Gus Ipul Dorong 5 Juta KPM PKH di Jatim Gabung Koperasi Desa Merah Putih

- Redaksi

Rabu, 11 Maret 2026 - 20:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dokumen foto: Mensos Gus Ipul dan Emil Dardak Wagub hadiri Kegiatan di Lekok Pasuruan

Dokumen foto: Mensos Gus Ipul dan Emil Dardak Wagub hadiri Kegiatan di Lekok Pasuruan

Pasuruan, pendoposatu.id — Pemerintah terus memperkuat upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui integrasi program bantuan sosial dengan penguatan koperasi desa. Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan komitmennya mendorong sekitar 5 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Jawa Timur untuk bergabung menjadi anggota Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) agar dapat terlibat langsung dalam aktivitas ekonomi produktif.

Pernyataan tersebut disampaikan Gus Ipul saat menghadiri kegiatan kolaborasi Koperasi Desa Merah Putih dengan Program Keluarga Harapan di KDMP Desa Gejugjati, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Selasa (10/3/2026).

Menurut Gus Ipul, di Kabupaten Pasuruan sendiri terdapat sekitar 229 ribu KPM PKH, sementara di seluruh Jawa Timur jumlahnya mencapai sekitar 5 juta keluarga yang akan diarahkan untuk menjadi bagian dari koperasi desa.

“Ada 229 ribu KPM di Pasuruan dan total sekitar 5 juta KPM di Jawa Timur yang akan didorong menjadi anggota Kopdes Merah Putih,” ujar Gus Ipul.

Ia menjelaskan, keterlibatan penerima bantuan sosial dalam koperasi desa diharapkan mampu mengubah posisi mereka dari sekadar penerima bantuan menjadi bagian dari pelaku ekonomi. Dengan menjadi anggota koperasi, masyarakat tidak hanya berperan sebagai konsumen, tetapi juga pemilik yang dapat menikmati keuntungan dari kegiatan usaha koperasi.

Menurutnya, kolaborasi antara program perlindungan sosial dengan koperasi desa merupakan langkah strategis pemerintah dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat.

“Pemerintah ingin para penerima manfaat tidak hanya berharap menerima bantuan setiap tiga bulan sekali, tetapi keluarganya juga semakin berdaya secara ekonomi,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul juga menyoroti pentingnya akurasi data dalam penanganan kemiskinan, sebagaimana menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan bahwa kebijakan yang tepat hanya dapat dilakukan jika didukung oleh data yang valid dan akurat.

Baca Juga :  Nekad Edarkan Sabu, Petani di Kejayan Diringkus Polisi

“Banyak orang di sekitar kita yang tidak terlihat penderitaannya. Presiden meminta semuanya dimulai dari data. Kalau datanya benar, maka intervensi pemerintah juga akan tepat,” tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif melaporkan kondisi sosial di lingkungannya melalui berbagai jalur resmi maupun kanal partisipatif yang telah disediakan oleh Kementerian Sosial.

Lebih lanjut, Gus Ipul menekankan bahwa seluruh program penanganan kemiskinan harus dijalankan secara terarah, terpadu, dan berkelanjutan, sesuai amanat konstitusi. Di sisi lain, penerima bantuan sosial juga diharapkan memiliki semangat untuk meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga.

“Setelah menerima bansos, harus ada semangat menjadi keluarga yang lebih mandiri. Seperti slogan kita, bansos sementara, berdaya selamanya,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Gus Ipul bersama Menteri Koperasi Ferry Juliantono dan Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah juga menyerahkan secara simbolis Kartu Tanda Anggota (KTA) dan buku simpanan kepada para anggota KPM PKH-Sembako serta pilar-pilar sosial di Desa Gejugjati.

Selain itu, dilakukan pula penyerahan bantuan paket sembako kepada penerima manfaat serta peninjauan langsung aktivitas koperasi di lokasi.

Sejumlah dukungan turut disalurkan dalam kegiatan tersebut. Menteri Koperasi menyerahkan bantuan dari BNI berupa simpanan pokok dan simpanan wajib bagi 400 anggota KDMP Gejugjati dengan total nilai Rp20 juta.

Penguatan operasional koperasi juga datang dari berbagai pihak, di antaranya bantuan pupuk dari PT Pupuk Indonesia, satu unit perangkat komputer dari Perum Bulog, mesin printer serta sembako untuk modal usaha dari ID Food, serta tablet dari PT Pertamina.

