Malang, pendoposatu.id – Program Bongkar Ratoon–Tumbuh yang dilaksanakan Kementerian Pertanian RI di Kabupaten Malang menunjukkan progres signifikan. Kepala Dinas Tanaman Pangan,
Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang, Ir. Avicenna M. Saniputera, M.T., M.H., menyampaikan bahwa realisasi program hingga akhir November telah mencapai hampir 93 persen.
“Kabupaten Malang telah menyerap 1.277 hektare untuk CPCL, dengan realisasi sekitar 1.100 hektare. Ini berarti capaian kita sudah hampir 93 persen. Insya Allah pertengahan Desember bisa 100 persen,” ujarnya dalam rapat sosialisasi progres program bersama Direktur Hilirisasi Kementerian Pertanian RI, di Pendopo Agung, Rabu (3/12/2025).
Program yang semula memiliki kuota 15.000 hektare kemudian disesuaikan menjadi 7.500 hektare karena terbatasnya waktu tanam. Meski demikian, Kabupaten Malang mencatat progres tercepat di wilayahnya.
Avicenna juga mengungkap adanya peluang tambahan kuota sekitar 1.500 hektare. Saat ini Pemkab Malang tengah menjajaki lokasi potensial untuk penanaman tebu baru.
“Kita mencari lahan-lahan marginal, termasuk lahan kering, agar tidak menimbulkan konflik dengan tanaman pangan di lahan irigasi. Lokasi-lokasi ini akan menjadi calon perluasan areal tanam,” jelasnya.
Keterbatasan Waktu Tanam, Sebagian Target Akan Bergeser dan keterbatasan waktu tanam menjadi tantangan utama dalam penyelesaian target besar program.
“Waktu tanam tebu sangat terbatas. Bongkar pertama bulan November harus selesai, sementara program baru diluncurkan pada September–Oktober. Jadi waktu efektif hanya 30–40 hari,” terangnya.
Karena faktor ini, sebagian dari target besar 15.000 hektare diperkirakan akan dilanjutkan pada tahun 2026.
“Kami harapkan sisanya dapat diambil pada tahun 2026,” tambahnya.
Rincian Capaian di Lapangan dimana Kuota CPCL: 1.277 hektare dengan dealisasi hingga 30 November: ± 1.100 hektare dengan Capaian: 93 %, target penyelesaian: pertengahan Desember 2025 dan proyeksi capaian akhir: 1.200 hektare (100%)
“Dengan waktu tinggal 45 hari sejak Oktober, bisa mencapai seribu hektare lebih itu sudah sangat bagus,” kata Avicenna.
Program Bongkar Ratoon di Kabupaten Malang menjadi salah satu yang paling progresif, didukung persiapan lahan marginal sebagai perluasan dan komitmen penyelesaian target hingga akhir tahun. Program ini diharapkan memperkuat produksi tebu dan hilirisasi pertanian di Kabupaten Malang.
Penulis : nes











