Digitalisasi Bansos Diperluas, Gus Ipul Pastikan Data Penerima Lebih Akurat

- Redaksi

Senin, 30 Maret 2026 - 13:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket foto. Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf didampingi Bupati Malang HM Sanusi dan Sekretaris Daerah Budiar Anwar bersama siswa siswi Sekolah Rakyat

Ket foto. Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf didampingi Bupati Malang HM Sanusi dan Sekretaris Daerah Budiar Anwar bersama siswa siswi Sekolah Rakyat

Spread the love

Malang, pendoposatu.id – Upaya pemerintah meningkatkan ketepatan sasaran bantuan sosial terus diperkuat melalui penerapan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf menegaskan digitalisasi sistem menjadi langkah penting untuk menekan kesalahan data penerima bantuan hingga di bawah 5 persen secara nasional.

Dalam kunjungan kerja dan halal bi halal di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Senin (30/3/2026), Mensos melakukan sosialisasi DTSEN sekaligus berdialog dengan para camat, perangkat desa, dan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH). Pertemuan tersebut difokuskan pada pemutakhiran data kesejahteraan masyarakat agar penyaluran bantuan sosial semakin tepat sasaran.

Menurut Gus Ipul, selama satu tahun terakhir pemerintah pusat bersama pemerintah daerah melakukan konsolidasi intensif guna memperbaiki kualitas basis data penerima bantuan. Pemutakhiran dilakukan secara berkala dengan melibatkan operator desa dan berbagai pihak terkait, termasuk BPJS.

“Selama satu tahun terakhir kita fokus melakukan konsolidasi data bersama daerah. Kabupaten Malang menjadi salah satu wilayah yang menunjukkan kesiapan cukup baik dalam memperbaiki validitas data penerima bantuan,” ujarnya.

Digitalisasi bantuan sosial sebelumnya telah diuji coba di Kabupaten Banyuwangi. Hasil uji coba menunjukkan sistem baru mampu meningkatkan ketepatan data, sehingga pemerintah memperluas implementasinya ke 40 kabupaten/kota di Indonesia. Apabila berjalan optimal, sistem digital tersebut akan diterapkan secara nasional.

Ia menambahkan, melalui sistem digital masyarakat dapat mengusulkan perubahan data maupun menyampaikan sanggahan apabila terdapat ketidaksesuaian informasi penerima bantuan. Mekanisme ini diharapkan mampu meningkatkan transparansi sekaligus mempercepat pembaruan data kesejahteraan masyarakat.

Berdasarkan evaluasi di lapangan, sistem lama masih memiliki tingkat kesalahan data yang cukup tinggi. Namun melalui integrasi DTKS dengan digitalisasi layanan, angka kesalahan terus menurun secara signifikan.

“Dengan digitalisasi bansos, jalur distribusi akan semakin presisi sehingga bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak. Target kita tingkat error data bisa ditekan hingga di bawah 5 persen,” tegasnya.

Peran pemerintah desa dan pendamping PKH dinilai sangat penting dalam mendukung keberhasilan program tersebut. Mereka menjadi penghubung antara masyarakat dengan sistem digital yang digunakan untuk memperbarui data penerima bantuan.

Dari hasil uji coba sebelumnya, baru sekitar 10 persen masyarakat yang dapat mengakses sistem secara mandiri. Karena itu, pemerintah terus mendorong sosialisasi berkelanjutan agar masyarakat semakin terbiasa menggunakan layanan digital.

Melalui penerapan DTSEN dan penguatan digitalisasi bansos, pemerintah berharap kualitas data kesejahteraan semakin akurat sehingga program bantuan sosial berjalan lebih efektif, transparan, serta tepat sasaran di seluruh daerah, termasuk Kabupaten Malang.

Penulis : nes

Berita Terkait

Reses Saifudin Zuhri Serap Aspirasi Masyarakat Lewat Pendidikan
Pembangunan Pasar Karangploso Kajian Dari Disperindag Sampai Persetujuan Bupati Malang
Dinas Pertanian dan Pangan Gelar Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan ‘Gizi Untuk Banyuwangi’
Usai Rakor KPK, Darmadi Tinggalkan Gedung DPRD Lewat Pintu Belakang
Kepala Bakorwil Malang Dorong Kopi Amstirdam Naik Kelas, Dari Komoditas Lokal Menuju Brand Global
Bupati Lantik 3 Kades PAW Jangan Bawa Sekat Politik, Semua Warga Harus Dirangkul
Warga Rencana Beli Rumah Singgah Soeharto, DPRD Dorong Pelestarian Sejarah
BPBD Salurkan 98.500 Liter Air Bersih, Total Distribusi Tembus 2,45 Juta Liter

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 20:37 WIB

Peringati HUT Pasuruan Desa Oro-oro Ombo Kulon Gelar Karnaval Budaya

Sabtu, 26 September 2026 - 00:20 WIB

Reses Saifudin Zuhri Serap Aspirasi Masyarakat Lewat Pendidikan

Jumat, 25 September 2026 - 20:02 WIB

Pembangunan Pasar Karangploso Kajian Dari Disperindag Sampai Persetujuan Bupati Malang

Jumat, 25 September 2026 - 19:39 WIB

Tujuh Penari Gandrung Hiasi Perjalanan Kereta Api Sangkuriang Menuju Banyuwangi

Jumat, 25 September 2026 - 18:11 WIB

‎HUT Pasuruan KORMI Gelar Senam Bersama di Taman Candra Wilwatikta

Jumat, 25 September 2026 - 17:18 WIB

Ketum JMSI Dukung Penuh HPN 2027

Jumat, 25 September 2026 - 17:01 WIB

Dinas Pertanian dan Pangan Gelar Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan ‘Gizi Untuk Banyuwangi’

Jumat, 25 September 2026 - 14:08 WIB

Polsek Muncar Terjunkan Personel Guna Amankan Kejurwil X Pagar Nusa

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page