Kabupaten Malang, pendooposatuid — Suasana antusias tampak memenuhi Pendopo Panji Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, saat puluhan perempuan muda sibuk mempraktikkan keterampilan menata rambut rekan mereka. Bukan pertunjukan biasa, melainkan hasil nyata dari Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) 2025, yang telah mereka ikuti selama beberapa bulan terakhir.
Program yang digagas Direktorat Kursus dan Pelatihan Ditjen Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek ini berkolaborasi dengan LKP Saraswati serta didukung oleh UMKM Kecantikan, BRI, dan platform digital Dharma. Sebanyak 23 peserta dilatih secara intensif selama 150 jam pelajaran, fokus pada keterampilan tata kecantikan rambut.
Namun, pembelajaran mereka tidak berhenti pada teknik potong, pewarnaan, atau penataan rambut.
Di bawah bimbingan Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, peserta juga mempelajari strategi pemasaran digital, manajemen usaha kecil, dan pelayanan pelanggan profesional—bekal penting agar siap menjadi pelaku usaha mandiri.
Menutup secara resmi kegiatan tersebut, Wakil Bupati Malang Dra. Hj. Lathifah Shohib menyebut pelatihan ini sebagai bukti nyata keseriusan pemerintah daerah dalam mencetak generasi wirausaha baru.
“Program seperti ini tidak hanya memberi ilmu, tetapi juga membangun keberanian untuk berdiri di atas kaki sendiri. Keterampilan itu modal utama untuk mengubah hidup dan menekan angka kemiskinan,” tegas Lathifah.
Ia menambahkan, seluruh kegiatan dibiayai melalui APBN Kemendikbudristek, serta para peserta menerima bantuan peralatan usaha yang dapat digunakan melalui Kelompok Belajar Usaha (KBU).
“Kami ingin hasilnya tidak berhenti di pelatihan. LKP dan peserta harus tetap berjejaring, bahkan bisa bermitra dengan universitas seperti Universitas Gajayana untuk memperluas kompetensi,” lanjutnya.
Sementara itu, Kadisdik Kabupaten Malang, Suwadji, menegaskan bahwa program PKW merupakan salah satu langkah strategis memperkuat pendidikan vokasi daerah.
“PKW diarahkan untuk mencetak wirausaha baru. Jadi bukan hanya sekadar kursus keterampilan, tetapi juga latihan membangun usaha,” jelasnya.
Ia mengungkapkan bahwa hingga 2025, terdapat 44 Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) aktif di Kabupaten Malang. Dari jumlah itu, tiga LKP termasuk Saraswati, menjadi penerima program PKW. Bidang yang digarap pun beragam, mulai dari kecantikan, tata busana, hingga teknologi informasi.
“Kami ingin LKP menjadi pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat. Karena kemandirian ekonomi itu bagian dari kesejahteraan,” tegasnya.
Bagi peserta, program ini bukan sekadar pelatihan, melainkan awal perjalanan hidup baru. Dengan keterampilan yang diperoleh, mereka kini siap membuka salon kecil, menawarkan jasa kecantikan rumahan, atau bahkan mengembangkan bisnis online di bidang hair styling.
Salah satu peserta, Rina (23), mengaku pelatihan ini membuka pandangan baru tentang arti bekerja.
“Dulu saya hanya tahu potong rambut dari YouTube. Sekarang saya bisa buka jasa sendiri di rumah dan punya pelanggan tetap,” ujarnya dengan senyum bangga.
Dari Pendopo Panji, semangat itu kini meluas ke berbagai desa. Setiap sisir dan gunting menjadi simbol kemandirian dan optimisme baru bagi perempuan muda Kabupaten Malang — menandai lahirnya wirausaha baru dari dunia vokasi yang siap menata masa depan mereka sendiri.
Penulis : nea











