Pemkab Malang Dorong Penanganan Anak Tidak Sekolah, Targetkan Zero ATS di Kabupaten Malang

- Redaksi

Selasa, 21 Oktober 2025 - 14:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket foto. Wakil Bupati Malang Hj Lathifah Shohib bersama Kepala Dinas Pendidikan, Suwadji saat memberikan bantuan pendidikan pada perwakilan murid sekolah

Ket foto. Wakil Bupati Malang Hj Lathifah Shohib bersama Kepala Dinas Pendidikan, Suwadji saat memberikan bantuan pendidikan pada perwakilan murid sekolah

Malang, pendoposatu id – Pemerintah Kabupaten Malang terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pemenuhan hak pendidikan bagi semua anak. Hal ini ditegaskan oleh Wakil Bupati Malang, Hj. Lathifah Shohib, saat membuka Workshop Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Malang, Selasa (21/10/2025).

Lathifah Shohib menyampaikan bahwa jumlah anak tidak sekolah di Kabupaten Malang masih tergolong tinggi, mencapai sekitar 19 ribu anak. Meskipun secara persentase terbilang kecil, angka tersebut tetap menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

“Hari ini kita melaksanakan workshop penanganan anak tidak sekolah di Kabupaten Malang. Jumlahnya memang masih lumayan tinggi, sekitar 19 ribuan anak. Ini menjadi perhatian karena SDM adalah aset penting bagi Kabupaten Malang, jadi hak-hak pendidikan mereka harus kita penuhi,” ujar Wabup Lathifah Shohib.

Ia menegaskan, berbagai faktor menjadi penyebab masih adanya anak yang tidak bersekolah, seperti kendala ekonomi, sosial, hingga kurangnya dukungan keluarga. Pemerintah Kabupaten Malang, lanjutnya, berupaya mengurai berbagai permasalahan tersebut dengan melibatkan banyak pihak.

“Kalau mereka ada kendala, entah dari keluarga, ekonomi, atau sosial, pemerintah akan bantu mencari solusinya. Kita ingin semua anak bisa kembali mendapat pendidikan yang layak,” tambah Wabup Lathifah.

Sebagai langkah nyata, Pemkab Malang telah menyiapkan berbagai program pendidikan non-formal melalui PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat). Hingga saat ini, terdapat sekitar 65 PKBM di Kabupaten Malang, dan 50 di antaranya aktif melayani peserta didik.

“Anak-anak yang tidak sekolah nanti kita masukkan ke PKBM yang tersebar di Kabupaten Malang. Mereka tidak perlu membayar karena sudah mendapat bantuan operasional pendidikan seperti BOP dan BOS dari pemerintah,” jelas Bu Nyai, panggilan akrab Wabup Malang ini.

Baca Juga :  Pemkab Malang Pastikan Penanganan Cepat Kasus Dugaan Keracunan Makanan di MTs Al Khalifah, Program MBG Tetap Berlanjut

Menurut Hj. Lathifah Shohib, perhatian pemerintah terhadap pendidikan non-formal cukup besar. Ia menyebutkan bahwa dana bantuan yang diterima peserta didik non-formal justru sedikit lebih tinggi dibanding sekolah formal.

“Kalau SD formal dapat 450 ribu, yang non-formal bisa 500 ribu. Ini menunjukkan perhatian pemerintah terhadap mereka cukup besar,” kata Wabup Malang.

Lebih lanjut, Wabup menargetkan agar penanganan ATS dapat dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan hingga mencapai target “Zero ATS” di Kabupaten Malang.

“Kita akan rancang targetnya. Tahun pertama, kedua, dan ketiga, apa saja capaian yang harus dituntaskan agar nanti bisa benar-benar zero ATS,” tegas Wabup Lathifah.

Untuk mempercepat realisasi program ini, Hj. Lathifah Shohib meminta peran aktif seluruh elemen, mulai dari kepala desa, camat, Dinas Pendidikan, hingga Tim Penggerak PKK. Ia menilai, keterlibatan PKK sangat penting dalam memberikan pendekatan persuasif kepada keluarga.

“Tim Penggerak PKK harus dilibatkan, khususnya yang menangani bidang pendidikan. Saat mereka berkunjung ke masyarakat, bisa sekaligus memberikan motivasi kepada keluarga agar anak-anak mau kembali sekolah,” tuturnya.

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Pemkab Malang optimistis dapat mempercepat penanganan ATS dan memastikan tidak ada anak yang tertinggal dari hak pendidikannya.

Penulis : nes

Sumber Berita : lioutan

Berita Terkait

Viral Menu MBG Ramadan di Malang, DPRD Soroti Dugaan Harga di Bawah Rp8 Ribu dan Kualitas Gizi Dipertanyakan
Perkuat Gizi Anak dan Tekan Stunting, Pemkab Malang Resmikan Dapur MBG di Kalipare
Sepak Bola Persahabatan Antar Instansi Pererat Kebersamaan di Kabupaten Malang
Terseret Arus Sungai, Warga Kasembon Malang Tewas Terjepit Pintu Air DAM Kali Manten
Derita Preeklampsia Parah, Warga Kepanjen Kabupaten Malang Terancam Kehilangan Penglihatan, Butuh Uluran Tangan
Cuaca Ekstrem Hambat Penerbangan, Pesawat Batik Air Ditumpangi KH Habib Mustofa Gagal Mendarat di Juanda Surabaya
SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo Resmi Terapkan ISO 21001:2018, Perkuat Tata Kelola Pendidikan Vokasi Berstandar Internasional
Sekda Malang: LP Ma’arif NU Harus Berdaya dan Berdampak Nyata
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 21 Maret 2026 - 04:00 WIB

Arus Mudik Malang Terkendali, Satlantas Pastikan Siaga Penuh dan Antisipasi Puncak Arus Balik

Jumat, 20 Maret 2026 - 17:46 WIB

Arus Mudik Masih Tinggi, Polres Malang Perkuat Siaga di Pintu Tol Jelang Puncak Pergerakan Kendaraan

Rabu, 18 Maret 2026 - 05:33 WIB

Rampcheck Ketat Jelang Mudik Lebaran 2026, Satlantas Polres Malang Pastikan Bus dan Sopir Laik Jalan

Minggu, 15 Maret 2026 - 11:59 WIB

Polres Malang Siagakan 8 Pos Pengamanan dan Pelayanan Mudik Lebaran 2026

Sabtu, 7 Maret 2026 - 10:39 WIB

Pria Ngaku Polisi Rampas Mobil di Tumpang, Pelaku Ditangkap di Singosari

Kamis, 5 Maret 2026 - 20:47 WIB

Polres Malang Buka Penitipan Kendaraan Gratis Selama Mudik Lebaran 2026

Minggu, 1 Maret 2026 - 17:18 WIB

Jual Honda Scoopy Curian via Marketplace, Satreskrim Polres Malang Ringkus Pelaku Saat COD

Rabu, 25 Februari 2026 - 12:21 WIB

Polsek Pakis Tangani Penemuan Mayat Pria Tergantung di Makam Saptorenggo

Berita Terbaru