FPKSM Gelar Aksi di Depan Pabrik AQUA Gondang Wetan, Pertanyakan Sumber Air Dalam Kemasan Merk Aqua

- Redaksi

Kamis, 30 Oktober 2025 - 18:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dokumen foto FPKSM saat aksi didepan Pabrik Aqua Gondang Wetan

Dokumen foto FPKSM saat aksi didepan Pabrik Aqua Gondang Wetan

 

Pasuruan, pendoposatu.id– Aksi damai digelar oleh gabungan beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Lembaga Perlindungan Konsumen (LPK) yang tergabung dalam Forum Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat Pasuruan Raya (FPKSM).

Mereka melakukan unjuk rasa di depan pabrik air minum dalam kemasan merek AQUA yang berlokasi di Gondang Wetan, Kabupaten Pasuruan, Kamis (30/10/2025).

Aksi ini dipicu oleh kejadian inspeksi mendadak (sidak) yang sebelumnya dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, ke salah satu pabrik AQUA di Subang, Jawa Barat. Dalam sidak tersebut, menurut informasi yang beredar, sumber air pabrik bukan berasal dari mata air pegunungan seperti yang selama ini diasosiasikan oleh publik, melainkan dari sumur bor.

Temuan itu kemudian menyulut reaksi di berbagai daerah, termasuk Pasuruan, yang juga menjadi lokasi salah satu pabrik AQUA.

Para peserta aksi datang membawa spanduk dan poster, menuntut transparansi dan kejujuran perusahaan dalam menginformasikan asal-usul sumber air yang digunakan dalam produknya.

Mereka menilai, bahwa iklan-iklan komersial AQUA selama ini menggambarkan air berasal dari mata air pegunungan terpilih, sementara wilayah Gondang Wetan dan Winongan secara geografis tidak memiliki kawasan pegunungan.

“Kami datang untuk mempertanyakan dugaan penipuan informasi kepada konsumen. Di Winongan tidak ada gunung, tapi produk yang beredar justru menunjukkan logo dan citra sumber air pegunungan,” tegas Kusuma, salah satu ketua LPK, dalam orasinya.

Selain mempertanyakan sumber air, masa juga menyampaikan dugaan pelanggaran lain, Sugeng Samiadji, perwakilan dari FPKSM, menyoroti aktivitas distribusi logistik pabrik. Ia menyebutkan bahwa kendaraan angkutan perusahaan diduga mengangkut muatan melebihi kapasitas yang diizinkan, di jalur kelas III di wilayah Winongan.

“Kami memulai aksi ini dengan sosialisasi terkait penertiban angkutan ODOL dari Winongan hingga Banyu Biru, kemudian bergerak menuju gerbang perusahaan. Kami ingin aturan ditegakkan dan lingkungan tidak dirugikan,” ungkap Sugeng Samiadji .

Baca Juga :  Pondok Ramadhan MAN 1 Pasuruan 2026 Perkuat Karakter Religius Siswa Lewat Kajian Kitab hingga Khotmil Qur’an

Sementara itu, Muslim perwakilan dari LIRA (Lumbung Informasi Rakyat), menyatakan bahwa apabila benar sumber air berasal dari pengeboran tanah, maka hal tersebut dinilai sebagai bentuk pembodohan terhadap konsumen.

“Jika sumber air ternyata berasal dari pengeboran dan bukan mata air alami seperti yang mereka klaim, maka sikap kami jelas, perusahaan harus dihentikan operasinya. Ini bukan hanya soal bisnis, tetapi soal kejujuran kepada publik, bukan memperkaya diri,” kata Muslim.

Masa juga menyoroti dampak lingkungan jangka panjang yang berpotensi terjadi apabila eksploitasi air secara besar-besaran dilakukan melalui pengeboran.

Mereka menyatakan kekhawatiran bahwa aktivitas tersebut dapat mengurangi debit air tanah, menyebabkan kekeringan, hingga mempengaruhi sumber air warga sekitar.

“Kami akan melakukan aksi lagi Minggu depan dan menggerakkan masa lagi yang lebih banyak,* tandasnya.

sementara itu pihak manajemen AQUA Gondang Wetan belum memberikan keterangan resmi atau klarifikasi terkait tuntutan masa aksi dan pertanyaan mengenai sumber air yang digunakan dalam produksi. (dul)

Penulis : Dul

Berita Terkait

Viral Menu MBG Ramadan di Malang, DPRD Soroti Dugaan Harga di Bawah Rp8 Ribu dan Kualitas Gizi Dipertanyakan
Perkuat Gizi Anak dan Tekan Stunting, Pemkab Malang Resmikan Dapur MBG di Kalipare
Sepak Bola Persahabatan Antar Instansi Pererat Kebersamaan di Kabupaten Malang
Terseret Arus Sungai, Warga Kasembon Malang Tewas Terjepit Pintu Air DAM Kali Manten
Derita Preeklampsia Parah, Warga Kepanjen Kabupaten Malang Terancam Kehilangan Penglihatan, Butuh Uluran Tangan
Cuaca Ekstrem Hambat Penerbangan, Pesawat Batik Air Ditumpangi KH Habib Mustofa Gagal Mendarat di Juanda Surabaya
SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo Resmi Terapkan ISO 21001:2018, Perkuat Tata Kelola Pendidikan Vokasi Berstandar Internasional
Sekda Malang: LP Ma’arif NU Harus Berdaya dan Berdampak Nyata

Berita Terkait

Sabtu, 21 Maret 2026 - 04:00 WIB

Arus Mudik Malang Terkendali, Satlantas Pastikan Siaga Penuh dan Antisipasi Puncak Arus Balik

Jumat, 20 Maret 2026 - 17:46 WIB

Arus Mudik Masih Tinggi, Polres Malang Perkuat Siaga di Pintu Tol Jelang Puncak Pergerakan Kendaraan

Rabu, 18 Maret 2026 - 05:33 WIB

Rampcheck Ketat Jelang Mudik Lebaran 2026, Satlantas Polres Malang Pastikan Bus dan Sopir Laik Jalan

Minggu, 15 Maret 2026 - 11:59 WIB

Polres Malang Siagakan 8 Pos Pengamanan dan Pelayanan Mudik Lebaran 2026

Sabtu, 7 Maret 2026 - 10:39 WIB

Pria Ngaku Polisi Rampas Mobil di Tumpang, Pelaku Ditangkap di Singosari

Kamis, 5 Maret 2026 - 20:47 WIB

Polres Malang Buka Penitipan Kendaraan Gratis Selama Mudik Lebaran 2026

Minggu, 1 Maret 2026 - 17:18 WIB

Jual Honda Scoopy Curian via Marketplace, Satreskrim Polres Malang Ringkus Pelaku Saat COD

Rabu, 25 Februari 2026 - 12:21 WIB

Polsek Pakis Tangani Penemuan Mayat Pria Tergantung di Makam Saptorenggo

Berita Terbaru