Surabaya, pendoposatu.id – Derby Jawa Timur kembali membara. Persebaya Surabaya akan menjamu rival abadi, Arema FC, dalam laga Big Match BRI Liga 1 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu (22/11/2025) pukul 15.30 WIB. Atmosfer panas dan pertaruhan gengsi dipastikan mengiringi duel klasik ini.
Arema FC datang dengan motivasi berlipat. Kekalahan 1–2 dari Persija Jakarta di Stadion Kanjuruhan pada laga sebelumnya menjadi cambuk bagi skuad Singo Edan untuk bangkit. Misi merebut tiga poin penuh di kandang Persebaya pun menjadi harga mati.
Pelatih Arema FC, Marcos Santos, menegaskan timnya datang ke Surabaya bukan untuk bertahan, namun untuk menang. Kehadiran gelandang Timnas U-23, Arkhan Fikri, yang kembali siap dimainkan, semakin menambah optimisme sang pelatih asal Brasil.
“Tiga poin memang menjadi target utama Arema di laga tandang ini. Kami tahu ini pertandingan yang berat. Ini laga klasik. Seperti yang kami katakan di Brasil, laga derby itu gak cuma dimainkan, tapi harus dimenangkan. Kami harus fokus, berkonsentrasi, dan benar-benar siap,” ujar Marcos.
Marcos menambahkan, Derby Jatim kali ini memiliki arti khusus bagi para pemain anyar Arema FC. Ia ingin para pemain memahami bahwa pertandingan menghadapi Persebaya bukan sekadar laga liga biasa, melainkan benturan harga diri.
“Saya ingin membuat para pemain, terutama yang baru datang, memahami apa arti Arema lewat laga derby ini. Kemenangan bukan hanya kewajiban, tapi kehormatan,” imbuhnya.
Dari sisi susunan pemain, kedua tim sama-sama menurunkan skuat offensif. Arema FC mengandalkan trio tajam Dalberto Luan Belo, Salim Akbar Tuharea, dan Valdeci di barisan depan. Kombinasi kecepatan dan kreativitas diharapkan bisa membongkar pertahanan tuan rumah.
Sementara Persebaya Surabaya tak tinggal diam. Pasukan Bajul Ijo mempercayakan lini serang kepada Bruno Moreira, Gali Freitas, dan Malik Rizaldi, yang dikenal agresif dan efektif dalam membangun serangan.
Dengan performa kedua tim yang sama-sama ingin mendominasi, Derby Jatim 2025 ini diprediksi berjalan penuh tensi, cepat, dan emosional. Selain tiga poin, gengsi sebagai penguasa Jawa Timur menjadi taruhannya.
Penulis : nes











