Kabupaten Bogor, pensoposatu.id – Siapa menyangka bahwa dari balik tembok lembaga pemasyarakatan dapat lahir produk pangan premium yang higienis, modern, dan layak bersaing di pasaran? Inilah yang kini menjadi sorotan di Lapas Kelas IIA Cibinong, di mana program pembinaan kemandirian berhasil melahirkan produk donat berkualitas tinggi buatan warga binaan.
Donat yang dihasilkan bukan sekadar makanan olahan biasa. Seluruh proses produksi dilakukan menggunakan standar industri, mulai dari pemilihan bahan baku berkualitas, teknik pengolahan yang tepat, hingga kontrol higienitas yang sangat ketat. Proses ini berlangsung di dapur produksi modern yang dilengkapi peralatan lengkap seperti industrial mixer, proofing cabinet, dan mesin penggoreng bertemperatur stabil.
Para warga binaan telah melalui pelatihan bakery intensif dari instruktur profesional, mencakup teknik fermentasi, pengembangan adonan, manajemen suhu, hingga finishing method agar donat tetap lembut, mengembang sempurna, dan memiliki daya simpan optimal.
Untuk menjaga kualitas, seluruh warga binaan diwajibkan menggunakan celemek, sarung tangan, masker, dan penutup kepala sesuai standar keamanan pangan. Lapisan higienitas ini membuat produk donat layak konsumsi, aman, dan siap bersaing dengan produk UMKM maupun brand komersial.
Tidak hanya soal kualitas, variasi rasa menjadi daya tarik tersendiri. Donat buatan warga binaan hadir dalam berbagai pilihan, mulai dari original, cokelat, gula halus, hingga varian kekinian yang sedang digemari masyarakat.
Teksturnya lembut, aromanya menggugah selera, dan tampilannya tidak kalah menarik dibanding produk bakery profesional.
Antusias masyarakat pun mulai meningkat, baik untuk mendukung program pembinaan maupun menikmati produk berkualitas dengan harga terjangkau.
Produksi donat hanyalah satu bagian dari rangkaian pembinaan unggulan di Lapas Cibinong. Berbagai program dirancang untuk mempersiapkan warga binaan kembali ke masyarakat dengan bekal keterampilan nyata dan peluang usaha yang kuat.
Beberapa program pembinaan utama meliputi: Pelatihan Peternakan, meliputi budidaya ayam, ikan, hingga ternak kecil. Warga binaan diajarkan manajemen pakan, perawatan kesehatan hewan, hingga pengolahan hasil ternak.
Pelatihan Otomotif dan Perbengkelan yang mencakup tune up motor, perbaikan ringan, kelistrikan dasar, dan teknik servis berkala.
elatihan Kerajinan dan UMKM, mulai dari sablon, kerajinan kayu, produksi kebutuhan rumah tangga, hingga pembuatan suvenir bernilai ekonomi.
Pelatihan Kewirausahaan warga binaan dibekali kemampuan manajemen usaha, pemasaran, hingga pengelolaan keuangan sebagai modal membangun usaha mandiri setelah bebas.
Seluruh pelatihan ini bertujuan membentuk karakter produktif, percaya diri, dan siap bersaing di dunia kerja.
Yang membuat program ini semakin bermakna adalah mekanisme pengelolaan hasil penjualan. Keuntungan yang diperoleh tidak hanya digunakan untuk operasional, tetapi juga disisihkan sebagai tabungan pribadi bagi warga binaan yang aktif dan berprestasi dalam kegiatan pembinaan.
Skema ini memberikan dua manfaat langsung: tabungan yang berguna saat bebas, dan dukungan untuk penilaian remisi, sehingga warga binaan lebih termotivasi untuk mengikuti pembinaan secara disiplin.
Masyarakat dapat memesan donat ini melalui program resmi Lapas Cibinong. Setiap pembelian tidak hanya mendapatkan produk berkualitas, tetapi juga berkontribusi dalam pemulihan sosial, pemberdayaan, dan proses reintegrasi warga binaan ke masyarakat.
Program donat premium ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan yang tepat mampu mengubah ruang pemasyarakatan menjadi pusat pelatihan produktif. Dengan kualitas yang tidak kalah dari produk komersial, karya warga binaan Lapas Cibinong menunjukkan bahwa kesempatan kedua selalu mungkin — dan dapat menjadi jalan menuju masa depan yang lebih baik.
Penulis : nes











