Prime 4.O dan SAE L’SIMA Kolaborasi Kembangkan Bibit Kacang Tanah Unggul

- Redaksi

Senin, 28 Juli 2025 - 16:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PENDOPOSATU.ID, MALANG – Upaya mengurangi ketergantungan terhadap impor kacang tanah mulai digerakkan dari Desa Maguan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang. Senin (28/7), perusahaan agritech Prime 4.O resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan SAE L’SIMA, fasilitas agroedukasi di bawah naungan Lapas Kelas I Malang.

Penandatanganan ini disaksikan langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia dalam rangkaian kunjungan kerjanya di wilayah Malang. Kerja sama tersebut menandai dimulainya pengembangan pusat pembibitan kacang tanah unggulan yang ditujukan untuk mendukung kebutuhan industri nasional.

CEO Prime 4.O, Vinna Ho, menyampaikan bahwa selama ini kebutuhan kacang tanah nasional sebagian besar masih dipenuhi dari impor, seperti India, Vietnam, hingga Afrika. Menurutnya, Indonesia seharusnya mampu mandiri jika pembibitan dikembangkan secara serius dan terarah.

“Selama ini petani kita rata-rata hanya mampu menghasilkan 2 ton per hektare. Dengan bibit unggul dan pendampingan yang tepat, kami menargetkan hasil bisa meningkat menjadi 4 sampai 5 ton,” ujarnya.

Untuk mendukung hal tersebut, Prime 4.O juga menggandeng BRMP Aneka Kacang-kacangan dan Umbi-umbian (Balitkabi – Kementerian Pertanian RI) guna menghasilkan bibit kacang tanah sesuai spesifikasi industri dan kebutuhan pasar nasional.

Vinna juga menyoroti pentingnya dukungan pemerintah, terutama dalam penyediaan pupuk dan insektisida dengan harga terjangkau. Menurutnya, mahalnya harga pupuk non-subsidi menjadi salah satu tantangan utama setelah ketersediaan bibit berkualitas.

Sementara itu, SAE L’SIMA atau Sarana Asimilasi Edukasi L’SIMA merupakan lahan pertanian binaan Lapas Kelas I Malang yang berada di Maguan, Ngajum. Kawasan ini berfungsi sebagai pusat pembinaan warga binaan melalui kegiatan pertanian, sekaligus menjadi bagian dari program ketahanan pangan nasional. Berbagai komoditas pertanian telah dikembangkan di lokasi ini, seperti kubis manis, edamame, dan jagung manis.

Baca Juga :  Sorot Mata Publik, Praktik Pungutan Paguyuban Sekolah di Malang Kembali Disorot

Dengan adanya kerja sama ini, Prime 4.O dan SAE L’SIMA berkomitmen memperkuat peran strategis sektor pertanian dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional berbasis kemandirian bibit.

Penulis : Redaksi

Editor : Gus

Berita Terkait

Perkuat Gizi Anak dan Tekan Stunting, Pemkab Malang Resmikan Dapur MBG di Kalipare
Sepak Bola Persahabatan Antar Instansi Pererat Kebersamaan di Kabupaten Malang
Terseret Arus Sungai, Warga Kasembon Malang Tewas Terjepit Pintu Air DAM Kali Manten
Derita Preeklampsia Parah, Warga Kepanjen Kabupaten Malang Terancam Kehilangan Penglihatan, Butuh Uluran Tangan
Cuaca Ekstrem Hambat Penerbangan, Pesawat Batik Air Ditumpangi KH Habib Mustofa Gagal Mendarat di Juanda Surabaya
SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo Resmi Terapkan ISO 21001:2018, Perkuat Tata Kelola Pendidikan Vokasi Berstandar Internasional
Sekda Malang: LP Ma’arif NU Harus Berdaya dan Berdampak Nyata
KH Habib Musthofa Alaydrus Tuban Tegaskan Ikhtiar Maslahah, Bukan Sekadar Islah: Demi Persatuan Nahdlatul Ulama dan Umat Islam

Berita Terkait

Kamis, 22 Januari 2026 - 22:02 WIB

Kapolresta Malang Kota Silaturahmi dengan Keluarga Korban Kanjuruhan, Tegaskan Komitmen Pendekatan Humanis

Berita Terbaru

Ket foto. Ilustrasi kursi kosong KONI Kabupaten Malang yang menjadi rebutan para pemilik kepentingan

Tajuk

Kursi KONI Kabupaten Malang dalam Pusaran Kepentingan

Kamis, 5 Feb 2026 - 07:33 WIB