Bakorwil Malang Tegaskan Peran Baru Sebagai Katalisator Pembangunan Dan Penggerak Ekonomi Kawasan Selatan

- Redaksi

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bakorwil Malang, Asep Kusdinar Menjadi Narasumber Podcast Dinas Kominfo Prov. Jatim (Foto: HMS Bakorwil Malang)

Kepala Bakorwil Malang, Asep Kusdinar Menjadi Narasumber Podcast Dinas Kominfo Prov. Jatim (Foto: HMS Bakorwil Malang)

MALANG, pendoposatu.id – Bakorwil III Malang Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menegaskan transformasi perannya dari sekadar lembaga koordinasi pemerintahan menjadi katalisator pembangunan dan penggerak kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat pembangunan kewilayahan, khususnya di kawasan selatan Jawa Timur.

Komitmen tersebut disampaikan Kepala Bakorwil III Malang, Asep Kusdinar, dalam Podcast Ruang Informasi yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, Rabu (17 Juni 2026), dengan tema “DNA Baru Bakorwil Malang: Kolaborasi, Gotong Royong, dan Solusi Pembangunan Inklusif.”

Menurut Asep, kompleksitas tantangan pembangunan saat ini menuntut pendekatan yang lebih adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada penyelesaian masalah masyarakat. Oleh karena itu, Bakorwil Malang melakukan penyegaran paradigma melalui DNA baru yang berlandaskan pada kolaborasi, gotong royong, dan solusi. “Bakorwil tidak lagi cukup hanya menjalankan fungsi koordinasi administratif, kami ingin hadir sebagai katalisator pembangunan yang mampu menyatukan berbagai kekuatan dan sumber daya untuk mempercepat penyelesaian persoalan pembangunan di wilayah,” ujar Asep.

Ia menjelaskan bahwa secara sederhana Bakorwil dapat diibaratkan sebagai miniatur Pemprov Jatim di wilayah. Namun lebih dari itu, Bakorwil merupakan ruang bersama yang mempertemukan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, instansi vertikal, dunia usaha, perguruan tinggi, media, komunitas, hingga masyarakat dalam satu semangat pembangunan yang terintegrasi.

Dalam menjalankan tugasnya, Bakorwil Malang berperan sebagai jembatan strategis antara Pemprov Jatim dengan pemerintah kabupaten dan kota. Peran tersebut tidak hanya memastikan program prioritas Pemprov berjalan selaras di daerah, tetapi juga membawa aspirasi dan kebutuhan masyarakat di tingkat lokal sebagai masukan dalam proses perumusan kebijakan.

“Pembangunan yang efektif adalah pembangunan yang mampu menghubungkan visi besar pemerintah dengan kebutuhan nyata masyarakat di lapangan. Karena itu, komunikasi dua arah antara pemerintah provinsi dan daerah harus terus diperkuat,” katanya.

Baca Juga :  Food Court Stadion Kanjuruhan Belum Dimanfaatkan Ada Apa?

Wilayah kerja Bakorwil Malang yang mencakup berbagai karakteristik daerah, mulai dari kawasan perkotaan, pertanian, pegunungan, pesisir hingga kawasan selatan, menjadi tantangan sekaligus peluang tersendiri. Menurut Asep, keberagaman tersebut justru merupakan kekuatan yang harus dirajut menjadi kolaborasi pembangunan yang saling menguatkan.

Pendekatan yang dilakukan Bakorwil tidak lagi sebatas mengoordinasikan program, tetapi juga aktif membangun ruang dialog, memperkuat sinergi antarwilayah, serta mengikis ego sektoral yang selama ini kerap menjadi hambatan percepatan pembangunan. “Ketika semua pihak memiliki tujuan yang sama, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, maka sekat-sekat sektoral akan semakin berkurang. Yang muncul adalah semangat gotong royong untuk menghadirkan solusi,” tegasnya.

Asep menambahkan bahwa orientasi pembangunan yang diusung Bakorwil Malang adalah pembangunan yang inklusif. Artinya, manfaat pembangunan harus dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali, termasuk kelompok rentan, pelaku UMKM, petani, nelayan, perempuan, generasi muda, hingga masyarakat yang tinggal di wilayah perdesaan dan kawasan selatan Jatim.

Dalam kesempatan tersebut, Asep juga menegaskan bahwa kawasan selatan Jatim akan menjadi fokus agenda pembangunan ke depan. Menurutnya, wilayah selatan memiliki potensi besar di sektor pertanian, perikanan, perkebunan, peternakan, pariwisata, ekonomi kreatif, serta berbagai sumber daya lokal yang belum sepenuhnya memberikan nilai tambah optimal bagi masyarakat.

