Malang, pendoposatu.id – Pondok Pesantren Ar-Roudloh di Desa Sidodadi, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, resmi meluncurkan nomenklatur baru sebagai SMK Ar-Roudloh pada 2026. Pesantren berbasis sekolah kejuruan yang berdiri sejak 2021 itu kini memiliki 260 siswa aktif dan 55 siswa inden tahun ajaran baru.
Ketua Yayasan sekaligus Pengasuh, Ali Fasha, S.Ag., M.Pd., atau Gus Ali, menegaskan bahwa pendirian SMK berawal dari kebutuhan lulusan MTs di bawah naungan Yayasan Al-Hikmah.
“Setelah siswa lulus MTs, wali murid meminta ada SMK. Tahun 2021 kami dirikan SMK sekaligus pesantren di Sidodadi sebagai pengembangan,” ujarnya, Selasa (17/02/2026).

SMK Ar-Roudloh merupakan hasil akuisisi SMK Merdeka Lawang yang dipindahkan ke Gedangan, Malang Selatan. Seluruh proses legalitas, termasuk Nomor Statistik Pondok Pesantren (NSPP), telah tuntas.
“Tahun ini resmi launching penuh. Semua perizinan sudah selesai,” tegasnya.
Sekolah ini membuka tiga kompetensi keahlian: Teknik Kendaraan Ringan (TKR), Desain Komunikasi Visual (DKV), serta Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis.
Siswa TKR telah menjalani PKL di perusahaan karoseri Gunung Mas, bahkan 10 siswa terlibat langsung dalam perakitan bak truk. Sementara siswa perkantoran ditempatkan di kecamatan, polsek, KUA, puskesmas, dan kantor desa.

Keunggulan utama SMK Ar-Roudloh adalah sistem pendidikan gratis termasuk asrama. “Sekolah gratis, mondok juga gratis. Kami yakin setiap santri membawa rezekinya sendiri,” kata Gus Ali.
Berdiri di atas lahan wakaf seluas 11.000 meter persegi dengan konsep sekolah alam, Ar-Roudloh mengusung visi mencetak insan bertakwa dan unggul secara akademik. Tahun ini sekolah juga lolos verifikasi bantuan pembangunan Rp1,7 miliar dari pemerintah pusat serta rencana hibah Rp500 juta dari provinsi pada 2027.
Didukung 22 tenaga pendidik—enam di antaranya tersertifikasi PPG—serta peluang magang ke Taiwan, Jepang, dan Turki, SMK Ar-Roudloh ditargetkan menjadi pusat pendidikan unggulan Malang Selatan.
“Anak desa harus siap bersaing, berakhlak, dan berprestasi,” pungkas Gus Ali.
Penulis : nes











