Krisis Murid di SDN 1 Pulungdowo Terbuka, Bupati Malang Tegaskan Sekolah di Bawah Standar Siap Digabung

- Redaksi

Senin, 26 Januari 2026 - 20:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket foto. Bupati Malang, H.M Sanusi saat melihat langsung kondisi dan situasi di SDN 1 Pulungdowo, Kecamatan Tumpang

Ket foto. Bupati Malang, H.M Sanusi saat melihat langsung kondisi dan situasi di SDN 1 Pulungdowo, Kecamatan Tumpang

Spread the love

 

Malang, pendoposatu.id — Kondisi SDN 1 Pulungdowo, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, menjadi sorotan serius setelah terungkap hanya memiliki 51 siswa. Jumlah tersebut jauh di bawah ambang ideal dan menempatkan sekolah tersebut dalam daftar prioritas kebijakan penggabungan (merger) sekolah dasar.

Fakta itu mencuat saat Bupati Malang Drs. HM Sanusi, MM melakukan inspeksi langsung ke sejumlah satuan pendidikan di Kecamatan Tumpang, Senin (26/1/2026). Kunjungan tersebut sekaligus menegaskan sikap Pemkab Malang terhadap sekolah-sekolah yang dinilai tidak lagi efisien secara sistem pendidikan.

Bupati Sanusi menyatakan secara tegas bahwa sekolah dasar dengan jumlah siswa kurang dari 60 orang tidak bisa dibiarkan berjalan tanpa penataan ulang.

“Sekolah dengan murid minim harus ditata. Merger menjadi opsi yang rasional, tentu dengan kajian teknis dan sosial,” tegasnya.

Ia menambahkan, penggabungan sekolah akan mempertimbangkan dampak langsung terhadap peserta didik, termasuk jarak tempuh, akses transportasi, serta kesiapan fasilitas sekolah penerima.

Ironisnya, di tengah sorotan kebijakan tersebut, pihak SDN 1 Pulungdowo memilih bungkam. Kepala sekolah setempat enggan memberikan pernyataan kepada awak media terkait minimnya jumlah murid maupun wacana merger.

Pemkab Malang menegaskan, penataan sekolah bukan semata efisiensi anggaran, melainkan langkah strategis untuk mengakhiri ketimpangan mutu pendidikan dan memastikan layanan pendidikan berjalan optimal.

Dalam agenda yang sama, Bupati Malang juga meninjau SDN 1 Tumpang sebagai sekolah rujukan literasi budaya serta SMPN 1 Tumpang yang diarahkan menjadi sekolah unggulan berbasis budaya, agrobisnis, dan lingkungan.

Pemerintah daerah memastikan kebijakan merger akan dijalankan seiring penguatan sekolah unggulan, sebagai bagian dari restrukturisasi sistem pendidikan agar lebih berkualitas, merata, dan berkelanjutan di Kabupaten Malang.

Penulis : nes

Berita Terkait

Reses Saifudin Zuhri Serap Aspirasi Masyarakat Lewat Pendidikan
Pembangunan Pasar Karangploso Kajian Dari Disperindag Sampai Persetujuan Bupati Malang
Dinas Pertanian dan Pangan Gelar Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan ‘Gizi Untuk Banyuwangi’
Usai Rakor KPK, Darmadi Tinggalkan Gedung DPRD Lewat Pintu Belakang
Kepala Bakorwil Malang Dorong Kopi Amstirdam Naik Kelas, Dari Komoditas Lokal Menuju Brand Global
Bupati Lantik 3 Kades PAW Jangan Bawa Sekat Politik, Semua Warga Harus Dirangkul
Warga Rencana Beli Rumah Singgah Soeharto, DPRD Dorong Pelestarian Sejarah
BPBD Salurkan 98.500 Liter Air Bersih, Total Distribusi Tembus 2,45 Juta Liter

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 20:37 WIB

Peringati HUT Pasuruan Desa Oro-oro Ombo Kulon Gelar Karnaval Budaya

Sabtu, 26 September 2026 - 00:20 WIB

Reses Saifudin Zuhri Serap Aspirasi Masyarakat Lewat Pendidikan

Jumat, 25 September 2026 - 20:02 WIB

Pembangunan Pasar Karangploso Kajian Dari Disperindag Sampai Persetujuan Bupati Malang

Jumat, 25 September 2026 - 19:39 WIB

Tujuh Penari Gandrung Hiasi Perjalanan Kereta Api Sangkuriang Menuju Banyuwangi

Jumat, 25 September 2026 - 18:11 WIB

‎HUT Pasuruan KORMI Gelar Senam Bersama di Taman Candra Wilwatikta

Jumat, 25 September 2026 - 17:18 WIB

Ketum JMSI Dukung Penuh HPN 2027

Jumat, 25 September 2026 - 17:01 WIB

Dinas Pertanian dan Pangan Gelar Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan ‘Gizi Untuk Banyuwangi’

Jumat, 25 September 2026 - 14:08 WIB

Polsek Muncar Terjunkan Personel Guna Amankan Kejurwil X Pagar Nusa

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page