JLS Malang Dikebut, Koneksi hingga Blitar Jadi Kunci Buka Jalur Ekonomi Selatan Jatim

- Redaksi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi Kusuma saat dikonfirmasi oleh wartawan (Foto: bgs pendoposatu.id)

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi Kusuma saat dikonfirmasi oleh wartawan (Foto: bgs pendoposatu.id)

Spread the love

MALANG, pendoposatu.id– Jalur Lintas Selatan (JLS) Kabupaten Malang diproyeksikan menjadi salah satu penghubung penting bagi pergerakan ekonomi di kawasan selatan Jawa Timur. Namun, manfaat konektivitas tersebut baru akan semakin terasa ketika jaringan jalan dari Malang hingga Blitar dan wilayah selatan lainnya tersambung.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi Kusuma, menyebut keterhubungan JLS dengan jaringan jalan di daerah lain menjadi bagian penting yang kini ditunggu. Khususnya penyelesaian ruas di wilayah Blitar.

“Harapannya ya 2026 ini bisa terkoneksi semua. Gondanglegi selesai, JLS sudah siap semua,” kata Khairul yang akrab disapa Oong, Jumaat (9 Oktober 2026).

Menurut dia, apabila jaringan tersebut tersambung, akses dari kawasan Malang menuju Blitar, Tulungagung hingga Trenggalek akan semakin terhubung. Kondisi itu juga akan semakin strategis apabila nantinya terkoneksi dengan jaringan jalan tol.

“Nah, begitu jalan tol masuk, wah, sudah konek ini dari Surabaya, Malang, Kepanjen, JLS, sampai ke Blitar dan seterusnya terkoneksi, ekonomi bergerak,” ujarnya.

Dari sisi Kabupaten Malang, Oong memastikan pembangunan JLS telah memasuki tahap akhir. Ruas yang berada di wilayah Kabupaten Malang memiliki panjang sekitar 58 kilometer.

“Kalau JLS di kita kan sudah tuntas. Di kita sudah 58 kilometer, tinggal menunggu selesainya pekerjaan fisik JLS Blitar,” jelasnya.

Meski demikian, masih terdapat pekerjaan yang harus dikebut sebelum seluruh target pembangunan dapat dituntaskan. Salah satunya berkaitan dengan pembebasan sejumlah bidang lahan.

Oong mengatakan proses penyelesaian lahan tersebut sedang dipercepat. Setelah persoalan lahan selesai, pekerjaan fisik yang tersisa dapat langsung dilanjutkan.

“Sudah 80 persen, masih ada beberapa lahan yang memang perlu penanganan untuk pembebasan, masih menunggu itu. Begitu itu selesai nanti segera dieksekusi, progres fisiknya naik,” katanya saat dikonfirmasi pendoposatu.id.

Progres fisik JLS di wilayah Kabupaten Malang sendiri saat ini telah mencapai sekitar 80 persen. Pemkab Malang menargetkan pekerjaan yang menjadi kewenangannya dapat selesai pada Desember 2026.

“Harusnya Desember. Desember memang waktunya sudah ini, tapi sekarang lagi dilakukan percepatan pembebasan lahan yang belum-belum itu,” imbuh Oong.

Sementara itu, pembangunan JLS di wilayah Blitar juga menjadi bagian yang menentukan terbentuknya konektivitas lintas wilayah. Oong menyebut masih terdapat sekitar lima kilometer pekerjaan di Blitar yang perlu diselesaikan.

Pekerjaan tersebut sebelumnya sempat mengalami perlambatan karena adanya perubahan trase. Namun, menurut Oong, pembangunan kini kembali berjalan.

“Blitar kan sisa lima kilometer, tapi kayaknya on progress sudah itu. Blitar itu berubah trasenya, sehingga itu terjadi perlambatan kemarin di situ,” ungkapnya.

Jika seluruh ruas dapat tersambung, JLS tidak hanya berfungsi sebagai jalur alternatif antar kawasan, tetapi juga membuka akses yang lebih luas bagi mobilitas masyarakat serta distribusi barang dan jasa di wilayah selatan Jawa Timur.

Karena itu, percepatan penyelesaian JLS Kabupaten Malang hingga koneksi menuju Blitar menjadi bagian penting dari upaya membangun jaringan transportasi yang lebih terintegrasi di kawasan selatan.

Target Desember 2026 kini menjadi batas waktu yang dikejar Pemkab Malang. Penyelesaian persoalan lahan menjadi salah satu tahapan yang harus segera dituntaskan agar pembangunan fisik dapat terus bergerak dan konektivitas JLS semakin mendekati kondisi yang diharapkan.(Dir)

Berita Terkait

Perumda Tirta Kanjuruhan Bidik Kinerja Lebih Terukur, SOTK dan KPI Jadi Fokus Pembenahan
Bukan Sekadar Bangun Jalan, DPUBM Kabupaten Malang Bidik Konektivitas Antarwilayah Lewat Sigap Koridor
Lima Ekstrakurikuler Keterampilan Baru Perkuat SMA PGRI 1 Tulungagung
Peringati Hari Jadi Jatim, Bakorwil Malang Ziarah Makam Wagub Abdul Hamid Mahmud
LLDIKTI Wilayah VII Gelar Bimtek Angkatan I UIBU Malang Perkuat Mutu PTS
Panen Perdana Tebu Program Bongkar Ratoon Dengan Luas Tanam 4.000 Hektare
Puluhan SDN Pasuruan Tidak Memiliki Kepala Sekolah Definitif
CEO Muda Apresiasi Pers dan Veteran Warnai HUT TNI ke-81 Makin Bermakna

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:45 WIB

Diduga Menipu Jual Tanah Kavling Fiktif, Pasutri Warga Bangil Lapor Polisi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:51 WIB

Lima Ekstrakurikuler Keterampilan Baru Perkuat SMA PGRI 1 Tulungagung

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Panen Perdana Tebu Program Bongkar Ratoon Dengan Luas Tanam 4.000 Hektare

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:15 WIB

Puluhan SDN Pasuruan Tidak Memiliki Kepala Sekolah Definitif

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:44 WIB

CEO Muda Apresiasi Pers dan Veteran Warnai HUT TNI ke-81 Makin Bermakna

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:29 WIB

Densus 88 Bongkar Latihan Menembak Kelompok Teroris 6 Provinsi

Senin, 5 Oktober 2026 - 11:26 WIB

Plt Bupati Tulungagung Hadiri Upacara HUT ke-81 TNI, Sinergi Jadi Kunci Kebersamaan

Senin, 5 Oktober 2026 - 11:02 WIB

Polres Tulungagung Gencar Bongkar Arena Judi Sabung Ayam Dan Dadu

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page