Malang, pendoposatu.id – Bursa pencalonan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Malang kian dinamis. Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Malang, Zia’ulhaq, secara resmi mendaftarkan diri sebagai calon Ketua KONI Kabupaten Malang pada hari terakhir pendaftaran, Sabtu (7/2/2026).
Zia’ulhaq datang langsung ke Kantor KONI Kabupaten Malang dengan mengantongi dukungan delapan cabang olahraga (cabor). Tak hanya itu, kehadirannya juga dikawal sejumlah perguruan silat yang tergabung dalam IPSI Kabupaten Malang, menandakan soliditas dukungan dari akar organisasi olahraga.
Delapan cabor yang secara resmi hadir memberikan dukungan yakni IPSI, Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi), IMMI, PSSI, Persatuan Senam Indonesia (Persani), Kurash, Floorball, serta Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI). Dukungan lintas cabor ini menjadi sinyal kuat bahwa pencalonan Zia’ulhaq bukan sekadar formalitas, melainkan memiliki basis dukungan nyata.
Menariknya, Zia’ulhaq mengungkapkan bahwa jumlah pendukung sebenarnya lebih dari delapan cabor. Namun, pihaknya secara sengaja hanya membawa delapan perwakilan saat proses pendaftaran.
“Sebenarnya yang mendukung lebih dari delapan cabor. Tapi memang sengaja hanya delapan yang kami bawa, karena angka delapan ini identik dengan angka keberuntungan Presiden Prabowo Subianto,” ujar Zia’ulhaq kepada wartawan.
Politisi Partai Gerindra tersebut menegaskan, langkahnya maju dalam kontestasi Ketua KONI Kabupaten Malang semata-mata didorong oleh keinginan kuat untuk mengangkat prestasi olahraga daerah. Ia menilai, prestasi atlet harus menjadi orientasi utama, bukan sekadar kepentingan struktural organisasi.
“Saya rasa tidak ada target lain yang lebih utama selain prestasi olahraga. Itu tujuan utama saya,” tegas Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Malang itu.
Lebih lanjut, Zia’ulhaq menilai bahwa peningkatan prestasi tidak bisa dilepaskan dari penguatan manajemen organisasi KONI. Menurutnya, pembinaan atlet dan tata kelola organisasi harus berjalan seiring dan saling menguatkan.
“Pembinaan olahraga dan manajemen organisasi KONI harus selaras. Bukan berarti yang sebelumnya tidak baik, tetapi kalau bisa dibuat lebih baik, kenapa tidak,” jelas pria yang menjabat Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD kabupaten Malang ini.
Ia juga menyinggung capaian Kabupaten Malang pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2025, di mana kontingen Kabupaten Malang finis di peringkat keempat dengan raihan 61 medali emas, 54 perak, dan 84 perunggu, serta mengoleksi total 436 poin.
“Saya kira siapapun yang maju sebagai calon Ketua KONI Kabupaten Malang pasti memiliki tekad yang sama, yakni membawa prestasi di berbagai ajang olahraga,” pungkasnya.
Sebagai informasi, hingga penutupan pendaftaran, tercatat tiga tokoh resmi mendaftarkan diri sebagai calon Ketua KONI Kabupaten Malang. Selain Zia’ulhaq, dua nama lainnya yakni Ketua DPRD Kabupaten Malang Darmadi dan Wakil Ketua Umum Pengprov Taekwondo Indonesia Jawa Timur, Hendra Prastiyawan.
Penulis : nes











