MALANG, pendoposatu.id – Ditengah adanya efisiensi anggaran dari pemerintah pusat sampai ke daerah, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang tetap melanjutkan semua program kerjanya di tahun 2026 ini, meski anggaran belanja modal mengalami efisiensi sebesar Rp.60 miliar.
Kepala DPUBM Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi Kusuma, mengatakan pagu awal belanja modal infrastruktur tahun ini mencapai Rp.314 miliar, setelah dilakukan efisiensi, anggaran yang tersedia menjadi sekitar Rp.250 miliar. “Anggaran tersebut akan difokuskan untuk tiga program utama, yakni perbaikan jalan, penggantian jembatan, serta pembangunan Penerangan Jalan Umum (PJU),” katanya, saat dikonfirmasi melalui via telpon, Kamis (18 Juni 2026).
Seperti halnya ada 5 proyek pembangunan jembatan yang sudah memasuki tahap lelang melalui Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE). Karena menurut Oong sapaan akrabnya mengatakan “pembangunan jembatan tahun ini diarahkan pada penggantian dan pembangunan jembatan yang memiliki peran penting dalam mendukung konektivitas antar wilayah” ujarnya.
Berdasarkan data DPUBM, total panjang jalan kabupaten mencapai 1.641,62 kilometer. Dari jumlah tersebut, sekitar 20 persen atau 328,32 kilometer masih mengalami kerusakan ringan hingga berat dan memerlukan penanganan. Oong menjelaskan “penentuan prioritas pembangunan jalan didasarkan pada data Lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR), ruas jalan dengan volume kendaraan tinggi dan tingkat kejenuhan yang mendekati kapasitas akan menjadi prioritas untuk peningkatan maupun pelebaran jalan” terangnya.
“Program perbaikan jalan juga tetap dilaksanakan secara bertahap sesuai skala prioritas, ruas jalan yang mengalami kerusakan ringan akan ditangani melalui pemeliharaan rutin melalui metode tambal sulam atau sapu lubang” tambahnya. Sedangkan untuk PJU sudah ada penambahan pemasangan di beberapa titik lokasi Kecamatan, mulai dari wilayah Malang Selatan sampai Malang Timur” tutup Oong.(Dir)
Penulis : Dir
Editor : Redaksi










