Dinkes Kabupaten Malang Catat 140.137 Balita Ditimbang, Stunting Turun 0,67 Persen pada Februari 2026

- Redaksi

Jumat, 10 April 2026 - 09:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg. Wiyanto Wijoyo, M.M.Kes (Foto: Seno pendoposatu.id)

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg. Wiyanto Wijoyo, M.M.Kes (Foto: Seno pendoposatu.id)

Spread the love

MALANG, pendoposatu.id – Sebanyak 140.137 balita di Kabupaten Malang mengikuti kegiatan Bulan Timbang Februari 2026 yang menjadi dasar pemantauan status gizi anak secara berkala. Dari hasil rekapitulasi tersebut, prevalensi stunting tercatat 5,85 persen, mengalami penurunan 0,67 persen dibandingkan hasil Bulan Timbang Agustus 2025 yang berada di angka 6,52 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg. Wiyanto Wijoyo, menegaskan bahwa penurunan tersebut menunjukkan adanya progres positif dalam upaya percepatan penanganan stunting yang dilakukan secara terpadu melalui layanan kesehatan, posyandu, serta edukasi gizi kepada masyarakat.

“Jumlah balita yang ditimbang pada Bulan Timbang Februari 2026 mencapai 140.137 anak. Dari hasil tersebut, prevalensi stunting berada pada angka 5,85 persen, turun 0,67 persen dibandingkan Agustus 2025 yang mencapai 6,52 persen,” ujar drg. Wiyanto Wijoyo, Jumat (10 April 2026).

Selain stunting, Dinas Kesehatan Kabupaten Malang juga mencatat indikator status gizi lainnya, yakni wasting sebesar 3,81 persen dan underweight sebesar 6,58 persen. Kedua indikator tersebut menjadi perhatian penting karena berkaitan langsung dengan kondisi kesehatan dan tumbuh kembang balita.

Wasting atau gizi kurang merupakan kondisi balita dengan berat badan menurut tinggi badan berada di bawah -2 standar deviasi (SD), yang menandakan adanya kekurangan gizi akut. Kondisi ini memerlukan intervensi cepat agar tidak berdampak pada gangguan pertumbuhan.

Sementara itu, underweight atau berat badan kurang adalah kondisi balita dengan berat badan menurut usia berada di bawah -2 standar deviasi (SD). Indikator ini menggambarkan adanya masalah gizi yang dapat bersifat jangka pendek maupun jangka panjang.

“Bulan Timbang menjadi instrumen penting untuk mengetahui kondisi riil status gizi balita, sehingga intervensi dapat dilakukan secara tepat sasaran dan berkelanjutan,” tegas drg. Wiyanto Wijoyo.

Program pemantauan pertumbuhan balita melalui Bulan Timbang merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam menekan angka stunting secara konsisten. Data yang dihasilkan digunakan sebagai dasar evaluasi program kesehatan, peningkatan layanan gizi, serta penguatan edukasi kepada keluarga mengenai pentingnya pemenuhan nutrisi seimbang.

Dengan tren penurunan sebesar 0,67 persen, Pemerintah Kabupaten Malang optimistis capaian ini dapat terus ditingkatkan melalui sinergi lintas sektor, sehingga kualitas kesehatan anak semakin baik dan risiko stunting dapat ditekan secara berkelanjutan.(Nes)

Penulis : nes

Berita Terkait

Mantan Kapolri Resmi Jadi Tersangka Bersama Dua Jenderal Lainnya
Tanggung Jawab Publik Didahulukan, Abdul Qodir Justru Ingkar Janji di PN Kepanjen
Satgas Pangan Polres Pasuruan Pantau Harga Bapokting di Pasar Bangil Dan Pandaan
Jelang Sidang ke-2, Abdul Qadir Datangi Rumah Kades Tawangargo, Ada Apa?
Hari Strok Sedunia RSUD Bangil Gelar Edukasi Kesehatan Gratis
Peringati Hari Jadi ke-821 Warga Ikuti Senam Akbar Dan Bhakti Sosial
Kali Agir Dinormalisasi Hilangkan Sedimentasi Jelang Musim Hujan
Trans Jatim Koridor 2 Buka Jalur Baru Ekonomi Malang Selatan

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 00:19 WIB

Mantan Kapolri Resmi Jadi Tersangka Bersama Dua Jenderal Lainnya

Selasa, 3 November 2026 - 23:54 WIB

Tanggung Jawab Publik Didahulukan, Abdul Qodir Justru Ingkar Janji di PN Kepanjen

Selasa, 3 November 2026 - 23:38 WIB

Satgas Pangan Polres Pasuruan Pantau Harga Bapokting di Pasar Bangil Dan Pandaan

Selasa, 3 November 2026 - 13:10 WIB

Jelang Sidang ke-2, Abdul Qadir Datangi Rumah Kades Tawangargo, Ada Apa?

Senin, 2 November 2026 - 18:08 WIB

Hari Strok Sedunia RSUD Bangil Gelar Edukasi Kesehatan Gratis

Minggu, 1 November 2026 - 15:36 WIB

Golkar Tulungagung Hadirkan Ruang Bertemu Jodoh Lewat “Golek Garwo”

Minggu, 1 November 2026 - 12:28 WIB

Kali Agir Dinormalisasi Hilangkan Sedimentasi Jelang Musim Hujan

Minggu, 1 November 2026 - 12:14 WIB

Trans Jatim Koridor 2 Buka Jalur Baru Ekonomi Malang Selatan

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page