Malang, pendoposatu.id – Pelantikan Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Malang masa khidmat 2025–2029 menjadi momentum strategis konsolidasi organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama di tingkat daerah. Bertempat di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Minggu (15/02/2026).
Ratusan kader Ansor dan Banser, tokoh masyarakat, ulama, kiai, hingga pejabat daerah memadati lokasi pelantikan. Kehadiran Wakil Bupati Malang serta para mantan Ketua PC GP Ansor Kabupaten Malang menegaskan dukungan moral dan politik terhadap kepengurusan baru yang akan memimpin selama empat tahun ke depan.
Momentum ini bukan sekadar seremoni pergantian kepengurusan, melainkan titik awal penguatan peran strategis GP Ansor sebagai garda terdepan pemuda Nahdlatul Ulama dalam menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah dan keutuhan NKRI di Kabupaten Malang.
Dewan Penasihat Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Timur, H. Makhrus Sholeh, S.H., yang juga Ketua HKTI Kabupaten Malang, memberikan apresiasi tinggi atas soliditas yang ditunjukkan dalam pelantikan tersebut.
Menurut Makhrus, komposisi dukungan yang hadir mencerminkan kepemimpinan yang inklusif dan memiliki legitimasi kuat di internal maupun eksternal organisasi.
“Ini bagus sekali. Ansor Kabupaten Malang semakin solid, semakin bisa bersama-sama bersinergi dengan pemerintah, dengan para ulama, para kiai, serta panom-panom NU yang lain. Yang luar biasa lagi adalah bagaimana Ansor bisa benar-benar bermanfaat di tengah masyarakat. Ini yang paling penting,” tegas Makhrus saat diwawancarai media.
Ia menilai kehadiran tokoh masyarakat, jajaran pemerintah daerah, serta para senior dan mantan ketua Ansor menjadi bukti bahwa kepengurusan masa khidmat 2025–2029 mendapat dukungan penuh dari berbagai elemen.
“Saya sangat mengapresiasi. Para tokoh masyarakat datang, Ketua PC hadir, Wakil Bupati datang, para mantan ketua Ansor juga hadir semuanya. Artinya, semua support dan mendukung kepengurusan yang baru ini. Ini menunjukkan kepemimpinan yang luar biasa dan penuh harapan,” ujarnya.
Makhrus juga menegaskan bahwa tantangan organisasi ke depan tidak ringan. Di tengah dinamika sosial, ekonomi, dan keagamaan, GP Ansor dituntut tampil progresif, responsif, dan mampu menjadi solusi atas persoalan umat.
Ia mengingatkan agar jajaran pengurus baru tidak larut dalam euforia pelantikan, melainkan segera menyusun langkah konkret di lapangan.
“Segera action. Terus hadir di masyarakat, benar-benar bermanfaat di masyarakat. Jangan hanya berhenti pada pelantikan, tapi langsung bekerja dan mengabdi,” pesannya dengan tegas.
Lebih jauh, Makhrus mendorong penerapan prinsip perbaikan berkelanjutan dalam tata kelola organisasi. Ia menyinggung filosofi Kaizen yang menekankan evaluasi dan peningkatan kualitas secara konsisten.
“Tingkatkan perbaikan berkelanjutan. Organisasi harus selalu evaluasi, memperbaiki diri, dan berkembang agar semakin solid dan profesional,” jelasnya.
Pelantikan PC GP Ansor Kabupaten Malang 2025–2029 diharapkan menjadi awal kebangkitan baru organisasi kepemudaan ini. Dengan dukungan luas dari berbagai elemen, GP Ansor Kabupaten Malang diharapkan mampu memperkuat kaderisasi, membangun karakter pemuda, serta menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan berbasis nilai keislaman dan kebangsaan.
Komitmen untuk bergerak nyata, menjaga kekompakan, dan menghadirkan manfaat konkret bagi masyarakat menjadi kunci agar GP Ansor Kabupaten Malang tidak hanya kuat secara struktural, tetapi juga relevan dan berdampak langsung di tengah kehidupan umat.
Penulis : nes











