16 Siswa dan 2 Guru MTS di Kepanjen Dilarikan ke RSUD Kanjuruhan, Diduga Alami Keracunan Makanan

- Redaksi

Kamis, 23 Oktober 2025 - 16:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket foto. Murid murid MTS Alkhalifah Cepokomulyo, Kepanjen saat mendapatkan penanganan media usai mengalami keracunan

Ket foto. Murid murid MTS Alkhalifah Cepokomulyo, Kepanjen saat mendapatkan penanganan media usai mengalami keracunan

Malang, pendoposatu.id – Sebanyak 16 siswa dan dua guru dari MTS Alkhalifah Cepokomulyo, Kepanjen, dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Kanjuruhan Malang, Kamis (23/10/2025) sekitar pukul 11.30 WIB. Mereka datang dengan keluhan mual, muntah, dan nyeri perut secara bersamaan, yang diduga kuat akibat keracunan makanan.

Humas RSUD Kanjuruhan, Loekito Condro, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, seluruh pasien langsung mendapatkan penanganan intensif oleh tim medis setibanya di rumah sakit.

“Benar, pada pukul 11.30 WIB sebanyak 16 siswa dan 2 guru MTS Alkhalifah Cepokomulyo datang ke IGD dengan keluhan mual, muntah, dan nyeri perut. Kami segera lakukan pemeriksaan dan tindakan medis sesuai prosedur,” terang Loekito, Kamis siang (23/10/2025).

Ia menambahkan, seluruh pasien kini dalam kondisi baik dan stabil. Pihak rumah sakit tetap melakukan observasi selama tiga hingga enam jam untuk memastikan kondisi benar-benar pulih sebelum mereka diperbolehkan pulang.

“Saat ini semua dalam keadaan baik. Kami lakukan observasi 3 sampai 6 jam, bila kondisi membaik maka bisa kami izinkan pulang,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg. Wijanto Wijoyo, juga membenarkan adanya laporan kejadian tersebut.

Pihaknya telah mengirim tim lapangan untuk melakukan penyelidikan dan pengambilan sampel makanan yang dikonsumsi para siswa dan guru.

“Kami masih melakukan identifikasi penyebabnya. Mohon bersabar sambil menunggu hasil pemeriksaan dan keterangan resmi,” ujar Wijanto.

Menurutnya, Dinas Kesehatan bergerak cepat segera setelah menerima laporan adanya dugaan keracunan massal di lingkungan sekolah tersebut.

Langkah ini dilakukan untuk mencegah meluasnya dampak serta memastikan keamanan makanan yang dikonsumsi oleh siswa lain di sekolah tersebut.

“Begitu ada laporan, tim kami langsung turun ke lapangan. Saat ini masih kami dalami apa penyebab pastinya, apakah dari makanan, minuman, atau faktor lain,” jelasnya.

Baca Juga :  Sorot Mata Publik: Pengelolaan TPST 3R Mulyoagung Dipersoalkan GRIB Jaya, Ini Alasannya

Hingga berita ini ditulis, Dinkes Kabupaten Malang masih mengidentifikasi faktor penyebab keracunan.

Penulis : nes

Berita Terkait

Perkuat Gizi Anak dan Tekan Stunting, Pemkab Malang Resmikan Dapur MBG di Kalipare
Sepak Bola Persahabatan Antar Instansi Pererat Kebersamaan di Kabupaten Malang
Terseret Arus Sungai, Warga Kasembon Malang Tewas Terjepit Pintu Air DAM Kali Manten
Derita Preeklampsia Parah, Warga Kepanjen Kabupaten Malang Terancam Kehilangan Penglihatan, Butuh Uluran Tangan
Cuaca Ekstrem Hambat Penerbangan, Pesawat Batik Air Ditumpangi KH Habib Mustofa Gagal Mendarat di Juanda Surabaya
SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo Resmi Terapkan ISO 21001:2018, Perkuat Tata Kelola Pendidikan Vokasi Berstandar Internasional
Sekda Malang: LP Ma’arif NU Harus Berdaya dan Berdampak Nyata
KH Habib Musthofa Alaydrus Tuban Tegaskan Ikhtiar Maslahah, Bukan Sekadar Islah: Demi Persatuan Nahdlatul Ulama dan Umat Islam

Berita Terkait

Kamis, 22 Januari 2026 - 22:02 WIB

Kapolresta Malang Kota Silaturahmi dengan Keluarga Korban Kanjuruhan, Tegaskan Komitmen Pendekatan Humanis

Berita Terbaru

Ket foto. Ilustrasi kursi kosong KONI Kabupaten Malang yang menjadi rebutan para pemilik kepentingan

Tajuk

Kursi KONI Kabupaten Malang dalam Pusaran Kepentingan

Kamis, 5 Feb 2026 - 07:33 WIB