PDI-P Belum Turun Rekom, Nama Abdul Qodir Mencuat Jadi Kuda Hitam Pilbup Malang

- Redaksi

Selasa, 25 Juni 2024 - 22:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PENDOPOSATU.id MALANG – Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan sekaligus anggota DPRD Kabupaten Malang terpilih 2024-2029, Abdul Qodir, tiba-tiba mencuat dan berpotensi mendapatkan rekom dari DPP PDI-Perjuangan untuk maju dalam Pilkada 2024 mendatang sekaligus menjadi kuda hitam.

Nama Cak Adeng, sapaan akrab Abdul Qodir, mencuat di tengah-tengah ketidakpastian rekomendasi partai banteng untuk Pilkada Kabupaten Malang. Meskipun, pada pendaftaran bakal calon di DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang beberapa waktu lalu hanya ada dua nama yang mendaftarkan diri, yaitu Bupati petahana HM Sanusi dan anggota DPRD Jawa Timur, H Gunawan HS.

Adanya wacana agar Cak Adeng bertarung dalam pesta demokrasi Kabupaten Malang nanti mendapat tanggapan dari berbagai pihak. Salah satunya Direktur LSM Jampud (Jaringan Aliansi Pemuda untuk Demokrasi), Sebastian Sadullah.

“Seorang pemimpin haruslah individu-individu yang berani mendapatkan tantangan, serta menciptakan peluang yang lebih besar untuk memberikan manfaat kepada orang banyak, dan Chak Adeng memiliki modal itu,” kata Sebastian Sadullah dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (25/6/2024).

Menurut sudut pandang Sadullah, partai sekelas PDI Perjuangan pasti memiliki hitung-hitungan cermat dalam menentukan calon untuk Pilkada. Penilaian dari internal dan eksternal partai pun akan menjadi pertimbangan tersendiri.

“Misal apa jadinya kalau seseorang menjadi pemimpin, namun mindset-nya masih individual contributor, PDI Perjuangan pasti tidak akan mempromosikan seorang individual contributor menjadi super coach, dan disinilah kenapa Chak Adeng dapat dipertimbangkan menjadi kuda hitam PDI Perjuangan untuk di calonkan sebagai Bupati Malang, supaya terhindar dari Maradona Syndrom,” tegasnya.

“Artinya, Maradona bagus sebagai super player atau pemain, sayangnya ketika Maradona menjadi super coach tidak dibarengi dengan perubahan mentalnya ketika masih menjadi pemain, disinilah letak kegagalan Maradona sebagai super coach karena masih menjalankan paradigma super player. Hal inilah yang menurut saya, PDI Perjuangan perlu memikirkan sosok baru yang lebih muda dan segar untuk dipertimbangkan dan dicalonkan sebagai Calon Bupati,” ungkap Sebastian.

Baca Juga :  Raffi Ahmad Apresiasi KEK Singhasari Sebagai Tempat Mengembangkan Karir di Bidang Teknologi dan Seni

Di tempat lain, Suyanto yang menjabat sebagai Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Kepanjen, mengamini pendapat Agus Sa’dullah, Satgas PDI Perjuangan ini menyampaikan jika Chak Adeng memiliki potensi besar untuk memimpin Kabupaten Malang. Sepak terjang Cak Adeng di PDI Perjuangan, katanya, tidak perlu diragukan.

“Sebagai politisi muda PDI Perjuangan dengan modal people skill yang dimiliki, saya optimis ketika diberi kepercayaan oleh PDI Perjuangan, Cak Adeng akan mampu meningkatkan kinerja timnya,” ujar Suyanto.

Dikatakan Suyanto, sosok Cak Adeng cukup tepat sebagai gambaran dari ungkapan Presiden pertama Republik Indonesia Sukarno ‘Beri aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia’.

“Apa yang disampaikan Bung Karno, sejalan dengan Stephen R. Covey, seorang penulis asal Amerika Serikat, dia mengatakan jika kita ingin membuat perubahan kecil, kita cukup merubah perilaku kita, akan tetapi jika kita ingin membuat perubahan yang signifikan, maka rubahlah paradikma atau mindset kita. Disinilah mengapa figur Chak Adeng perlu dipertimbangkan,” Suyanto mengakhiri.

Penulis : Redaksi

Sumber Berita : Redaksi

Berita Terkait

Seleksi Terbuka JPTP Pemkab Malang 2026: 25 ASN Daftar, 11 Gugur Administrasi, 14 Lolos ke Tahap Asesmen Jatim
Sekolah Unggulan Disorot, Merger SDN Tak Terhindarkan: DPRD Malang Ungkap Akar Masalah Pendidikan
Akses Jalan Desa Purwoasri Tergenang, Drainase Baru Jadi Solusi Mendesak
Seleksi JPTP Tiga OPD Pemkab Malang Diuji Integritas, Ketua Pansel Tegas: “Tak Ada Titipan, Semua Berbasis Nilai”
44 Cabor Mengunci Arah, Darmadi Melaju Nyaris Tanpa Perlawanan di Bursa Ketua KONI Kabupaten Malang
Seleksi JPT Pratama Pemkab Malang Disinyalir Sekadar Formalitas, Pendaftar Minim hingga Nama “Pemenang” Sudah Beredar
Zia’ulhaq Resmi Maju Ketua KONI Kabupaten Malang, Klaim Dukungan Lebih dari Delapan Cabor
Wabup Malang Tegaskan Sekolah Terintegrasi Jadi Arah Kebijakan Pendidikan, 10 SMPN Disiapkan Jadi Pilot Project 2026
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 Februari 2026 - 22:32 WIB

Kasus PMK Merebak di 24 Kecamatan, 148 Ekor Ternak Terdampak, Pemkab Pasuruan Gaspol Vaksinasi 10 Ribu Dosis

Jumat, 30 Januari 2026 - 20:05 WIB

Pemkab Pasuruan Anggarkan Rp4 Miliar untuk Rehabilitasi 9 Gedung Kantor di 2026, Dinas Cipta Karya Jadi Pelaksana

Jumat, 30 Januari 2026 - 11:59 WIB

Siswi MAN 1 Pasuruan Raih Puteri Berbakat PPPI Jatim 2026, Harumkan Nama Madrasah di Tingkat Provinsi

Jumat, 30 Januari 2026 - 11:48 WIB

Program Makan Bergizi Gratis Dinilai Tidak Merata, Ketua DPRD Pasuruan Soroti Pelaksanaan MBG yang Pilih-Pilih

Rabu, 28 Januari 2026 - 04:15 WIB

Polres Pasuruan Bongkar 25 Kasus Narkotika Januari 2026, Amankan 46 Tersangka dan 5 Kilogram Lebih Sabu

Rabu, 21 Januari 2026 - 21:17 WIB

Tahun 2026, Pemkab Pasuruan Anggarkan Rp2,5 Miliar untuk Bedah 125 Rumah Tidak Layak Huni

Rabu, 21 Januari 2026 - 21:10 WIB

Gubernur Khofifah Resmikan Penanganan Kawasan Kumuh Terintegrasi Bendomungal Bangil, Anggaran Rp9 Miliar Ubah Lingkungan Jadi Sehat dan Produktif

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 18:17 WIB

Polres Pasuruan Gerak Cepat Redam Konflik Pasca Pengerusakan Makam di Winongan

Berita Terbaru

Ket foto. Akses jalan depan Balai desa Purwoasri Kecamatan Singosari yang terendam air

Kabupaten Malang

Akses Jalan Desa Purwoasri Tergenang, Drainase Baru Jadi Solusi Mendesak

Kamis, 12 Feb 2026 - 09:17 WIB