Paslon Abadi Siapkan Inovasi Untuk Melanjutkan Keberhasilan Pembangunan Kota Malang

- Redaksi

Senin, 30 September 2024 - 20:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

PENDOPOSATU.ID, KOTA MALANG – Deklarasi Abadi Menang Total (Metal), digelar Paslon Walikota dan Wakil Walikota Malang urut 3 H.Moch Anton (Abah Anton)-Dimyati Ayatullah di Hotel Grand Mercure Malang Mirama, Kota Malang, Minggu, (29/09/2024).

Deklarasi sekaligus konsolidasi internal ini dikuti ribuan massa pendukung dari empat partai pengusung dan pendukung yaitu PKB, PAN, Partai Demokrat, dan Partai Umat.

Tampak hadir pula para ulama, habaib, kiai serta relawan pemenangan Abadi yang bersama-sama membacakan ikrar dukungan untuk kemenangan Abadi di Pilkada 2024.

Abah Anton menujukkan beberapa keberhasilan pembangunan ketika memimpin Kota Malang Kota Malang periode 2013–2018.

Dan jika diberi amanah kembali oleh masyarakat Kota Malang, ia bersama pasangannya Dimyati telah menyiapkan rencana besar untuk melanjutkan keberhasilan pembangunan itu.

“Saya melihat saat itu kecamatan Kedungkandang sangat tertinggal sekali, sejurus kemudian kita rencanakan pembangunannya. Terus terang kepala daerah itu harus punya inovasi bagaimana bisa meningkatkan taraf hidup masyarakatnya,” ucapnya

Melalui inovasi-inovasi itulah, akhirnya Abah Anton merencanakan bagaimana Kedungkandang ini merupakan bagian koridor yang insya Allah akan bisa meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Buktinya adalah pembangunan jalan kembar mulai Ki Ageng Gribik dan arah pasar Gadang. Sehingga bisa dinikmati pengguna jalan hingga sampai detik ini,” ujarnya.

Bahkan, Abah Anton menyebutkan harga tanah di daerah Kedungkandang yang dulu harga per meter murah sekarang jadi mahal.

“Pada saat itu harga tanah di wilayah Kedung kandang masih berkisar 50 000 sampai 100.000, sekarang sudah mencapai jutaan rupiah tentu ini luar biasa sekali. Alasan pembangunan jalan kembar tembus Gadang karena Pasar Gadang harus diperhatikan Pemkot Malang untuk di bangun,” terangnya.

Hebatnya lagi ketika menjabat Walikota Malang, Abah Anton tidak pernah mengambil gaji.

“Lima tahun menjabat Walikota Malang saya tidak pernah ambil gaji, semua saya berikan kembali untuk masyarakat buat pembelian beras, minyak dan sebagainya bagi masyarakat tidak mampu. Setiap tahunnya di kumpulkan dan dibagikan. Kalau terpilih lagi hal serupa akan kami lanjutkan,” terangnya.

Sementara itu, Dimyati menjelaskan alasan Abah Anton memilih dirinya untuk mendampingi maju di Pilkada Kota Malang 2024.

“Saat itu masih timbul pertanyaan dibenak saya, namun bebera waktu barulah tahu alasannya. Kebetulan saya kelahiran asli mergosono dan mengeyam pendidikan di Kota Malang. Ini semakin menguatkan original sebagai putra daerah Malang,” lanjutnya.

Dimyati mengatakan untuk urusan Kota Malang yang tahu urusannya warga asli Malang.

“Saya merasa terpanggil untuk mendampingi Abah Anton maju di Pilkada ini, mengingat yang tahu urusan nya Kota Malang, ya arek Malang sendiri harus diurus orang-orang asli Malang,” katanya.

Ia pun akan berbagi tugas dengan Abah Anton nantinya dalam mewujudkan pembangunan di Kota Malang.

“Saya pribadi bergerak di bidang alat kesehatan mengurusi pemanfaatan CSR perusahaan-perusahaan. Selama ini yang kesulitan dananya disalurkan kemana. Baik pembangunan, pendidikan, kesehatan, maupun sosial,” jelasnya

Penulis : Ocha

Editor : Dadang D

Berita Terkait

Wisuda UIBU Malang ke-43 Sebanyak 941 Peserta Program Sarjana (S1) Dan Magister (S2)
Bakorwil Malang Dorong Perpustakaan Naik Kelas Berbasis INLIS Lite 3.3
Rampungkan Struktur Ranting PDIP Kota Malang Beri Panggung Gen Z Jadi Subjek Perubahan
Tanah Mangkrak 17 Tahun: Legal Tanrise Klaim SP1, BPN Ngaku Masih Mencari Berkasnya?
Bakorwil Malang Semarakkan HUT ke-81 RI Lewat Jalan Sehat, Perkuat Kebersamaan Dan Semangat Gotong Royong
Kavacha Attorneys at Law Hadir di Brawijaya Jurist Career Expo 2026, Buka Ruang bagi Generasi Baru Profesi Hukum
Lacak Legalitas Jemput Paksa Oleh Ormas: Restu Pejabat, Aksi Doxing, Dan Bumerang Pidana
Hargai Karya Aremania, Deretan Band Legendaris Batal Manggung di Festival Mbois 11

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 12:14 WIB

Polemik Bendungan Lahor, Pak Dur Jadi Tersangka

Jumat, 18 September 2026 - 11:44 WIB

Tak Terima Somasi Pengacara, Abdul Qodir Lapor Pencemaran Nama Baik

Jumat, 18 September 2026 - 10:57 WIB

Proses Penjaringan Bacalon Ketum KONI Kota Blitar Diwarnai Ricuh

Kamis, 17 September 2026 - 19:21 WIB

Jelang Musorkotlub, Rangkap Jabatan KONI Kota Blitar Jadi Sorotan

Kamis, 17 September 2026 - 18:18 WIB

Satlantas Polres Pasuruan Bagikan Hadiah Dalam Tangka HUT Polantas

Selasa, 15 September 2026 - 14:40 WIB

Dugaan Mobilisasi Pelajar dalam Demo, Wakil Wali Kota Blitar Dilaporkan ke Polisi

Senin, 14 September 2026 - 20:28 WIB

63 Pedagang Somasi Abdul Qodir, Dana Swadaya Pasar Karangploso Dipertanyakan?

Senin, 14 September 2026 - 19:27 WIB

Gudang Material di Singosari Terbakar Diduga Akibat Korsleting Listrik

Berita Terbaru

Hadi Wiyono alias Pak Dur saat mendatangi Polres Malang didampingi kuasa hukumnya (Foto: bgs pendoposatu.id)

Hukum

Polemik Bendungan Lahor, Pak Dur Jadi Tersangka

Jumat, 18 Sep 2026 - 12:14 WIB

You cannot copy content of this page