Secara khusus, Gus Ipul juga menyerahkan bantuan pemberdayaan sosial kepada kelompok masyarakat yang dipimpin Zubaidah berupa 100 paket ayam petelur dengan total nilai bantuan mencapai Rp570 juta.

Baca Juga :  Mahasiswa Cipayung Plus Gelar Audiensi di Gedung DPRD Pasuruan, Berjalan Aman dan Damai

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menilai kolaborasi antara koperasi desa dan program PKH berpotensi menjadi penggerak penguatan ekonomi di tingkat desa.

“Kolaborasi Kopdes dengan PKH akan menjadi wadah bagi berbagai hal baik di skala desa,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengungkapkan bahwa saat ini telah tersedia sekitar 2.200 bangunan gudang dan gerai yang dikelola oleh KDMP di berbagai wilayah. Pemerintah juga tengah membangun sekitar 32 ribu unit fasilitas serupa untuk memperkuat ekosistem ekonomi desa.

“Bangunan ini bukan sekadar fisik, tetapi akan dikelola oleh KDMP untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat desa,” pungkasnya. (dul)

Penulis : Dul

Berita Terkait

Kades Kedungboto Beji Di Ludahi dan Dipukul Warganya Sendiri
Rp4,9 Miliar Digelontorkan, Pemkab Pasuruan Kejar Perbaikan Jalan Rusak
SMPN 2 Bangil Gelar Lomba Dies Natalis 2026, Cetak Generasi Emas 2045 Bermental Juara
Pemkab Pasuruan Anggarkan Rp4 Miliar untuk Rehabilitasi 9 Gedung Kantor di 2026, Dinas Cipta Karya Jadi Pelaksana
Siswi MAN 1 Pasuruan Raih Puteri Berbakat PPPI Jatim 2026, Harumkan Nama Madrasah di Tingkat Provinsi
Tahun 2026, Pemkab Pasuruan Anggarkan Rp2,5 Miliar untuk Bedah 125 Rumah Tidak Layak Huni
Gubernur Khofifah Resmikan Penanganan Kawasan Kumuh Terintegrasi Bendomungal Bangil, Anggaran Rp9 Miliar Ubah Lingkungan Jadi Sehat dan Produktif
Polres Pasuruan Gerak Cepat Redam Konflik Pasca Pengerusakan Makam di Winongan
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 12:16 WIB

Siap Ramaikan Soekarno CUP, Banteng Jatim U-17 Seleksi 250 Pemain

Minggu, 8 Maret 2026 - 18:59 WIB

Hasanudin Wahid: Politik PKB Bukan Cari Untung, Prioritaskan Kesejahteraan Rakyat

Minggu, 8 Maret 2026 - 14:16 WIB

Bola Penentuan Pejabat Strategis di Tangan Bupati, Tiga Besar JPT Pratama Pemkab Malang Diumumkan

Minggu, 8 Maret 2026 - 13:59 WIB

Normalisasi Sabung Ayam di Kedungrampal? Aktivitas Diduga Judi Terlihat Saat Ramadan

Sabtu, 7 Maret 2026 - 10:29 WIB

Jajuk Rendra Kresna Dorong Koperasi Desa Merah Putih Perkuat Ekonomi Desa

Kamis, 5 Maret 2026 - 18:37 WIB

E-Adminduk Disdukcapil Kabupaten Malang Hadir di 33 Kecamatan, 90 Persen Layanan Kependudukan Bisa Selesai Tanpa ke Kepanjen

Kamis, 5 Maret 2026 - 06:33 WIB

Pantai Sipelot Malang Disiapkan Jadi Motor Ekonomi Pesisir, Infrastruktur KNMP Diperkuat Tahun 2026

Rabu, 4 Maret 2026 - 18:33 WIB

Trenggono Sidak KNMP Sipelot, Tegur Kontraktor Soal Air Bersih dan Sedimentasi

Berita Terbaru

Ket foto. Sebanyak 250 pemain mengikuti seleksi tim banteng Jatim U-17 untuk dibawa pada Kejuaraan sepakbola Soekarno Cup

Kabupaten Malang

Siap Ramaikan Soekarno CUP, Banteng Jatim U-17 Seleksi 250 Pemain

Senin, 9 Mar 2026 - 12:16 WIB