Sumberejo Pagak Manunggal Carnival Jadi Magnet Warga, Sekda Malang Dorong Event Desa Berbasis Budaya

- Redaksi

Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekda kabupaten Malang, Ir. Budiar saat foto bareng dengan beberapa peserta Sumberejo Pagak Carnival (Foto: Seno pendoposatu.id)

Sekda kabupaten Malang, Ir. Budiar saat foto bareng dengan beberapa peserta Sumberejo Pagak Carnival (Foto: Seno pendoposatu.id)

Spread the love

MALANG, pendoposatu.id – Dentuman sound horeg berpadu dengan parade kreativitas seni budaya mewarnai Sumberejo Pagak Manunggal Carnival (SPMC) di Desa Sumberejo, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, Sabtu (22 Agustus 2026) malam. Ribuan warga larut dalam kemeriahan kegiatan yang sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat untuk mempertontonkan kekayaan tradisi dan kreativitas lokal.

Kemasan acara yang memadukan budaya Jawa, gotong royong masyarakat dan hiburan tersebut mendapat perhatian dari Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Budiar Anwar, yang hadir langsung bersama keluarga. Budiar bahkan tidak hanya menyaksikan jalannya carnival dari panggung.

Ia mengajak anak dan istrinya turun menyapa masyarakat. Salah satu anak Budiar juga turut memberikan saweran kepada para peserta karnaval, sehingga suasana semakin hangat dan dekat dengan warga.

Menurut Budiar, geliat kegiatan masyarakat seperti yang berlangsung di Desa Sumberejo menunjukkan bahwa potensi desa dapat dikembangkan menjadi sebuah event yang memiliki daya tarik lebih luas.

“Saya melihat kegiatan hari ini dengan sound horegnya dikonsep secara apik dan bagus. Ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat,” ujar Budiar.

Ia mengatakan, peminat sound horeg saat ini tidak hanya berasal dari wilayah Malang Raya. Antusiasme masyarakat terhadap hiburan tersebut bahkan telah berkembang hingga luar daerah. “Peminat sound horeg tidak hanya dari wilayah Malang saja, tetapi sudah dari luar Malang Raya, bahkan dari luar pulau,” tegasnya.

Fenomena tersebut, lanjut Budiar, tidak semestinya hanya dipandang sebagai hiburan. Jika dikemas secara kreatif, tertib dan terarah, kegiatan masyarakat dapat menjadi bagian dari pengembangan event daerah sekaligus membuka peluang untuk memperkenalkan potensi Kabupaten Malang kepada masyarakat luar.

Karena itu, Budiar mendorong agar kegiatan-kegiatan khas masyarakat desa tidak berhenti sebagai agenda hiburan semata. Potensi budaya, kreativitas warga dan daya tarik hiburan dapat dikolaborasikan sehingga mampu menjadi magnet kunjungan. “Saya meminta Dinas Pariwisata untuk menggelar event-event yang tujuannya menarik wisatawan untuk berkunjung ke Kabupaten Malang,” katanya.

Menurutnya, event yang menarik wisatawan tidak harus selalu berasal dari kegiatan berskala besar. Justru berbagai tradisi dan kreativitas yang tumbuh di desa dapat menjadi kekuatan tersendiri apabila dikemas secara menarik dan berkelanjutan. Di sisi lain, Budiar memberikan apresiasi terhadap semangat masyarakat Malang Selatan yang terus mengembangkan kreativitas melalui berbagai kegiatan.

Ia menilai Sumberejo Pagak Manunggal Carnival menjadi salah satu contoh bagaimana kebersamaan warga mampu melahirkan kegiatan yang meriah sekaligus mengangkat identitas lokal. “Kegiatan hari ini menampilkan kreasi seni budaya yang merupakan adat istiadat yang ada di Jawa. Ini juga menjadi bagian dari gotong royong warga masyarakat,” ungkapnya.

Tidak hanya unsur budaya, kehadiran sound horeg juga menjadi salah satu daya tarik utama carnival. Perpaduan tersebut membuat masyarakat memiliki ruang untuk berkumpul, menikmati hiburan sekaligus menyaksikan berbagai kreasi yang ditampilkan peserta.

“Selain itu, kegiatan di Desa Sumberejo ini juga menjadi hiburan masyarakat. Apalagi ditambah dengan dentuman sound horegnya, sehingga suasananya semakin semarak,” kata Budiar.

