BANYUWANGI, pendoposatu.id – Ornamen merah putih untuk memperingati HUT kemerdekaan RI ke-81 mulai menghiasi lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi. Namun tahun ini, pemasangan atribut kemerdekaan dilakukan dengan konsep lebih hemat dan efisien.
Pemkab Banyuwangi memanfaatkan kembali sebagian bendera Merah Putih yang masih layak pakai dari tahun sebelumnya, langkah tersebut diambil sebagai bagian dari upaya efisiensi anggaran tanpa mengurangi semangat menyambut bulan kemerdekaan.
Kepala Bagian Umum Setda Banyuwangi, Sandi Dian Ervani mengatakan, pemasangan atribut dilakukan dengan sistem “tambal sulam”. Atribut yang kondisinya masih baik tetap digunakan, sedangkan yang rusak atau sudah pudar diganti dengan yang baru.
“Ada beberapa yang kami tambah, jadi sifatnya tambal sulam, ada yang baru, ada yang masih menggunakan tahun lalu, termasuk untuk pemasangan atribut di lingkungan Pemkab,” ujarnya, Jumat (7 Agustus 2026) saat dikonfirmasi awak media.
Menurut Sandi, pola tersebut bukan hal baru. Pengadaan atribut selalu disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah setiap tahunnya, terlebih, kebutuhan dekorasi pemerintah tidak hanya untuk peringatan HUT RI, tetapi juga berbagai agenda daerah lainnya, termasuk Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba).
“Karena bukan hanya bendera Merah Putih yang dipasang, ada umbul-umbul dan atribut lainnya. Nanti menjelang Harjaba juga ada kebutuhan lagi, sehingga semuanya harus disesuaikan dengan anggaran yang tersedia,” jelasnya.(Bob)
Penulis : Boby Try
Editor : Redaksi










