Malang, pendoposatu.id – Tragedi robohnya kandang ayam dua lantai di Dusun Pijiombo, Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, Selasa (24/2/2026), menelan dua korban jiwa dan menyebabkan tiga pekerja lainnya mengalami luka-luka. Insiden yang terjadi sekitar pukul 08.30 WIB itu kini dalam penyelidikan intensif aparat dari Polres Malang, jajaran Polda Jawa Timur.
Peristiwa nahas tersebut terjadi saat lima pekerja berada di dalam bangunan kandang untuk menjalankan aktivitas rutin. Tanpa tanda-tanda mencurigakan sebelumnya, struktur bangunan dua lantai dengan sistem penyangga kayu tiba-tiba runtuh. Material kayu dan rangka bangunan seketika ambruk dan menimpa para pekerja hingga sebagian terjebak di bawah puing-puing.
Dua korban meninggal dunia diketahui berinisial RH (24), warga Desa Tamanayu, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, serta TR (20), warga Desa Kromengan, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Keduanya diduga tertimbun material bangunan dan mengalami luka berat di bagian tubuh vital.
Sementara itu, tiga pekerja lainnya yakni Y (35), YF (31), dan RTS (31), seluruhnya warga Desa Wonosari, berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat meski mengalami luka. Mereka langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat guna mendapatkan perawatan medis.
Kasi Humas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, menegaskan bahwa aparat segera bergerak cepat melakukan pengamanan lokasi dengan memasang garis polisi untuk mencegah warga mendekat dan menghindari risiko tambahan.
“Kami sudah melaksanakan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan sejumlah saksi di lokasi untuk mengungkap penyebab pasti runtuhnya bangunan,” ujar Bambang, Selasa (24/2/2026).
Dari hasil penyelidikan awal, dugaan sementara mengarah pada faktor kelebihan beban pada konstruksi bangunan dua lantai yang menggunakan penyangga berbahan kayu. Namun demikian, pihak kepolisian belum menarik kesimpulan final dan masih mendalami kemungkinan adanya faktor teknis lain maupun unsur kelalaian.
Menurut Bambang, penyidik juga berkoordinasi dengan pihak terkait guna menelusuri aspek konstruksi, standar keamanan bangunan, serta sistem perencanaan kandang bertingkat tersebut.
Pemeriksaan menyeluruh dilakukan untuk memastikan apakah terdapat pelanggaran prosedur atau unsur pidana yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa.
“Penyelidikan masih terus kami dalami untuk memastikan ada tidaknya unsur pidana maupun kelalaian yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, proses investigasi masih berlangsung. Aparat memastikan seluruh fakta akan dibuka secara transparan setelah pemeriksaan teknis dan keterangan saksi rampung dilakukan.
Penulis : nes











