Bacalon Wali Kota Malang Wahyu Hidayat Bakal Usung Kearifan Lokal

- Redaksi

Sabtu, 7 September 2024 - 12:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Wahyu saat menghadiri Dialog Publik Bakal Calon Walikota Malang 2024 yang dihelat oleh Komunitas Malang Peduli Demokrasi (MPD)

Foto : Wahyu saat menghadiri Dialog Publik Bakal Calon Walikota Malang 2024 yang dihelat oleh Komunitas Malang Peduli Demokrasi (MPD)

PENDOPOSATU.ID, MALANG – Bakal Calon (Bacalon) Walikota Malang Tahun 2024 Ir. Wahyu Hidayat akan mengusung kearifan lokal Kota Malang jika dirinya menjadi pemimpin Kota Malang periode 2024-2029 mendatang.

Hal tersebut diungkapkan Wahyu saat menghadiri Dialog Publik Bakal Calon Walikota Malang 2024 yang dihelat oleh Komunitas Malang Peduli Demokrasi (MPD) di Mifeng Kopitiam Jalan Ijen No 94 Kota Malang. Jumat (6/9/2024) malam.

Meskipun hadir tanpa ada Bacalon Walikota Malang lainnya. Pj Walikota Malang selama 10 bulan 17 hari tersebut memaparkan visi misi dan program yang akan diangkat dihadapan 6 panelis.

Diantaranya George de Silva, Djuni Farhan, Ya’qud Ananda Qudban, Wahyudi Winarjo dan Nurudin Hady serta para hadirin yang terdiri dari anggota MPD, budayawan, mahasiswa hingga masyarakat umum.

“Visi Misi yang kami angkat, tentunya akan berbeda karena saya akan menuangkan kearifan lokal. Agar lebih mengena kegiatan akan saya buat Malangan, antara lain Ngalam Tahes, Ngalam Idrek, Ngalam Seger, Ngalam Rijik, Ngalam Laris dan lainnya sesuai dengan keinginan dan kebutuhan masyarakat,” bebernya.

Mantan Sekda Kabupaten Malang tersebut menyampaikan jika pihaknya didukung oleh 14 partai koalisi.

“Tentunya kami akan menyatukan visi misi dengan melakukan pendekatan-pendekatan. Saya gunakan Mbois Berkelas dengan kombinasi usulan dari beberapa partai politik,” ujar Dosen Luar Biasa ITN ini.

Dikatakannya, selama menjadi Pj Walikota selama 10 bulan sudah ada gebrakan yang dilakukan. Salah satunya Ngombe yakni Ngobrol Mbois bersama elemen masyarakat termasuk di dalamnya budayawan dan antar umat beragama.

“Melalui program Ngombe tersebut, kami mendengarkan segala permasalahan secara langsung dan mencari solusi – solusi serta memberikan jawaban secara langsung,” terangnya.

Selain itu, inovasi besar lainnya yang sudah dilakukan saat menjadi Pj Walikota Malang adalah Menolak Lupa. Baginya, tagline Menolak Lupa adalah strategi untuk mengembalikan wajah Kota Malang seperti dulu.

Baca Juga :  Polsek Jabung Berhasil Amankan Dua Pelaku Kurir Narkotika Jenis Sabu

“Bagaimana suasana Ijen tempo doloe, penggunaan Gedung Cendrawasih yang mulai terlupakan hingga ada Blanggur saat berbuka puasa,” jelasnya.

Tak dipungkiri, kepemimpinan Wahyu Hidayat yang masih seumur jagung mampu mengantarkan Kota Malang menyabet prestasi bergengsi yakni Kota Malang berhasil menyabet Juara 1 dalam Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) tingkat nasional 2024.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Lembaga Analisis Politik dan Otonomi Daerah George da Silva menanyakan strategi untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dengan lantang, Wahyu menjawab bahwa dirinya sudah membuat skema-skema dengan menekan kebocoran-kebocoran dalam berbagai bidang.

“Kota Malang berpeluang untuk optimalisasi PAD. Misalkan parkir yang belum dikelola secara optimal. Saya optimis di tahun 2025, PAD mampu menembus 1 Triliun,” tegas Wahyu

Dalam diskusi tersebut, semua aspek dibahas mulai dari pendidikan, kesehatan mental, budaya, lingkungan hidup, Ruang Terbuka Hijau, pasar rakyat, pariwisata hingga sosial.

Sebagai closing, diwujudkan melalui harapan-harapan yang dicetuskan oleh perwakilan dari 5 kelompok. Mulai mahasiswa, budayawan, psikologi hingga paguyuban angkutan umum.

Penulis : Yani

Editor : Dadang D

Berita Terkait

Jelang Seabad NU, Kota Malang Tunjukkan Toleransi Nyata Antar Umat Beragama
Operasi Keselamatan Semeru 2026, Polresta Malang Kota Perketat Ramp Check Bus dan Angkutan Umum
Kapolresta Malang Kota Silaturahmi dengan Keluarga Korban Kanjuruhan, Tegaskan Komitmen Pendekatan Humanis
Hari PMI 2025: The Alana Hotel Malang Gelar Donor Darah, Jumlah Peserta Membludak
APBD Kota Malang Susut, DPRD Ingatkan Bahaya Ketergantungan pada Dana Transfer
DPRD Kota Malang Apresiasi Semangat Warga Kota Lama dalam Gelar Karnaval Budaya
Fokus Pendidikan dan Revitalisasi Pasar Besar, DPRD Kota Malang Bahas Perubahan APBD 2025
Piala Wali Kota Malang 2025: Equestrian Jadi Wajah Baru Sport Tourism dan Ekonomi Kreatif
Berita ini 93 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 22:23 WIB

Seleksi Terbuka JPTP Pemkab Malang 2026: 25 ASN Daftar, 11 Gugur Administrasi, 14 Lolos ke Tahap Asesmen Jatim

Kamis, 12 Februari 2026 - 19:46 WIB

Sekolah Unggulan Disorot, Merger SDN Tak Terhindarkan: DPRD Malang Ungkap Akar Masalah Pendidikan

Kamis, 12 Februari 2026 - 09:17 WIB

Akses Jalan Desa Purwoasri Tergenang, Drainase Baru Jadi Solusi Mendesak

Senin, 9 Februari 2026 - 18:43 WIB

44 Cabor Mengunci Arah, Darmadi Melaju Nyaris Tanpa Perlawanan di Bursa Ketua KONI Kabupaten Malang

Senin, 9 Februari 2026 - 15:09 WIB

Seleksi JPT Pratama Pemkab Malang Disinyalir Sekadar Formalitas, Pendaftar Minim hingga Nama “Pemenang” Sudah Beredar

Sabtu, 7 Februari 2026 - 20:31 WIB

Zia’ulhaq Resmi Maju Ketua KONI Kabupaten Malang, Klaim Dukungan Lebih dari Delapan Cabor

Sabtu, 7 Februari 2026 - 07:56 WIB

Wabup Malang Tegaskan Sekolah Terintegrasi Jadi Arah Kebijakan Pendidikan, 10 SMPN Disiapkan Jadi Pilot Project 2026

Jumat, 6 Februari 2026 - 18:01 WIB

Dispora Kabupaten Malang Digeledah Kejari, Kasus Dana Hibah KONI Masuk Fase Krusial

Berita Terbaru

Ket foto. Akses jalan depan Balai desa Purwoasri Kecamatan Singosari yang terendam air

Kabupaten Malang

Akses Jalan Desa Purwoasri Tergenang, Drainase Baru Jadi Solusi Mendesak

Kamis, 12 Feb 2026 - 09:17 WIB