Pemkab Malang Perketat Pengawasan SPPG Usai Kasus Dugaan Keracunan, Fokus ke Higienitas Dapur Sekolah

- Redaksi

Selasa, 28 Oktober 2025 - 22:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ket foto.Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Malang, Mahila Surya Dewi, S.Sos., M.Si. saat ditemui awak media

ket foto.Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Malang, Mahila Surya Dewi, S.Sos., M.Si. saat ditemui awak media

 

Malang, pendoposatu.id – Pemerintah Kabupaten Malang mengambil langkah cepat memperketat pengawasan terhadap seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menyusul munculnya dua kasus dugaan keracunan makanan yang menimpa peserta didik di Kecamatan Poncokusuma dan Kepanjen.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Malang, Mahila Surya Dewi, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa pihaknya kini memperkuat kontrol terhadap higienitas dan sanitasi dapur yang melayani kebutuhan gizi anak-anak sekolah.

“Ini menjadi momentum bagi kita semua untuk memperketat lagi pengawasan di seluruh SPPG Kabupaten Malang,” tegas Mahila saat ditemui di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Selasa (28/10/2025).

Mahila menjelaskan, hingga saat ini hasil resmi penyelidikan penyebab dugaan keracunan masih menunggu laporan laboratorium. Namun, dugaan sementara mengarah pada aspek kebersihan pengolahan makanan.

“Kalau menurut saya, sementara ini indikasinya ke higienitas. Tapi karena hasil resminya belum keluar, kita tetap menunggu. Kalau masalahnya memang di dapur, tentu tidak hanya satu sekolah yang terdampak karena SPPG melayani beberapa sekolah sekaligus,” jelasnya.

Ia menambahkan, tim juga menelusuri kemungkinan faktor lain, termasuk kebiasaan jajan anak-anak di luar sekolah.

“Ada beberapa anak yang sebelumnya sempat jajan di luar, dan justru mereka yang mengalami gejala. Ini tentu harus kita dalami bersama,” ujarnya.

Dalam upaya memastikan keamanan pangan, Mahila menekankan pentingnya Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi seluruh dapur SPPG. Meski proses sertifikasi itu menjadi kewenangan Dinas Kesehatan, DKP Kabupaten Malang aktif berkoordinasi untuk mempercepat penerbitannya.

“Skema SLHS memang domain Dinas Kesehatan, tapi kami terus berkolaborasi karena ada 35 SPPG yang sedang berproses. Mudah-mudahan segera tuntas agar seluruh dapur punya standar yang sama,” jelasnya.

Saat ini, Kabupaten Malang memiliki 93 SPPG, dengan 71 unit sudah beroperasi aktif. Pemerintah daerah menargetkan jumlahnya meningkat hingga 233 SPPG dalam waktu dekat.

Baca Juga :  Pemkab Malang Pastikan Akhiri Kekosongan JPTP di 2025 Lewat Skema Job Fit dan Selter

“Dari total 93 SPPG, yang aktif ada 71. Target kita ke depan 233. Dengan sistem pengawasan yang lebih ketat, kami yakin kualitas layanan gizi akan semakin baik,” ungkap Mahila.

Mahila mengingatkan seluruh pengelola dan mitra penyedia gizi agar disiplin menerapkan petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) dalam setiap tahap pengolahan makanan.

“Saya harap semua mitra dan pengelola SPPG benar-benar mengikuti juklak dan juknis yang sudah ada. Aturannya sudah empat kali direvisi, jadi harus lebih cermat supaya kejadian seperti ini tidak terulang,” tandasnya.

Dengan pengawasan yang diperketat dan sinergi lintas instansi, Pemkab Malang memastikan seluruh layanan pangan bagi peserta didik tetap aman, higienis, dan bergizi seimbang.

“Kita ingin pastikan anak-anak mendapatkan makanan yang aman dan sehat. Karena gizi yang baik akan mendukung tumbuh kembang dan prestasi mereka di sekolah,” tutup Mahila.

Penulis : nes

Berita Terkait

Viral Menu MBG Ramadan di Malang, DPRD Soroti Dugaan Harga di Bawah Rp8 Ribu dan Kualitas Gizi Dipertanyakan
Perkuat Gizi Anak dan Tekan Stunting, Pemkab Malang Resmikan Dapur MBG di Kalipare
Sepak Bola Persahabatan Antar Instansi Pererat Kebersamaan di Kabupaten Malang
Terseret Arus Sungai, Warga Kasembon Malang Tewas Terjepit Pintu Air DAM Kali Manten
Derita Preeklampsia Parah, Warga Kepanjen Kabupaten Malang Terancam Kehilangan Penglihatan, Butuh Uluran Tangan
Cuaca Ekstrem Hambat Penerbangan, Pesawat Batik Air Ditumpangi KH Habib Mustofa Gagal Mendarat di Juanda Surabaya
SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo Resmi Terapkan ISO 21001:2018, Perkuat Tata Kelola Pendidikan Vokasi Berstandar Internasional
Sekda Malang: LP Ma’arif NU Harus Berdaya dan Berdampak Nyata

Berita Terkait

Senin, 23 Maret 2026 - 21:17 WIB

H+3 Lebaran, Arus Tol Malang Naik Signifikan, Polisi Perketat Jalur Wisata

Sabtu, 21 Maret 2026 - 04:00 WIB

Arus Mudik Malang Terkendali, Satlantas Pastikan Siaga Penuh dan Antisipasi Puncak Arus Balik

Rabu, 18 Maret 2026 - 05:33 WIB

Rampcheck Ketat Jelang Mudik Lebaran 2026, Satlantas Polres Malang Pastikan Bus dan Sopir Laik Jalan

Rabu, 18 Maret 2026 - 05:23 WIB

Polres Malang Intensifkan Pengamanan Arus Mudik 2026, Puluhan Ribu Kendaraan Mulai Padati Akses Tol

Minggu, 15 Maret 2026 - 11:59 WIB

Polres Malang Siagakan 8 Pos Pengamanan dan Pelayanan Mudik Lebaran 2026

Sabtu, 7 Maret 2026 - 10:39 WIB

Pria Ngaku Polisi Rampas Mobil di Tumpang, Pelaku Ditangkap di Singosari

Kamis, 5 Maret 2026 - 20:47 WIB

Polres Malang Buka Penitipan Kendaraan Gratis Selama Mudik Lebaran 2026

Minggu, 1 Maret 2026 - 17:18 WIB

Jual Honda Scoopy Curian via Marketplace, Satreskrim Polres Malang Ringkus Pelaku Saat COD

Berita Terbaru

Ket foto. Bupati Malang HM Sanusi

Kabupaten Malang

Minta Layanan Puskesmas Dimaksimalkan, Bupati Sanusi Siapkan Sanksi Tegas

Senin, 23 Mar 2026 - 22:08 WIB