumbersuko-Tumpang, dan Jalan Sukodono-Pantai Sidoasri, melalui perbaikan dan pemeliharaan rutin ini, kami berharap dapat mempermudah mobilitas pengguna jalan sekaligus menekan angka kecelakaan lalu lintas,” imbuh Oong.
Selain fokus memperbaiki jalan yang ada, Pemkab Malang juga mengawal proyek strategis nasional di Jalur Lingkar Selatan (JLS). Pembangunan di kawasan ini tidak hanya mencakup pelebaran dan peningkatan kualitas jalan, tetapi juga pembuatan sistem drainase, jembatan, hingga penerangan jalan umum (PJU). Proyek prioritas JLS yang digarap sejak Mei 2026 ditarget rampung Desember 2026. Jalur ini dinilai vital untuk interkoneksi, mendongkrak ekonomi warga, dan meningkatkan PAD dari pariwisata. “Fokus utama proyek ini untuk mendukung aksesibilitas menuju kawasan Pantai Malang Selatan, kami optimistis proyek rampung akhir tahun ini,” tutupnya.(Dir)
Penulis : Dir
Editor : Redaksi










