Proyek Pengecoran Jalan Rp 3,6 M di Pasuruan Diprotes Warga, Terancam Dihentikan

- Redaksi

Rabu, 12 November 2025 - 19:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dokumen foto : kepala desa Riski Wahyuni saat mediasi di kantor desa .

Dokumen foto : kepala desa Riski Wahyuni saat mediasi di kantor desa .

 

Pasuruan, PendopoSatu.id – Proyek peningkatan jalan berkala (pengecoran) di Desa Kedungringin, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, menuai protes keras dari warga setempat. Pasalnya, pekerjaan yang dikerjakan oleh CV. Sidodadi Makmur itu dinilai tidak sesuai dengan kesepakatan awal saat sosialisasi.

Proyek jalan Kedungringin–Kedungboto senilai Rp 3,6 miliar ini menggunakan dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2025 yang dikelola Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Pasuruan dengan waktu pengerjaan 60 hari kalender.

Namun, warga mengeluhkan proyek tersebut karena penutupan total akses jalan membuat aktivitas mereka lumpuh.

“Seharusnya dikerjakan bergantian, sisi kanan atau kiri dulu, supaya warga tetap bisa lewat. Tapi ini malah ditutup penuh,” ungkap salah satu warga dengan nada kesal.

Menanggapi keluhan tersebut, Pemerintah Desa Kedungringin menggelar mediasi antara warga dengan pihak pelaksana proyek di balai desa setempat pada Rabu (12/11/2025).

Mediasi dihadiri Kepala Desa Riski Wahyuni, Babinsa, Bhabinkamtibmas, pihak Kecamatan Beji, Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi, serta perwakilan warga Henry Sulfianto (Ki Demang).

Sayangnya, direktur CV. Sidodadi Makmur selaku penyedia proyek tidak hadir dan hanya diwakilkan oleh pelaksana lapangan bernama Deni. Akibatnya, tidak ada keputusan yang dihasilkan dari mediasi tersebut.

Kepala Desa Kedungringin, Riski Wahyuni, menegaskan pihak kontraktor wajib hadir dalam pertemuan lanjutan.

“Saya minta direktur CV. Sidodadi Makmur datang langsung untuk menyelesaikan persoalan ini. Jika besok tidak ada keputusan, maka proyek akan kami hentikan,” tegas Riski Wahyuni.

Perwakilan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Pasuruan, Lutfi, menyebut pihaknya masih menunggu kehadiran pemilik perusahaan agar ada kejelasan.

“Mediasi hari ini belum menghasilkan keputusan karena pihak bos belum datang. Kami dari dinas hanya bisa menunggu keputusan dari penyedia. Harus ada ketulusan dan keputusan agar masalah ini bisa selesai,” ujar Lutfi saat ditemui di lokasi mediasi.

Baca Juga :  Viral Menu MBG Ramadan di Malang, DPRD Soroti Dugaan Harga di Bawah Rp8 Ribu dan Kualitas Gizi Dipertanyakan

Sementara itu, Permana, konsultan pengawas proyek, mengakui adanya miskomunikasi terkait arah pengerjaan.

“Sesuai sosialisasi awal, pekerjaan dimulai dari barat ke timur. Namun kami kerjakan dari timur lebih dulu karena menyesuaikan proyek lain di Kedungboto agar tidak bentrok. Kami akui kurang koordinasi dengan warga,” jelasnya.

Hingga kini, proyek pengecoran jalan Kedungringin–Kedungboto terancam dihentikan oleh warga jika tidak ada penyelesaian dalam mediasi lanjutan. Pemerintah desa berharap pihak kontraktor segera hadir dan membuka komunikasi agar proyek dapat dilanjutkan tanpa mengganggu aktivitas warga. (Dul/PendopoSatu.id)

Penulis : Dul

Berita Terkait

Viral Menu MBG Ramadan di Malang, DPRD Soroti Dugaan Harga di Bawah Rp8 Ribu dan Kualitas Gizi Dipertanyakan
Perkuat Gizi Anak dan Tekan Stunting, Pemkab Malang Resmikan Dapur MBG di Kalipare
Sepak Bola Persahabatan Antar Instansi Pererat Kebersamaan di Kabupaten Malang
Terseret Arus Sungai, Warga Kasembon Malang Tewas Terjepit Pintu Air DAM Kali Manten
Derita Preeklampsia Parah, Warga Kepanjen Kabupaten Malang Terancam Kehilangan Penglihatan, Butuh Uluran Tangan
Cuaca Ekstrem Hambat Penerbangan, Pesawat Batik Air Ditumpangi KH Habib Mustofa Gagal Mendarat di Juanda Surabaya
SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo Resmi Terapkan ISO 21001:2018, Perkuat Tata Kelola Pendidikan Vokasi Berstandar Internasional
Sekda Malang: LP Ma’arif NU Harus Berdaya dan Berdampak Nyata

Berita Terkait

Sabtu, 21 Maret 2026 - 04:00 WIB

Arus Mudik Malang Terkendali, Satlantas Pastikan Siaga Penuh dan Antisipasi Puncak Arus Balik

Jumat, 20 Maret 2026 - 17:46 WIB

Arus Mudik Masih Tinggi, Polres Malang Perkuat Siaga di Pintu Tol Jelang Puncak Pergerakan Kendaraan

Rabu, 18 Maret 2026 - 05:33 WIB

Rampcheck Ketat Jelang Mudik Lebaran 2026, Satlantas Polres Malang Pastikan Bus dan Sopir Laik Jalan

Minggu, 15 Maret 2026 - 11:59 WIB

Polres Malang Siagakan 8 Pos Pengamanan dan Pelayanan Mudik Lebaran 2026

Sabtu, 7 Maret 2026 - 10:39 WIB

Pria Ngaku Polisi Rampas Mobil di Tumpang, Pelaku Ditangkap di Singosari

Kamis, 5 Maret 2026 - 20:47 WIB

Polres Malang Buka Penitipan Kendaraan Gratis Selama Mudik Lebaran 2026

Minggu, 1 Maret 2026 - 17:18 WIB

Jual Honda Scoopy Curian via Marketplace, Satreskrim Polres Malang Ringkus Pelaku Saat COD

Rabu, 25 Februari 2026 - 12:21 WIB

Polsek Pakis Tangani Penemuan Mayat Pria Tergantung di Makam Saptorenggo

Berita Terbaru