Sementara itu, Kepala Desa Sumberejo, Amsori, menegaskan bahwa keberhasilan kegiatan tersebut tidak terlepas dari keterlibatan masyarakat. Menurutnya, carnival merupakan hasil kekompakan dan gotong royong warga Desa Sumberejo.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kekompakan dan gotong royong warga masyarakat yang ada di Desa Sumberejo. Kami menyambut baik kegiatan hari ini,” ujar Amsori.

Ia menjelaskan, berbagai penampilan yang disuguhkan dalam carnival sengaja mengangkat adat istiadat serta budaya yang berkembang di tengah masyarakat. “Yang ditampilkan dalam gelaran ini adalah adat istiadat dan budaya yang ada di masyarakat,” sambungnya.

Kemasan tersebut memperlihatkan bahwa desa memiliki potensi besar untuk menjadi ruang tumbuhnya kreativitas sekaligus pelestarian budaya. Masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi terlibat langsung dalam mempersiapkan dan menampilkan berbagai kreasi.

Sumberejo Pagak Manunggal Carnival akhirnya bukan sekadar agenda hiburan malam hari. Kegiatan tersebut menjadi gambaran bagaimana budaya lokal, semangat gotong royong dan kreativitas warga dapat dipadukan dalam sebuah event yang berpotensi dikembangkan lebih luas.

Bagi Kabupaten Malang, terutama kawasan Malang Selatan, geliat kegiatan berbasis masyarakat semacam ini dapat menjadi modal untuk memperkuat daya tarik daerah. Jika dikelola secara konsisten dan dikolaborasikan dengan sektor pariwisata, event desa berpotensi menjadi salah satu pintu untuk mengenalkan kekayaan budaya sekaligus menarik lebih banyak kunjungan wisatawan.(Nes)

Berita Terkait

MWCNU Gondanglegi Periode 2026–2031 Fokus Perkuat Ekonomi Dan Gerakkan Organisasi hingga Tingkat Bawah
Lacak Legalitas Jemput Paksa Oleh Ormas: Restu Pejabat, Aksi Doxing, Dan Bumerang Pidana
Hak Jawab PT.Faira Yumn Atmajaya Terkait Pembangunan Puskesmas Bululawang
BEN Carnival Kelima Tampil Beda, Puluhan Budaya Nusantara Berpadu di Malam Hari
Hargai Karya Aremania, Deretan Band Legendaris Batal Manggung di Festival Mbois 11
Identitas Kebangkitan Topeng Malang Jadi Energi Baru Ekonomi Kreatif
Jalan Sehat HUT ke-81 RI Srigonco Meriah, Ribuan Warga Dan Mahasiswa KKN Berebut Hadiah Kambing
Demi “MALANG THE GLORY LAND”, d’Kross Dan ampMC Batal Tampil di Festival Mbois 11

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:16 WIB

MWCNU Gondanglegi Periode 2026–2031 Fokus Perkuat Ekonomi Dan Gerakkan Organisasi hingga Tingkat Bawah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:53 WIB

Lacak Legalitas Jemput Paksa Oleh Ormas: Restu Pejabat, Aksi Doxing, Dan Bumerang Pidana

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:29 WIB

Partai Gelora Gelar Capacity Building Guna Perkuat Pengurus Dan Kader Menuju Perubahan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 11:10 WIB

Hak Jawab PT.Faira Yumn Atmajaya Terkait Pembangunan Puskesmas Bululawang

Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:15 WIB

Sumberejo Pagak Manunggal Carnival Jadi Magnet Warga, Sekda Malang Dorong Event Desa Berbasis Budaya

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:01 WIB

Karnaval TK se-Kabupaten Pasuruan Meriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-81

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 10:22 WIB

Pemkab Pasuruan Dorong RSUD Bangil Perkuat Mutu Layanan Dan Keselamatan Pasien

Jumat, 21 Agustus 2026 - 20:32 WIB

Hargai Karya Aremania, Deretan Band Legendaris Batal Manggung di Festival Mbois 11

Berita Terbaru

Kondisi Puskesmas Bululawang Kabupaten Malang saat Ini, tampak Paving depan yang belum terpasang (Foto: bgs Pendoposatu)

Kabupaten Malang

Hak Jawab PT.Faira Yumn Atmajaya Terkait Pembangunan Puskesmas Bululawang

Minggu, 23 Agu 2026 - 11:10 WIB