TULUNGAGUNG, pendoposatu.id– SMA PGRI 1 Tulungagung terus berbenah untuk meningkatkan daya saing dan daya tarik di tengah munculnya banyak sekolah menengah atas pilihan di setiap kecamatan. Kepala Sekolah SMA PGRI 1 Tulungagung, Dr. Tutik Husniati, M.Pd.I., mengungkapkan bahwa sekolah saat ini telah menambah sejumlah ekstrakurikuler keterampilan yang menjadi fokus branding ke depan.
“Alhamdulillah untuk tambahan ekstra keterampilannya mulai yang saat ini sudah kita laksanakan, mulai dari kecantikan, boga, otomotif, bahasa Korea, dan desain grafis. Jadi lima ini yang menjadi branding ke depannya,” kata Dr. Tutik Husniati, Jumaat (9 Oktober 2026).
Menurutnya, kehadiran lima program tersebut diharapkan mampu mengangkat kembali nama SMA PGRI 1 agar lebih dikenal masyarakat. “Harapan Ibu ke depannya bisa mengangkat SMA PGRI ini lebih dikenal masyarakat lagi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, SMA PGRI 1 dulunya merupakan sekolah besar pada masa jayanya. Namun seiring waktu, banyak SMA negeri dan sekolah pilihan bermunculan di berbagai wilayah. Dulu siswa berasal dari Pagerwojo, Demuk, Trenggalek, Bandung, hingga Ponorogo. Karena itu, sekolah harus terus meningkatkan kualitasnya.
Terkait lulusan, Dr. Tutik Husniati menegaskan bahwa alumni SMA PGRI 1 Tulungagung umumnya terserap di dunia kerja dan bermanfaat bagi masyarakat. “Kalau dari sini tuh alhamdulillah sebenarnya lulusan dari sini itu semua kalau ikut lihat itu semua bermanfaat, istilahnya bekerja. Ada di instansi, yang ada di guru juga ada,” paparnya.
Ia menambahkan, banyak lulusan yang menjadi guru di SD dan TK, serta bekerja di berbagai tempat seperti warung kopi, Alfamart, dan Indomaret. “Istilahnya sekolah kita itu ataupun SMA PGRI 1 ini memang bisa diterima di masyarakat,” tegasnya.
Dengan penambahan ekstrakurikuler keterampilan tersebut, SMA PGRI 1 Tulungagung optimis dapat terus menghasilkan lulusan yang siap kerja sekaligus memperkuat posisi sekolah di tengah persaingan pendidikan di wilayah Tulungagung dan sekitarnya. (Hanik)












