TULUNGAGUNG, pendoposatu.id- Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Tulungagung terus berupaya meningkatkan kompetensi tenaga kerja melalui program pelatihan berbasis kompetensi. Pada tahap kedua tahun 2026, pelatihan difokuskan pada kejuruan barista dan desain grafis dengan sumber anggaran dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Kabupaten Tulungagung.
Kepala UPT BLK Disnakertrans Kabupaten Tulungagung, Final Abidin, S.Sos., menjelaskan bahwa program pelatihan tersebut bertujuan menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan dunia kerja. Menurutnya, materi pelatihan disusun dengan mengacu pada standar kompetensi yang ditetapkan Kementerian Ketenagakerjaan, sehingga peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan dasar, tetapi juga kemampuan praktis yang dibutuhkan di dunia industri.
“Tujuan utama pelatihan ini adalah untuk menyiapkan SDM atau tenaga kerja supaya mereka mendapatkan keterampilan yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh dunia kerja. Jadi standar dunia kerja nanti seperti apa, kami berikan di dalam pelatihan tersebut. Kami juga berpedoman pada standarisasi kompetensi yang dikeluarkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan,” ujarnya, Kamis (15 Oktober 2026) saat ditemui pendoposatu.id.
Pada pelaksanaan tahap kedua ini, BLK membuka pelatihan untuk dua kejuruan, yakni barista dan desain grafis. Setiap kejuruan memiliki kurikulum serta unit kompetensi yang harus dikuasai peserta selama mengikuti pembelajaran.
Untuk menjaga efektivitas pelatihan, jumlah peserta setiap kelas dibatasi maksimal 16 orang. Langkah tersebut dilakukan agar proses pembelajaran, khususnya praktik, dapat berjalan optimal dan setiap peserta memperoleh pendampingan yang memadai.
Dalam kegiatan tersebut, masing-masing kelas didampingi seorang instruktur utama dan seorang asisten instruktur, pendampingan tambahan diperlukan mengingat pelatihan lebih banyak menekankan praktik keterampilan. Sementara itu, tenaga instruktur bisa dari internal BLK maupun eksternal dengan kualifikasi metodologi dan teknis.
Tidak berhenti pada pemberian keterampilan, BLK juga menyiapkan peserta untuk mengikuti uji kompetensi. Peserta yang dinyatakan kompeten berkesempatan memperoleh sertifikat dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sesuai skema sertifikasi yang diikuti. Sertifikasi tersebut diharapkan dapat menjadi nilai tambah bagi lulusan ketika melamar pekerjaan maupun mengembangkan usaha secara mandiri.
Selain meningkatkan kompetensi, BLK juga membangun komunikasi dengan pelaku usaha untuk memperluas akses informasi lowongan kerja bagi para alumni. Apabila terdapat peluang kerja, informasi tersebut akan diteruskan kepada lulusan pelatihan agar dapat dimanfaatkan sesuai kualifikasi masing-masing.
Final Abidin berharap peserta tidak berhenti mengembangkan kemampuan setelah menyelesaikan pelatihan. Menurutnya, keterampilan yang telah diperoleh perlu terus diasah agar mampu mengikuti perkembangan kebutuhan pasar kerja.
“Harapan kami, para peserta setelah mengikuti program dan dinyatakan kompeten terus mengaplikasikan ilmunya. Jangan berhenti, karena itu bukan merupakan akhir, tapi hanya awal mereka untuk lebih berkarya, mengasah kemampuan, dan selalu meng-upgrade skill-nya,” tambahnya.
Melalui dukungan anggaran DBHCHT Kabupaten Tulungagung tahun 2026, program pelatihan barista dan desain grafis ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas SDM, memperluas kesempatan kerja, serta mendorong peserta menjadi tenaga kerja yang kompeten dan berdaya saing.
Pelaksanaan program tersebut sekaligus menjadi salah satu upaya BLK Disnakertrans Tulungagung dalam menjembatani kebutuhan keterampilan tenaga kerja dengan peluang yang tersedia di dunia usaha dan industri.(Hanik)