Karena itu, Bakorwil Malang mengorkestrasi pembangunan kawasan selatan melalui penguatan konektivitas wilayah, percepatan hilirisasi komoditas unggulan, pengembangan pariwisata berkelanjutan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penciptaan iklim investasi yang inklusif dan berkelanjutan.

“Kami memandang kawasan selatan bukan lagi sebagai wilayah pinggiran pembangunan, tetapi sebagai beranda masa depan pertumbuhan ekonomi Jatim. Potensi yang dimiliki sangat besar dan harus dikelola secara terintegrasi agar mampu menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kapolresta Malang Diskusi dengan Mahasiswa UWG, Ajak Lawan Miras, Narkoba, dan Penipuan Online

Keberadaan Jalur Lintas Selatan (JLS) dan berbagai infrastruktur strategis lainnya, lanjut Asep, menjadi momentum penting untuk membuka akses ekonomi baru, memperkuat konektivitas antarwilayah, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta menarik investasi yang berkualitas.

Melalui DNA baru yang diusungnya, Bakorwil Malang berkomitmen menjadi simpul kolaborasi pembangunan yang mempertemukan pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas, media, dan masyarakat untuk bergerak dalam satu visi bersama.

“Semangat yang kami bangun adalah membangun Selatan Jatim dengan memberdayakan potensi, mempercepat konektivitas, dan mengakselerasi kesejahteraan. Inilah wujud nyata transformasi Bakorwil Malang sebagai katalisator pembangunan dan penggerak ekonomi kawasan selatan,” tutup Asep.(Dir)

Penulis : Dir

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Hms Bakorwil Malang

Berita Terkait

Bongkar Ratoon Jadi Senjata Percepat Swasembada Gula, Produktivitas Tebu Nasional Digenjot dari Malang
Dinas PU Bina Marga Fokus Pembangunan Jalan, PJU Dan Jembatan Di Tahun 2026
Sidang Gugatan PTSL Desa Randupitu, Kuasa Hukum Penggugat Dinilai Cacat Formil
Fraksi PDI Perjuangan Soroti Kinerja DPKPCK Kabupaten Malang
Bantuan Bapenda Malang Belum Cair, Pembangunan Loket Baru Pantai Pasir Panjang Terhambat
Megawati Ajak Masyarakat Menjaga Sejarah, Keadilan, Nilai Demokrasi, Saat Resmikan Renovasi Istana Gebang
Camping di Pantai Balekambang Makin Diminati, 366 Paket Starlight Festival Ludes Terjual
Banyaknya Jalan Berlubang Di Kota Malang, Mencelakai Pengendara Motor

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:02 WIB

Bakorwil Malang Tegaskan Peran Baru Sebagai Katalisator Pembangunan Dan Penggerak Ekonomi Kawasan Selatan

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:22 WIB

Bongkar Ratoon Jadi Senjata Percepat Swasembada Gula, Produktivitas Tebu Nasional Digenjot dari Malang

Kamis, 18 Juni 2026 - 13:56 WIB

Dinas PU Bina Marga Fokus Pembangunan Jalan, PJU Dan Jembatan Di Tahun 2026

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:25 WIB

Sidang Gugatan PTSL Desa Randupitu, Kuasa Hukum Penggugat Dinilai Cacat Formil

Selasa, 16 Juni 2026 - 11:06 WIB

Fraksi PDI Perjuangan Soroti Kinerja DPKPCK Kabupaten Malang

Senin, 15 Juni 2026 - 15:58 WIB

Megawati Ajak Masyarakat Menjaga Sejarah, Keadilan, Nilai Demokrasi, Saat Resmikan Renovasi Istana Gebang

Minggu, 14 Juni 2026 - 22:09 WIB

Camping di Pantai Balekambang Makin Diminati, 366 Paket Starlight Festival Ludes Terjual

Minggu, 14 Juni 2026 - 13:38 WIB

Banyaknya Jalan Berlubang Di Kota Malang, Mencelakai Pengendara Motor

Berita Terbaru

Paripurna DPRD dan Pemda Kabupaten Malang

Kabupaten Malang

Fraksi PDI Perjuangan Soroti Kinerja DPKPCK Kabupaten Malang

Selasa, 16 Jun 2026 - 11:06 WIB