Tajuk Redaksi:
KOTA BLITAR, pendoposatu.id- Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) merupakan salah satu instrumen penting di Pemerintah Daerah (Pemda) dalam memberikan pelayanan publik sekaligus menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Di Kota Blitar, dua BUMD yang memiliki peran strategis adalah PDAM Tirta Patria dan BPR Bank Kota Blitar, keduanya memegang fungsi yang berbeda, namun sama-sama memiliki pengaruh besar terhadap kesejahteraan masyarakat dan pembangunan ekonomi di daerah.
Belakangan ini, perhatian publik tertuju pada proses reorganisasi kedua BUMD tersebut, hingga kini, proses pengisian jabatan direksi definitif dinilai belum bisa memberikan kepastian. Kondisi ini memunculkan berbagai pertanyaan dari berbagai kalangan di masyarakat mengenai arah kebijakan dan masa depan kedua perusahaan milik daerah tersebut.
Kepemimpinan yang jelas menjadi kebutuhan mendesak. Direksi bukan sekadar jabatan administratif, melainkan motor penggerak organisasi yang menentukan strategi bisnis, meningkatkan kualitas pelayanan, menjaga kesehatan keuangan perusahaan, serta membangun kepercayaan masyarakat. Semakin lama proses penetapan direksi berlangsung tanpa kepastian, semakin besar pula potensi terhambatnya pengambilan keputusan strategis.
Bagi PDAM Tirta Patria, tantangan yang dihadapi tidaklah ringan. Masyarakat berharap adanya peningkatan kualitas layanan air bersih, perluasan cakupan pelanggan, percepatan penanganan gangguan distribusi, pengurangan tingkat kehilangan air (non-revenue water), hingga modernisasi sistem pelayanan berbasis digital. Semua agenda tersebut membutuhkan kepemimpinan yang memiliki visi, pengalaman, dan keberanian mengambil keputusan.
Di sisi lain, BPR Bank Kota Blitar juga menghadapi tantangan besar di tengah persaingan industri perbankan yang semakin ketat. Transformasi digital, peningkatan kualitas layanan, penguatan tata kelola, pengendalian risiko kredit, hingga perluasan akses pembiayaan bagi pelaku UMKM menjadi pekerjaan rumah yang tidak dapat ditunda. Direksi baru diharapkan mampu membawa inovasi sehingga bank daerah mampu bersaing dan memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian Kota Blitar.
Proses seleksi direksi juga harus mengedepankan prinsip transparansi, profesionalisme, dan akuntabilitas. Masyarakat tentu berharap jabatan strategis tersebut diisi oleh sosok yang memiliki kompetensi, integritas, rekam jejak yang baik, serta bebas dari kepentingan politik praktis. Dengan demikian, kepercayaan publik terhadap BUMD dapat terus terjaga.
Selain persoalan kepemimpinan, evaluasi menyeluruh terhadap kinerja organisasi juga menjadi hal yang penting. Pembenahan budaya kerja, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi informasi, efisiensi operasional, serta penguatan sistem pengawasan internal perlu berjalan seiring dengan pergantian direksi. Pergantian pemimpin tidak akan memberikan hasil maksimal apabila tidak diikuti reformasi manajemen secara menyeluruh.
Pemerintah Kota Blitar sebagai pemegang saham juga memiliki tanggung jawab memastikan proses reorganisasi berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Kepastian jadwal seleksi, keterbukaan informasi kepada publik, dan komitmen memilih figur terbaik akan menjadi indikator keseriusan pemerintah dalam memperkuat BUMD.
Pada akhirnya, masyarakat tidak hanya menunggu siapa yang akan menjadi direktur baru. Yang lebih penting adalah lahirnya kepemimpinan yang mampu menghadirkan perubahan nyata. PDAM Tirta Patria harus semakin andal dalam melayani kebutuhan air bersih masyarakat, sementara BPR Bank Kota Blitar harus semakin sehat, inovatif, dan mampu menjadi penggerak ekonomi lokal.
Momentum reorganisasi ini seharusnya tidak dipandang sebagai sekadar pergantian jabatan, melainkan kesempatan untuk melakukan transformasi besar. Dengan kepemimpinan yang profesional, tata kelola yang baik, dan komitmen terhadap pelayanan publik, kedua BUMD diharapkan mampu meningkatkan kinerja, memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, serta berkontribusi lebih besar terhadap Pendapatan Asli Daerah Kota Blitar. (NAD)
Penulis : Nadia
Editor : Redaksi










