MALANG, pendoposatu.id – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menilai turnamen SIADI Cup III di Kecamatan Lawang menjadi bagian penting dalam membangun regenerasi atlet sepakbola sejak usia dini. Kompetisi tingkat kecamatan tersebut dinilai mampu menjadi pintu awal lahirnya pesepak bola profesional dari Malang Raya. Menurut Emil, pembinaan olahraga tidak bisa dilakukan secara instan. Dibutuhkan kompetisi berkelanjutan yang memberikan ruang bagi pemain muda untuk mengasah kemampuan dan mental bertanding.
“Jangan pernah meremehkan turnamen di tingkat desa atau kecamatan, banyak atlet besar memulai langkahnya dari lapangan-lapangan sederhana seperti ini. Dari kompetisi lokal, talenta-talenta muda akan terasah dan mimpi menjadi atlet berprestasi mulai dibangun,” kata Emil saat menghadiri pembukaan SIADI Cup III di lapangan sepak bola Kalisurak Kelurahan Kalirejo Lawang, Minggu (21 Juni 2026).
Ia mengapresiasi konsistensi masyarakat Lawang yang terus menjaga tradisi pembinaan olahraga melalui kompetisi sepak bola. Menurutnya, keberadaan turnamen seperti SIADI Cup menjadi bagian dari upaya menciptakan ekosistem olahraga yang sehat dan berkelanjutan di Jawa Timur.
Selain menjadi ajang kompetisi, Emil menegaskan sepak bola juga harus menjadi sarana mempererat persaudaraan dan menjaga persatuan masyarakat. Karena itu, seluruh peserta diminta menjunjung tinggi sportivitas dan fair play selama pertandingan berlangsung.
Sementara itu, Bupati Malang HM Sanusi menyebut SIADI Cup tidak hanya berbicara tentang kemenangan di lapangan, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter generasi muda. Menurut Sanusi, nilai disiplin, tanggung jawab, kerja sama, kepemimpinan, serta semangat juang yang lahir dari olahraga merupakan modal penting dalam menyiapkan generasi masa depan Kabupaten Malang.
“Pembinaan atlet usia muda adalah investasi jangka panjang. Dari lapangan desa dan kompetisi usia muda seperti ini akan lahir bibit-bibit atlet yang mampu mengharumkan nama Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur hingga Indonesia,” ujar Sanusi.
Pemerintah Kabupaten Malang, lanjutnya, akan terus mendukung kegiatan olahraga masyarakat sebagai upaya menciptakan generasi yang sehat, tangguh, dan berprestasi.
Di sisi lain, penggagas SIADI Cup sekaligus anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Daerah Pemilihan Malang Raya, Siadi, menegaskan bahwa turnamen tersebut memang difokuskan untuk pembinaan pemain muda. Menurutnya, hampir seluruh desa di Kecamatan Lawang memiliki Sekolah Sepak Bola (SSB), sehingga dibutuhkan kompetisi yang mampu menjadi wadah pengembangan kemampuan sekaligus pembentukan mental bertanding.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan ruang bagi pemain-pemain muda untuk mengembangkan bakatnya. Mereka membutuhkan kompetisi yang bisa menjadi sarana mengasah kemampuan dan mental bertanding,” kata Siadi. Ia mengatakan sejumlah pemain asal Lawang telah berhasil menembus kompetisi nasional, mulai Liga 2 hingga Liga 1. Bahkan terdapat pemain asal Kecamatan Lawang yang pernah mengikuti seleksi Tim Nasional Indonesia.
Keberhasilan tersebut, menurut Siadi, menjadi bukti bahwa potensi pesepak bola muda di Lawang sangat besar dan perlu terus didukung melalui pembinaan yang berkelanjutan. “Kami tetap konsisten menjadikan SIADI Cup sebagai wadah pembinaan. Harapannya semakin banyak pemain muda dari Lawang dan Malang Raya yang mampu menembus kompetisi profesional dan membawa nama daerah di tingkat nasional,” tandasnya.(NES)
Penulis : Ones
Editor : Redaksi










