Malang, pendoposatu.id — Aktivitas erupsi Gunung Semeru yang belum mereda kembali menimbulkan ancaman serius bagi warga di kawasan Pronojiwo dan sekitarnya. Situasi ini langsung direspons cepat oleh Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad, Mayjen TNI Susilo, yang turun langsung memimpin pengerahan pasukan dalam operasi tanggap darurat bencana menuju Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo.
Mayjen TNI Susilo menginstruksikan penambahan kekuatan personel untuk memperkuat penanganan darurat di wilayah yang terdampak paling parah.
“Kostrad hadir bukan hanya sebagai pasukan tempur, tetapi sebagai garda terdepan pengabdian untuk rakyat,” tegasnya saat memimpin langsung koordinasi di lapangan, Minggu (23/11/2015).
Langkah cepat tersebut menegaskan komitmen TNI, khususnya Kostrad, untuk hadir di tengah rakyat saat bencana terjadi.
Bagi Pangdivif 2 Kostrad, kepemimpinan di medan bencana adalah wujud nyata bahwa seorang pemimpin harus berdiri bersama pasukan dan masyarakat yang membutuhkan perlindungan.
Pasukan Siaga Gulbencal Semeru diterjunkan dengan formasi lengkap dan terstruktur. Berbagai satuan dengan kemampuan khusus turut dikerahkan, mulai dari tim dapur umum lapangan, pos kesehatan lapangan, unit distribusi air bersih, hingga fasilitas MCK darurat yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan mendesak warga pengungsi.
Sinergi TNI dengan berbagai instansi terkait juga terus diperkuat guna memastikan seluruh proses evakuasi, pendistribusian logistik, hingga pemantauan kondisi di titik-titik rawan berjalan optimal.
Upaya ini sekaligus menunjukkan kesiapsiagaan prajurit Kostrad dalam memberikan pengabdian terbaik demi keselamatan masyarakat serta menjaga stabilitas di wilayah terdampak erupsi.
“Dengan gerak cepat, koordinasi aktif, dan dukungan penuh dari seluruh satuan, operasi kemanusiaan Kostrad di kawasan Semeru menjadi wujud konsistensi TNI dalam menjalankan tugas kemanusiaan di manapun rakyat membutuhkan,” tutup Pangdivif 2 Kostrad Singosari Mayjen TNI Susilo.
Penulis : nes











