Malang, pendoposatu.id – Tradisi Kirab Muharam di Desa Sidorejo, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, kembali menjadi bukti kuatnya budaya gotong royong masyarakat. Bukan sekadar arak-arakan budaya, kegiatan tahunan tersebut menjadi sarana penggalangan dana untuk membantu anak yatim piatu dan kaum dhuafa.
Tahun ini, jumlah penerima santunan meningkat dari 18 anak pada tahun sebelumnya menjadi 20 anak yatim. Seluruh dana yang disalurkan berasal dari donasi sukarela masyarakat tanpa adanya unsur paksaan.
Kepala Desa Sidorejo, Muhammad Hery Junaedi, mengatakan Kirab Muharam merupakan warisan tradisi masyarakat yang terus dipertahankan karena memiliki manfaat sosial yang besar. Pemerintah desa hanya berperan mendukung agar kegiatan tersebut tetap berjalan setiap tahun.
“Tradisi ini sudah ada jauh sebelum saya menjadi kepala desa. Kami hanya melanjutkan dan memberikan dukungan karena tujuannya sangat mulia, yakni membantu anak-anak yatim,” ujar pria yang akrab disapa Erik disela sela kegiatan kirab, Jumat (3/7/2026)
Menurutnya, tingginya partisipasi warga menunjukkan kepedulian sosial yang telah tumbuh menjadi budaya di Desa Sidorejo. Masyarakat dengan sukarela menyisihkan rezekinya karena memahami bahwa hasil penggalangan dana akan disalurkan kepada mereka yang membutuhkan.
“Tidak ada paksaan. Semua dilakukan atas kesadaran masyarakat sendiri karena mereka sudah memahami tujuan kegiatan ini,” katanya.
Pelaksanaan Kirab Muharam dipusatkan di wilayah RT 22 hingga RT 32. Meski demikian, antusiasme warga dari RT lain juga terlihat dengan ikut memberikan dukungan sehingga kegiatan berlangsung meriah dan penuh kebersamaan.
Selain kirab, rangkaian peringatan Tahun Baru Islam juga diisi dengan pengajian umum dan penyerahan santunan kepada anak yatim. Besaran santunan tahun ini masih akan ditetapkan setelah panitia bersama takmir masjid menyelesaikan perhitungan seluruh dana yang terkumpul sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat.
Pada pelaksanaan tahun lalu, setiap anak yatim menerima santunan sekitar Rp6 juta. Pemerintah desa berharap capaian tahun ini dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi para penerima.
Erik berharap Kirab Muharam tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga mampu memperkuat semangat berbagi dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.
“Semoga kegiatan ini terus menjadi motivasi bagi masyarakat untuk peduli kepada anak-anak yatim dan kaum dhuafa. Dengan semangat gotong royong, beban mereka bisa menjadi lebih ringan sekaligus mempererat sinergi antara masyarakat, tokoh agama, dan pemerintah desa,” pungkasnya.
Penulis : nes
Editor : Red










