Malang, pendoposatu.id – MTs Negeri 7 Malang menggelar Launching Hasil Karya Membatik dan Karya Literasi Siswa di lingkungan madrasah, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Rabu (17/12). Kegiatan ini menjadi wujud nyata kreativitas siswa sekaligus upaya pelestarian budaya dan penguatan literasi di lingkungan pendidikan.
Acara tersebut mendapat apresiasi langsung dari Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M., yang hadir bersama jajaran Forkopimda, perangkat daerah, serta unsur Muspika. Dalam sambutannya, Bupati Malang menilai kegiatan tersebut memiliki nilai strategis karena menggabungkan pendidikan, seni, dan budaya dalam satu wadah pembelajaran.
Menurut Bupati Sanusi, program Madrasah Membatik merupakan langkah positif dalam menanamkan kecintaan terhadap batik sebagai warisan budaya bangsa kepada generasi muda. “Kegiatan ini tidak hanya bernilai seni, tetapi juga sarat makna budaya dan pendidikan. Saya bangga MTs Negeri 7 Malang mampu mendorong siswa untuk mengenal dan mencintai batik sejak dini,” ujarnya.

Ia menegaskan, pelestarian budaya lokal harus terus dilakukan secara berkelanjutan melalui dunia pendidikan agar tidak tergerus perkembangan zaman.
Kepala MTs Negeri 7 Malang, Ahmad Ali, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut mencakup tiga agenda utama. Agenda pertama adalah peluncuran program Madrasah Membatik dengan hasil karya batik kolektif siswa sepanjang sekitar satu kilometer. Karya tersebut dihasilkan melalui proses membatik selama kurang lebih empat bulan dan dilaksanakan secara rutin setiap pekan sebagai bagian dari kegiatan kurikuler.
“Ini merupakan program perdana, namun antusiasme siswa sangat tinggi. Ke depan, kegiatan membatik akan terus kami kembangkan karena mendapat dukungan besar dari siswa maupun masyarakat Tumpang,” jelasnya.
Agenda kedua adalah pelaksanaan Indonesian Student Competition (ISC), yakni kompetisi tahunan bagi siswa SD/MI yang berfokus pada Tes Kemampuan Akademik (TKA). Sementara agenda ketiga adalah peluncuran dua buku antologi karya literasi siswa yang berisi kumpulan cerpen dan puisi hasil kreativitas siswa MTs Negeri 7 Malang.
“Buku antologi ini menjadi wadah bagi siswa yang aktif menulis cerpen dan puisi, sekaligus bentuk apresiasi atas kreativitas literasi mereka,” tambah Ahmad Ali.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Malang, Kepala Bakorwil, Camat Tumpang, Kapolsek, Danramil, Koordinator Pengawas Pendidikan, perwakilan KUA, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Malang, serta tokoh pendidikan dan masyarakat setempat.
Diketahui, MTs Negeri 7 Malang memiliki berbagai program unggulan, di antaranya Madrasah Riset, Madrasah Adiwiyata, Madrasah Ramah Anak, Sekolah Siaga Kependudukan, serta Madrasah Olimpiade. Madrasah ini juga menyelenggarakan kelas Sistem Kredit Semester (SKS) bagi siswa berkemampuan belajar cepat.
Saat ini, MTs Negeri 7 Malang memiliki sekitar 805 siswa dengan dukungan kurang lebih 80 tenaga pendidik dan kependidikan. Melalui berbagai inovasi tersebut, MTs Negeri 7 Malang terus berkomitmen mencetak generasi berprestasi, berkarakter, dan berbudaya.
Penulis : nes











